Connect with us

Burung Ciak Bulu: Penyebab, Gejala, Mengatasi dan Mengobati

Ciak Bulu

Penyakit Burung

Burung Ciak Bulu: Penyebab, Gejala, Mengatasi dan Mengobati

Loading...

Feather Pickingadalah / Feather Plucking merupakan sebuah istilah ciak bulu atau mencabuti bulu yang dilakukan oleh burung. Masalah burung tersebut juga bisa menimpa semua jenis burung, contohnya saja kacer, cucak ijo, murai batu, cendet atau pentet dan beberapa burung lainnya. Aktivitas ciak bulu rata-rata menyerang jenis burung paruh bengkok seperti parkit dan lovebird.

Ciak Bulu

Loading...

Sebelum kita membahas mengenai pengetahuan tentang cara mengatasi burung cabut bulu, maka kita harus paham apa saja penyebabnya. Ada banyak sekali faktor penyebab yang membuat burung suka mencabuti bulunya sendiri. Nah di bawah ini ada beberapa faktor penyebab yang menyebabkan burung ciak bulu.

Penyebab Burung Ciak Bulu :

Sebenarnya, setiap perilaku yang ditunjukkan oleh Burung tidak pernah terlepas dari kondisi mental dan kesehatan Burung tersebut. Hal ini tentu berlaku untuk semua jenis Burung, tanpa terkecuali. Namun ada satu jenis Burung yang ‘lumrah’ dalam hal mencabuti bulu, yaitu Burung Kakak Tua yang meski dal kondisi sehat pun, masih sering merontoki rambutnya sendiri.

Dalam setiap masalah, pasti ada penyelesaiannya. Seperti kasus cabut bulu atau biasa disebut dengan ciak bulu ini, tentu ada akarnya. Dan ada baiknya dalam mengatasi suatu hal, Anda harus menggali penyebabnya terlebih dahulu.

1. Iritasi Pada Kulit / Bulu

Sampai saat ini, penyebab paling terbesar dari Ciak Bulu adalah karena adanya infeksi pada kulit atau pada bulu Burung. Tentu penyebabnya adalah bakteri, tungau, jamur atau virus. Memang beberapa spesies tungau terbiasa bidup dan berkembang biak dalam lapisan kulit atau bulu Burung.

Serangan dari bakteri-bakteri tersebut akan menimbulkan rasa gatal pada si penderita. Jadi jangan heran ketika Burung mulai terinfeksi jamur, virus, atau tungau pasti lebih sering mengarahkan paruhnya ke kulit yang dirasa gatal, bahkan sampai mencabuti bulu-bulu di sana demi meringankan rasa gatal.

Tetapi gejala dan penyebab tersebut tidak akan hilang dengan sendirinya tanpa adanya perlakuankhusus. Jangan lupa untuk memastikan apakah benar Burung milik Anda telah terinfeksi jamur, bakteri atau tungau. Dan apabila telah dipastikan Burung milik Anda terkenal infeksi, segera lakukan perawatan khusus dengan menggunakan FreshAves.

FreshAves ini multifungsi sekali dalam memberantas penyakit pada Burung. Karena bisa juga digunakan sebagai desinfektan, yaitu untuk mencegah kala bendu bernama flu Burung, yaitu diberikan 1-2 kali dalam seminggu.

2. Burung Kekurangan Gizi

Memang sering sekali dalam beberapa kasus, Burung yang mencabuti bulunya tersebut sebenarnya tidak mengalami masalah apa pun pada bulunya, yang berarti. Burung tersebut mengalami situasi lain dalam tubuhnya.

Karena perlu dipastikan juga Anda harus memberikan gizi yang seimbang kepada Burung. Pakan yang bergizi barus mengandung zat yang berguna bagi metabolisme tubuh. Seperti karbohidrat, lemak, protein, serat kasar, dan juga vitamin serta mineral lainnya.

Pakan tersebut paling tidak harus bisa memenuhi kadar zat untuk metabolisme, memiliki kadar lemak yang tidak terlampau tinggi, dan untuk kadar protein tetap harus disesuaikan dengan masa pertumbuhan dan masa reproduksi Burung.

Kenapa kadar lemak tidak boleh tinggi?

Karena bisa mengakibatkan Burung terkena Obesitas. Selain itu jugapastikan bahwa Burung kecukupan vitamin dan mineralnya.  Sebagai saran, pilihlah multivitamin yang lengkap kandungannya, misalkan BirdVit dan untuk mineral yang komplit bisa pakai BirdMineral. Dan untuk Burung berkicau, jangan lupakan ekstra fooding seperti jangkrik dan kroto serta buah-buahan, asalkan tetap dalam takaran yang pas.

Gizi benar-benar sangat penting bagi kelangsungan hidup Burung. Karena ketika pakan yang dikonsumsi oleh Burung selama ini tidak memenuhi standar gizi, akan berdampak pada pertumbuhan dan penampilan buku-buku yang menjadi jelek kukut kering dan mengelupas. Hal inilah yang akan memudahkan terserangnya infeksi sekunder yang membawa rasa gatalpada tubuh, yang tidak disebabkan karena jenis parasitatautungau tapi dikarenakan gizi buruk.

3. Masalah Mental dan Fisik Burung

Jatuh mental bisa saja terjadi pada Burung, dan hal itu terjadi ketika Burung tersebut berhadapan dengan Burung yang sejenis. Dan Burung tersebut merasa ciut nyali atau merasa kalah sebelum bertanding.

Ketika mental mulai drop, maka Burung akan rentan mengalami stres. Maka dari itu banyak sekali para Penyuka Burung yang sehabis menandingkan Burung miliknya, akan dengan segera memberikan perlakuan khusus kepada Burung tersebut. Karena apabila Burung sudah drop, dan tidak segera diberi perlakuan ekstra, maka besar kemungkinan Burung menjadi lebih mudah sakit.

Beberapa perilaku Burung yang menunjukkan jatuh mental hingga stres antara lain adalah suka mencabuti bulu-bulunya sendiri, gelisah, tidak mau duduk di tangkringan, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah BurungParuh Bengkok. Kondisi Burung Paruh Bengkok ketika stres lebih parah daripada Burung Berkicau. Jenis Burung seperti Paruh Bengkok akan lebih mencabuti bulu-bulunya ketika sedang stres, bosan, jenuh, frustrasi seksual dan sebagainya. Bahkan, ada pula Burung Paruh Bengkok yang sampai melukai dirinya sendiri apabila dalam kondisi tertekan, contohnya dengan menabrakkan diri ke jeruji sangkar.

Untuk mengurangi rasa jenuh pada Burung Paruh Bengkok, bisa dengan cara meletakkan beberapa mainan, memberikan makanan yang bervariasi, atau bisa juga memberinya pasangan dalam satu kandang mengingat burung jenis ini sangat suka bersosialisasi.

Mental drop juga bisa menyerang burung berkicau yang dipelihara dalam kandang koloni, dengan jumlah burung yang melebihi batas. Akibatnya, setiap burung akan merasakan sesak, pengap, tidak leluasa bergerak, dan akibatnya akan menimbulkan kegelisahan.

4. Masalah Hormonal

Saat di mana bulu-bulu Burung mudah sekali rontok tanpa entakkan paruh Burung yang kuat. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan hormonal terutama hormon hipertiroid yang memiliki fungsi menaikkan kadar kelenjar tiroid. Bisa juga disebabkan karena serangan penyakit addison dan akibatnya akan menurunkan kadar hormon kortikosteron yang terdapat dalam kelenjar adrenalin.

Ketika gangguan hormonal tersebut benar terjadi, Burung biasanya akan merasakan gatal-gatal pada tubuhnya. Namun kedua gangguan hormonal tersebut memang bukan merupakan penyebab langsung dari Burung yang mencabuti bulu-bulunya. Langkah lebih aman untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan pada Burung, ada baiknya untuk membawa Burung tersebut ke klinik hewan.

5. Menderita Penyakit Dalam

Infeksi Giardia atau biasa disebut Giardiasis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme di dalam usus, serta akan menimbulkan gejala berupa gatal-gatal yang awalnya disangka oleh Burung berasal dari kulit atau bulunya.

Bisa juga infeksi yang disebabkan oleh bakteri jahat lain, yaitu Chlamydhopila Pneumonia. Bahkan dalam beberapa kasus penyakit hati pun, bisa akibatkan mengendapnya garam empedu, yang hasilnya akan memunculkan iritasi pada kulit Penderita. Dan diagnosis paling tepat sasaran hanya mampu dilakoni oleh Dokter Spesialis Hewan dalam hal ini.

6. Cabut Bulu Ketika Selesai Mandi Semprot

Apabila cara memandikan Burung dengan disemprot malah berakibat pada Burung menjadi sering mencabut bulu, maka ada yang harus diganti sistem memandikannya. Yaitu dengan mengganti semprot dengan cepuk. Kemudian isi cepuk tadi dengan air, lalu. Biarkan si Burung mandi sendiri. Karena dengan cara ini, Burung lebih mendapatkan rasa rileks. Namun jika Burung merasa tidak ingin mandi, jangan dipaksa. Bisa jadi Burung tersebut sedang sakit atau sedang tidak ingin mandi.

7. Burung Merasa Bosan

Burung juga makhluk sosial, sama seperti Manusia. Maka, buatlah ia terhibur dengan menghadirkan teman dalam satu kandang bersamanya. Karena apabila benar Burung telah mengalami kebosanan, maka ia bisa sampai melukai dirinya sendiri dan mencabuti bulu-bulunya. Anda bisa meletakkan mainan memberinya teman, memvariasikan pakan, dan lain-lain demi mengurangi rasa bosan Burung tersebut.

8. Kandang Penuh / Sesak

Meskipun burung suka bersosialisasi, bukan berarti Anda bebas menyatukan segala jenis Burung dengan jumlah yang banyak dalam satu koloni. Kebiasaan tersebut dapat memunculkan perilaku buruk pada Burung, antara lain adalah suka mencabuti bulu.  Burung yang banyak pasti akan saling bertukar kicauan dan menghasilkan kondisi ruangan yang begitu berisik. Burung yang tidak tahan dengan kondisi semacam ini, kan selalu gelisah dan besar kemungkinan ingin menyakiti dirinya sendiri.

9. Ciak Bulu Karena Akan Bertelur

Tentu ini terjadi pada Burung Betina. Kebiasaan mencabuti bulu-bulu akan terjadi ketika menjelang bertelur. Kebiasaan tersebut timbul bisa saja karena Burung tersebut kekurangan mineral kalsium (Ca)  dan juga kekurangan fosfor (P), atau bisa juga karena minimnya bahan penyusun sarang sebagai tempat bertelur.

10. Over Birahi

Salah satu penyebab burung ciak bulu atau mencabuti bulunya adalah karena over birahi. Hal ini biasanya terjadi karena pemberian extra fooding (EF) pada burung yang dilakukan oleh pemilik terlalu berlebihan. Pemberian porsi EF yang berlebihan akan membuat burung ini menjadi agresif.

Dari agresif tersebut, jika tidak mendapatkan penyalur birahi, rata – rata burung akan cicak bulu. Cara tersebut biasa nya sebagai pelampiasan birahi yang tidak tersalurkan.

11. Tidak Cocok Terhadap Salah Satu Jenis Shampo Burung

Penyebab burung ciak bulu atau mencabuti bulunya sendiri karena salah menggunakan jenis produk sampo burung yang di jual di pasaran maupun toko burung. Hal tersebut terjadi ketika kita memandikan burung tersebut serta mencampurkan air dengan jenis produk sampo burung yang anda gunakan.

Jika shampo tersebut tidak cocok dan mengenai kulit burung, maka kebiasaan mencabuti bulu akan kambuh.

12. Lingkungan

Kondisi lingkungan yang tidak kondusif dan nyaman juga dapat menyebabkan burung  akan melakukan kebiasaannya untuk mencabuti bulunya atau ciak bulu. Rata-rata hal ini terjadi karena burung terletak dekat dengan hewan pengganggu seperti tikus, semut, kucing dan anjing.

13. Keterunan

Keturunan juga dapat menjadi salah satu penyebab burung cicak bulu. Namun hal ini bisa menjadi mitos dan fakta. Memang ada beberapa kasus indukan yang pernah mengalami masalah burung tersebut turun ke anakannya. Akan tetapi ada juga orang yang ber anggapan bahwa hal tersebut hanyalah mitos.

Ciri-Ciri / Gejala Burung Ciak Bulu :

  1. Sering mengarahkan paruhnya ke arah pangkal bulu.
  2. Burung terlihat gelisah.
  3. Burung stres.
  4. Sering terlihat suka mematuk.
  5. Terdapat tungau, namun tidak mudah untuk membuktikan jenis tungau yang menyerang Burung, berikut ada cara yang mudah untuk mengenali tanda-tanda adanya tungau pada kulit Burung. Pasangkan kain putih pada setiap sisi kandang dan biarkan dalam satu malam. Paginya, lepas kain dari kandang dan periksalah; apakah ada bintik hitam dan merah di permukaan kain tersebut. Apabila benar ditemukan tanda seperti di atas, sudah pasti Burung terkena tungau.
  6. Burung mengalami macet bunyi.

Dalam setiap masalah, pasti ada penyelesaiannya. Seperti kasus cabut bulu atau biasa disebut dengan ciak bulu ini, tentu ada akarnya.

Nah bagi anda yang sudah paham dan tahu penyebab serta ciri-ciri burung ciak bulu, maka sebaiknya ada bisa mengatasinya. Berikut ini cara mengatasi masalah burung ciak bulu atau cabut bulu.

Cara Mengatasinya Burung Ciak Bulu :

Perlu untuk segera menangani masalah Ciak Bulu ini agar bulu-bulu burung tetap indah dan rapi, serta tidak mengalami kebotakan. Sebagai penghobi maupun penangkar burung, wajib untuk melakukan perawatan ekstra sebagai pertolongan kepada burung kesayangannya. Dan di bawah adalah beberapa cara mengatasi burung ciak bulu, antara lain:

1. Gunakan Sampo Khusus

Gunakanlah Shampo khusus untuk Burung. Karena iritasi pada kulit, bisa ditangani dengan mengganti Sampoyang sesuai karena Sampo tersebut memiliki sifat anti kutu, jamur dan parasit. Salah satu produk yang dimaksud adalah Kututox, bisa juga menggunakan produk lainnya yang sejenis, asalkan tetap memiliki sifat anti jamur, kutu dan parasit yang efektif mengatasi burung cabut bulu karena iritasi kulit.

Tapi perlu anda ingat, tidak semua jenis shampo burung bisa anda gunakan untuk mengatasi burung ciak bulu. Hitikanlah ketika adanya ketidak cocokan dengan jenis shampo burung yang anda gunakan.

2. Kurangi Ekstra Food Berprotein Tinggi

Protein tinggi untuk Burung biasa terdapat dalam jagung muda, kangkung, kuaci adalah jenis makanan yang membuat Burung lebih cepat birahi. Jadi ketika Anda mendapati Burung mengalami ciak bulu, usahakan untuk menghindari memberikan 3 jenis makanan di atas untuk dikonsumsi Burung. Karena ke tiga makanan di atas membawa sifat afrodisiak yang mampu membuat Burung Over Birahi. Jadi jika untuk penanganan awal yang sederhana, cukuplah untuk tidak memberikan makanan di atas untuk menghentikan Ciak Bulu.

Lalu, selain Burung menjadi Over Birahi, apa saja efek lain pemberian makanan berprotein terlalu banyak?

  • Ciak Bulu Ekor dan Bulu Lainnya

Burung yang diberi makanan dengan kadar protein terlalu tinggi, terutama pada Burung Cendet (Pentet)  bisa berpotensi menjadi Burung Kanibal. Burung menjadi tidak segan-segan untuk menggigit ekornya sendiri, bahkan sampai rusak. Selain merusak ekor, Burung tersebut juga bisa saja mencabuti bulu-bulu dada dan bulu-bulu sayapnya. Namun untuk saat ini, sangat jarang ditemui Burung Over Birahi yang parah sampai mencabuti bulu-bulu dadanya.

  • Susah Mabung

Jenis Burung Cendet (Pentet)  apabila diberikan pakan jangkrik melampaui bata juga akan menyebabkan Burung ini menjadi susah mabung. Nutrisi yang berlebih yang dikonsumsi oleh Burung setiap harinya, akan membuat bulu-bulu Burung tetap segar dan kuat meskipun sudah masuk tahap ngernyit. Sekalipun sudah dalam masa mabung, namun pengonsumsian pakan nutrisi masih saja berlebih, kadang kala akan berdampak pada proses mabung susah untuk tuntas.

3. Menjaga Kebersihan Kandang / Sangkar

Kandang Burung yang bersih dan lain lega akan menurunkan risiko Burung terkenal stres. Lakukan pembersihan kandang minimal sekali dalam sehari agar kandang terhindar dari kotoran Burung, serta Burung akan lebih nyaman ke sana-kemari. Sangat baik apabila Anda juga memiliki ide untuk menyandingkan Burung dengan pasangannya.

4. Membuat Cone Collar

Apabila cara-cara di atas tidak mempan, Burung masih saja rajin mencabuti bulu-bulunya, buatlah Cone Collar sederhana sebagai langkah paling jitu menghentikan kebiasaan buruk Burung tersebut. Anda bisa membuatnya dengan mudah, yaitu dengan memotong botol plastik, kemudian dimasukkan ke dalam leher Burung. Ini adalah cara pembuatan Cone Collar paling sederhana. Anda bisa menanyakan kepada yang lebih ahli tentang membuat Cone Collar dengan bahan lainnya, yang mungkin lebih efektif penggunaannya.

5. Bawa Ke Dokter Spesialis Hewan

Apabila Ciak Bulu sudah parah dan berakibat sangat buruk bagi kelangsungan hidup Burung, lebih baik Anda segera membawa Burung tersebut ke Dokter Spesialis Hewan agar segera ditangani. Bisa saja Burung mengalami masalah atau penyebab lain yang lebuh serius. Jangan memaksa menanganinya sendiri apabila tidak kunjung membaik, malah bisa berakibat fatal.

6. Perhatikan Vitamin Burung

Sebenarnya, apa sih pentingnya memberikan Suplemen Vitamin, Mineral dan Asam Amino kepada Burung? Dan, Mengapa Vitamin serta Mineral begitu penting untuk Burung?

Dan yang perlu diteliti, apakah kandungan pakan yang Anda beri pada Burung selama ini sudah mencukupi kebutuhan Burung? Kurang, atau berlebihan kan?

Hal yang mungkin tidak banyak orang ketahui, Burung yang hidup di alam bebas memang tidak membutuhkan suplemen apa pun, alam telah menyediakannya dalam jumlah yang melimpah. Contohnya seperti Mineral, Vitamin dan zat baik apa saja dalam setiap yang dikonsumsinya. Namun, ketika Burung sudah masuk dalam sangkar, terpenjara dalam satu ruangan milik Anda, maka sepenuhnya Burung tersebut adalah kewajiban Anda.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya Anda perlu memberikan pakan tambahan yang memuat Vitamin, Mineral, Hormon dan juga Asam Amino yang semua itu harus pada jumlah yang pas.

Apa itu Suplemen?

Suplemen adalah pakan yang berisikan nutrisi tambah untuk Burung yang bekerja demi menjaga tubuh Burung agar selalu dalam kondisi prima. Dan ingat, berikan secara rutin namun tetap sesuai jadwal dan takaran.

Kebutuhan dalam pemenuhan Vitamin juga berbeda-beda. Burung cenderung memerlukan banyak sekali Vitamin pada saat masa pertumbuhan Anak Burung (piyik), Burung yang sedang dalam proses perjodohan, dan meloloh anak.

Memberikan witamin juga tidak boleh asal-asalan, karena ketika Anda memilih memberikan vitamin yang larut dalam lemak karena bisa mengendap bersama lemak, maka apabila terjadi kekurangan efeknya tidak segera terlihat. Namun apabila jumlah berlebihan juga mendatangkan risiko yang lebih besar karena baru akan hilang pada saat ketikalemak terbakar menjadi energi. Dikarenakan hal itulah perlu berhati-hati ketika memilih memberikan vitamin yang larut dalam lemak.

Namun sebaliknya, Vitamin Yang Larut Dalam Air apabila Burung tersebut sampai kekurangan, efeknya akan dengan cepat terlihat, dan apabila berlebih, justru lebih kecil risikonya karena dengan segera akan larut bersama cairan urine.

Vitamin Yang Paling Berperan Penting Untuk Burung

Yang pas takaran dan sesuai dengan kebutuhan adalah ukuran paling pas dalam segala hal. Terutama Vitamin. Dan pada hal pengonsumsian Burung, pasti tidak lepas dari berbagai macam Vitamin.

Salah satunya adalah Vitamin B Kompleks yang baik untuk Burung. Namun apa yang terjadi ketika Burung kelebihan Vitamin ini?

Dampak yang dihasilkan adalah bulu Burung menjadi rontok dan Burung menjadi Ngurak lebih cepat atau Mabung yang tidak teratur.

Selain itu, ada juga Vitamin A.

Vitamin A adalah vitamin yang mempunyai peran penting agar fungsi Psikologis Burung berjalan dengan normal. Namun vitamin A ini secara khusus sangat penting dalam memberikan pertahanan tubuh terhadap infeksi, dan penting juga untuk proses reproduksi.

Namun tentu ada efek negatif ketika memberikannya dalam jumlah berlebih, karena akan mempengaruhi pembentukan tulang menjadi tidak sempurna dan nyeri pada persendian. Kebutuhan Burung terhadap pengonsumsian Vitamin A per hari sebanyak 80-120 i.u (international unit).

Untuk Burung yang mengalami gangguan Liver akibat penggunaan antibiotik berlebihan, maka dosis Vitamin A harus ditambah lagi. Vitamin A bisa ditemukan dalam biji-bijian yang berwarna hijau, jagung, dan pada minyak ikan.

Untuk cara mengobati burung ciak bulu ada beberapa obat yang dapat anda gunakan. Berikut ini cara mengobati burung yang terkena penyakit cabut bulu.

Cara Mengobati Burung Ciak Bulu :

1. FreshAves

FreshAves telah dikenal mampu membasmi hama karena termasuk dalam desinfektan. Produk jni juga mampu bekerja secara aktif dalam tindakan kuratif atau pengobatan. Caranya mudah.

Yaitu dengan 5 gram serbuk yang dilarutkan ke dalam 1 liter air bersih. Langsung saja semprotkan cairan tersebut ke tubuh burung.

2. Air Daun Sirih

Caranya adalah dengan merebus daun sirih sebanyak 7-10 helai dicampur sebanyak 1 liter air bersih. Rebus sampai warna air menjadi hijau gelap, lalu tunggu hingga dingin. Kemudian semprotan ke kulit Burung hingga masuk sampai dasar bulu.

Loading...

Continue Reading

More in Penyakit Burung

To Top