Advertisements
Connect with us

17 Panduan Ternak Ayam Kampung Semi Intensif

Ternak Ayam Kampung Semi Intensif

Ternak

17 Panduan Ternak Ayam Kampung Semi Intensif

17 Panduan Ternak Ayam Kampung Semi Intensif

Loading...

Ternak Ayam Kampung Semi Intensif merupakan sebuah cara beternak ayam kampung dengan memadukan teknik konvensional dan modern. Di mana ayam akan dikembangbiakkan dengan sistem terbuka sekaligus tertutup.

Maksudnya, Ayam Kampung akan dibudidaya dalam suatu lingkungan kandang yang semi terbuka, sebagaimana jenis ternak ayam kampung umbaran. Bedanya, kalau dalam sistem semi intensif ini, ada pagar pembatas yang mengelilingi wilayah peternakan. Sehingga ayam tidak akan berkeliaran jauh dari wilayah peternakan.

Tujuan dari dibuatnya pagar ini tentunya agar ayam tetap bisa diumbar alias dilepas dari kandang utamanya. Dan dibiarkan melakukan kegiatan ala ayam tersebut. Tapi para pemilik ayam tidak perlu khawatir ayamnya hilang dan bepergian jauh. Ini membuat pengawasannya jadi lebih mudah. Tidak perlu terlalu ketat.

Ternak Ayam Kampung Semi Intensif

Loading...

Ternak Ayam Kampung Semi Intensif ini cocok untuk peternak yang memiliki permodalan menengah ke bawah. Di mana sistem ini akan menghemat biaya pakannya. Apalagi kalau lokasi peternakan berada di wilayah di mana banyak tersedia makanan untuk ayam di alam, misalnya banyak serangga dan cacing.

Berikut adalah panduan untuk Ternak Ayam Kampung Semi Intensif yang bisa dicoba untuk peternakan skala besar maupun kecil:

1. Menyiapkan Bibit Ayam Kampung Terbaik

Pada dasarnya, ayam kampung itu ada beberapa jenis. Seperti Ayam Kedu, Ayam Sumatera, Ayam Garut dan Ayam Nunukan. Masing-masing jenis ayam kampung ini dinamai sesuai dengan habitat aslinya. Nah, sebelum memulai ternak ayam ini. Ada baiknya buat siapkan bibit dulu yang terbaik.

2. Mempersiapkan Lahan

Lahan juga amat penting untuk Ternak Ayam Kampung Semi Intensif. Kebutuhan akan lahan ini lebih luas, sebab nantinya ayam juga perlu diumbarkan. Dengan membuat pagar keliling terlebih dahulu di sekitar peternakan.

3. Membuat Kandang

Kandang untuk ternak ayam semi intensif ini ukurannya bisa dibuat besar-besar. Dan terbagi ke dalam beberapa kelompok umur. Untuk ayam dewasa dan ayam yang masih kecil-kecil. Tujuan pembagian ini agar bisa memperoleh pakan yang berimbang dan tidak saling tarung. Yang biasanya merugikan ayam kecil.

4. Mengatur SIstem Kelistrikan dan Irigasi

Dalam beternak binatang apapun, listrik amat penting diperhatikan. Untuk Ternak Ayam Kampung Semi Intensif, listrik digunakan untuk mengalirkan arus untuk menyalakan lampu. Karena lampu kan penting sekali harus ada.

5. Membuat Pagar Keliling

Pagar keliling dalam Ternak Ayam Kampung Semi Intensif ini sebaiknya dibuat secara permanen dengan bata dan dicor semen. Tujuannya agar awet dan tidak dibobol ayam.

6. Menyediakan Wadah Makan dan Minum Ayam

Wadah makanan dan minuman untuk ayam sebaiknya juga dipersiapkan di dalam kandang. Biasanya tersedia di toko peralatan. Berupa wadah-wadah yang menggantung.

Baca Lagi: 16 Cara Ternak Ayam Kampung Umbaran

7. Membuat Pola Rancangan Jadwal Mengumbar Ayam

Pembuatan jadwal mengumbar ayam amat penting. Misalnya dari pagi hingga siang. Kemudian di siang sampai malam dikurung di dalam kandang.

8. Memberikan Pakan Ayam di Jam-Jam yang Tepat

Memberi makan ayam bisa dilakukan 2-3 kali sehari. Tergantung kebutuhan.  Sebaiknya pemberian pakannya juga beragam. Jangan menunya itu-itu saja. Supaya kebutuhan gizi ayam lebih tercukupi.

9. Memeriksa Kesehatan Ayam Secara Teratur

Periksalah kesehatan ayam secara teratur. Supaya nantinya di masa panen mendapatkan produk ayam yang baik. Dan ini langkah yang terkadang diabaikan oleh mereka yang Ternak Ayam Kampung Semi Intensif.

10. Memberikan Asupan Vitamin dan Suplemen Penunjang Pakan

Vitamin penunjang makanan dan suplemennya juga amat penting diberikan. Tapi pastikan produknya aman. Jangan yang menurunkan kualitas ayamnya.

11. Membuat Analisa Produk Ayam Kampung

Buatlah analisa produk ayam kampung. Maksudnya, ayamnya lebih baik dijual sebagai ayam potong pedaging. Atau cukup diambil telurnya saja. Biasanya masing-masing peternakan punya tujuan tersendiri.

12. Memanen Ayam Kampung dan Telur Ayam Kampung

Panen ayam kampung dan telur ayam kampung harus di waktu yang tepat. Terutama untuk panen ayam pedagingnya. Jangan kemudaan dan juga jangan ketuaan. Supaya ukuran tubuhnya sudah besar, dengan daging yang empuk, tidak alot.

13. Memasarkan Ayam Kampung

Teknik memasarkan ayam kampung pun menjadi bagian penting dari Ternak Ayam Kampung Semi Intensif. Sebaiknya pasarkan melalui jaringan sosial dan bisnis yang kuat dan continue.

14. Membuka Usaha Potong Ayam dan Cabut Bulu Ayam

Peternakan yang baik sebenarnya juga menyediakan pula layanan jasa potong ayam sekaligus membersihkan bulu-bulunya. Ini untuk cerminan mutu juga bahwa produk ayam kampung yang dijual benar-benar fresh.

15. Branding dan Promosi

Branding dan promosi dilakukan sejak dini. Ketika panen kedua atau ketiga telah terjadi.

16. Menyalurkan Ayam ke Distributor yang Tepat

Pilihlah distributor yang memiliki jangkauan pasar yang luas. Agar bisnis Ternak Ayam Kampung Semi Intensif ini sukses.

17. Kerjasama dengan Restoran dan Pihak yang Membutuhkan

Kerjasama dengan pihak ketiga juga dibutuhkan. Agar nantinya produk ayam kampungnya selalu habis terjual. Bisa pula kerjasama dengan mall-mall dan ritel.

Loading...
Advertisements

Continue Reading

More in Ternak

To Top