2 Pakan Pengganti Kroto Untuk Murai Batu Agar Sehat

hewan.id – Makanan atau pakan pengganti kroto untuk burung Murai Batu agar sehat. Sebenarnya selain untuk Murai Batu, pakan pengganti Kroto ini juga bisa digunakan untuk Kacer, Pleci dan Ciblek. Kroto mengandung gizi serta protein yang sangat dibutuhkan oleh burung jenis karnivora misalnya burung yang didapatkan dari hasil tangkapan dan belum makan voer.

Di era metropolis seperti sekarang ini sangat sulit sekali dijumpai kroto (telur semut) karena banyak sekali pohon-pohon di kota-kota yang ditebang begitu saja demi ajang pembangunan. Meskipun kita dapat membeli kroto di toko atau pasar unggas namun harga yang dipatok juga tidak murah. Kita harus merogoh kocek agak besar demi mendapatkan pakan burung tersebut. Kesulitan mendapatkan pakan berupa kroto ini menjadikan kami tergugah untuk memberikan informasi menarik mengenai makanan yang dapat anda jadikan sebagai pengganti kroto untuk burung murai batu kesayangan anda.

Pakan-Pakan Pengganti Kroto Untuk Murai Batu Agar Sehat

Pakan Pengganti Kroto Murai Batu

1. Jangkrik Full Tahu

Jangkrik full tahu dapat anda jadikan asupan gizi yang tinggi bagi murai batu anda. Kita tahu bahwa jangkrik memang merupakan menu pakan wajib yang harus diberikan kepada burung murai. Namun kita tidak boleh serta merta memberikan jangkrik tersebut dalam keadaan perut kosong karena hal itu tidak akan memberikan asupan gizi yang tinggi pada sang burung. Untuk itu kita bisa memberikan pakan jangkrik yang sudah kita beri tahu sebelumnya sehingga jangkrik yang kita berikan selain membuat murai kenyang juga memberikan nutrisi tinggi yang bagus bagi kesehatan murai.

2. Egg food

Egg food ini berupaka makanan pengganti kroto yang terbuat dari telur, minyak ikan dan susu bubuk.

Cara untuk membuat egg food yang sehat :

  1. Pertama-tama persiapkan telur ayam, telur bebek, atau bisa juga telur puyuh untuk direbus. Jika telur sudah matang selanjutnya kupas kulitnya dan ambillah bagian kuning telurnya saja.
  2. Taruh kuning telur ke dalam sebuah wadah atau mangkok untuk kemudian ditumbuk hingga halus dan merata menggunakan sendok.
  3. Jika anda memilih menggunakan telur ayam atau telur bebek maka anda bisa menambahkan 1 ½ sendok teh susu bubuk ke dalam kuning telur, namun jika anda menggunakan telur puyuh maka anda cukup menambahkan dengan ½ sendok teh susu bubuk.
  4. Aduklah hingga merata dan tambahkan minyak ikan sebanyak 2 sampai 3 kapsul.
  5. Jika semua adonan sudah diaduk secara merata selanjutnya anda dapat memberikan egg food kepada sang murai batu secukupnya. Nah untuk sisanya dapat anda simpan didalam kulkas untuk pakan esok hari. Namun jika anda ingin memberi pakan murai yang disimpan dalam kulkas sebelumnya maka akan lebih baik jika anda mengangin-anginkan terlebih dahulu pakan tersebut agar makanan yang dikonsumsi tidak dingin. Makanan yang dingin diyakini dapat mengganggu pencernaan burung yang bisa berakibat fatal bagi kesehatannya.

Baca Juga: Racikan Khusus Pakan Murai Batu Agar Gacor dan Juara

Itulah ulasan mengenai beberapa alternatif makanan yang dapat anda jadikan pakan pengganti kroto untuk burung murai batu kesayangan anda. Selamat berkreasi dan semoga Murai Batu anda selalu dalam keadaan yang sehat.

11 Jenis Murai Batu, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

hewan.id – Siapa yang tidak mengenal burung Murai Batu? Jenis burung yang satu ini merupakan burung yang populer karena kicauannya yang merdu. Kepopulerannya tidak hanya dikenal di Indonesia saja, namun juga sampai ke mancanegara dan seluruh dunia. Jenis burung murai batu pun bermacam-macam. Mulai dari jenis burung murai batu khas Indonesia dan beberapa negara lainnya seperti  Thailand, Filipina, serta Malaysia.

Jenis Murai Batu, Macam Murai Batu, Murai Batu Luar Negeri, Murai Batu Indonesia, Murai Batu Nias, Murai Batu Aceh, Murai Batu Kalimantan, Murai Batu Lampung, Murai Batu Borneo, Murai Batu Jawa, Murai Batu Jambi, Murai Batu Malaysia, Murai Batu Thailand, Murai Batu Filipina, Murai Baru Medan

Kelebihan burung murai batu yang berasal dari Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya yaitu terletak pada kualitas suaranya dengan keunikan tersendiri. Beberapa jenis burung murai batu yang terkenal di Indonesia berasi dari wilayah Sumatera, seperti Batu Nias, Jambi, Lahat, Aceh, Medan, dan juga Lampung. Semua jenis burung murai tersebut mempunyai perbedaan tersendiri yang tidak sama dengan yang lainnya. Anda dapat melihat perbedaannya pada bagian ekor dari burung ini.

Murai Baru, Murai Batu Wallpaper, Gambar Murai batu, Murai Batu Juara, Murai Batu Medan, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Aceh, Murai Batu Borneo

Ciri Ciri dan Pola Ekor Burung Murai Batu

Nah, sekarang mari kita membahas lebih lanjut berbagai jenis pola ekor dari burung murai batu yang dapat Anda bedakan dengan mudah. Untuk burung murai batu yang berasal dari daerah Medan, pola warnanya terbagi menjadi dua. Bagian atas untuk warna bulu ekor yang lebih gelap, sedangkan bagian bawah ekor diisi dengan warna bulu ekor yang lebih cerah. Khusus untuk burung murai batu asal Aceh, Malaysia, serta Thailand, pola ekornya mempunyai bentuk lengkungan tersendiri.

Burung murai batu yang paling mudah untuk dibedakan dengan yang lainnya yaitu burung yang berasal dari daerah Nias. Ekornya hanya diisi penuh oleh satu warna saja. Sama halnya untuk jenis burung yang asalnya dari Kalimantan. Untuk jenis burung asal Sinabang, Lasia, dan Lampuyang, Anda akan menemukan sedikit perbedaan warna pada ujung ekornya saja. Keunikan tersendiri dari burung ini juga bisa Anda temukan pada jenis murai batu yang berasal dari Malaysia. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat gambar berbagai jenis pola ekor murai batu berdasarkan daerah asalnya di bawah ini.

Ciri Ciri Ekor Burng Murai Batu, Gambar Ekor Burng Murai Batu Medan, lampung, Nias, Borneo, Aceh

Perbedaan jenis burung murai batu lokal dari Kalimantan, Lampung, Nias, dan juga Medan dapat dilihat dari kenampakannya yang mempunyai ciri khas tersendiri. Kenampakan perbedaan ini dapat Anda temukan pada jumlah bulu pada ekor, warna bulu ekor, bentuk ekor vertical atau horizontal, dan juga panjang ekornya. Ekor terpanjang pada burung murai batu dimiliki oleh murai batu asal Medan yang panjangnya bisa mencapai 27 cm. Sedangkan yang terpendek ada pada burung murai batu asal Nias dan Kalimantan, yaitu sekitar 9 cm. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat melihat penjelasan gambarnya di bawah ini.

Jenis Murai Batu Dilihat dari Bulu Ekor

Untuk lebih mengenal seperti apa jenis burung murai batu lokal dan mancanegara, mari kita simak penjelasan detail tentang 11 jenis burung murai batu menurut asalnya berikut ini.

Macam Jenis Murai Batu di Dunia Beserta Gambar dan Pejelasannya :

1. Murai Batu Nias

Murai Baru, Murai Batu Wallpaper, Gambar Murai batu, Murai Batu Juara, Murai Batu Medan, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Aceh, Murai Batu Borneo

Burung murai batu Nias saat ini sudah tidak bisa lagi ditemukan dengan mudah keberadaannya yang asli. Sama seperti jenis burung murai batu sebelumnya, burung di kawasan Nias ini sebenarnya dipasok dari daerah Simeulue, Sibanang dan daerah lainnya. Habitat alami burung ini yang semakin sedikit ditambah lagi dengan lingkungan yang tidak lagi sehat, membuat kelangkaannya semakin terasa. Apalagi bagi mereka pecinta burung sejati.

Ciri khas dari burung murai batu nias terletak pada ukuran tubuh burung ini yang lebih kecil dan mirip dengan jenis murai batu asal Lampung. Warna bulu ekor dari burung ini hanya memiliki satu warna saja, yaitu hitam. Itulah mengapa burung murai ini juga disebut dengan naman burung blacktail. Ekor hitamnya ini bisa tumbuh dengan panjang sekitar 17 cm sampai dengan 20 cm. Uniknya, suara yang dihasilkannya cukup keras dibandingkan dengan burung lainnya.

Burung murai batu Nias ini juga dapat menirukan suara burung murai jenis lainnya dengan lebih cepat. Maka tak heran jika burung ini juga dikatakan sebagai burung peniru yang handal. Perawatan burung murai batu asal Nias cukup mudah karena burung ini tidak mudah diserang depresi atau stress. Selain itu, adaptasinya yang cepat dengan lingkungan sekitar akan membuat burung ini lebih mudah untuk dilatih dan dikembangkan dengan baik.

2. Murai Batu Medan

Murai Baru, Murai Batu Wallpaper, Gambar Murai batu, Murai Batu Juara, Murai Batu Medan, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Aceh, Murai Batu Borneo

Jenis burung murai batu yang berasal dari Medan bukanlah asli dari daerah ini. Burung jenis ini konon berasal dari beberapa daerah lain, seperti Aceh bahkan Semenanjung Malaysia. Sayangnya, tempat tinggal burung ini di Medan hampir tidak tersedia lagi. Para pecinta burung saat ini pun sudah sangat kesulitan untuk mencarinya di kawasan yang biasanya menjadi habitat alaminya, seperti Bohorok, Gunung Leuser, dan juga Bukit Lawang.

Perbedaan yang paling menonjol dari burung murai batu Medan yaitu terletak pada postur tubuhnya. Tubuhnya lebih besar dan lebih tegap. Warna bulunya pun cenderung gelap dan juga mengkilap. Untuk burung murai batu yang masih muda akan mempunyai warna kaki yang lebih merah, sedangkan yang sudah berumur mempunyai kaki dengan warna hitam pekat. Jumlah bulu ekor berwarna putih pada burung ini terhitung 4 dengan garis warna hitam horizontal.

Panjang bulu ekor burung murai batu Medan sekitar 27 sampai dengan 30 cm. Jika burung ini sedang berkicau, ekronya akan berdiri tegak hingga menyentuh bagian kepalanya. Ukuran badan yang cukup besar membuat harga burung ini cukup mahal di pasaran. Ditambah lagi dengan kelangkaan yang melanda burung ini. Sebagai pecinta burung, Anda juga bisa berusaha untuk melestarikan salah satu ciptaan Tuhan yang satu ini.

3. Murai Batu Lampung

Murai Baru, Murai Batu Wallpaper, Gambar Murai batu, Murai Batu Juara, Murai Batu Medan, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Aceh, Murai Batu Borneo

Tidak hanya burung murai batu Medan saja yang langka. Kondisi ini juga dialami oleh burung murai batu yang berasal dari Lampung. Faktor utamanya karena banyak habitat alami burung ini yaitu hutan diubah menjadi kawasan tempat tinggal penduduk. Akibatnya, banyak burung murai batu lampung yang harus pindah ke daerah lain demi mencari tempat tinggal. Jadi burung murai batu asal Lampung saat ini bukanlah asli burung yang berasal dari Lampung.

Kebanyakan burung murai batu Lampung yang Anda temukan di daerah Lampung merupakan jenis burung yang dikirim dari daerah Riau, Jambi, dan juga Kota Agung. Jenis burung murai yang satu ini mempunyai ukuran tubuh yang kecil dengan panjang ekor yang mencapai 12 sampai dengan 18 cm. Warna bulu pada bagian dada burung ini cenderung berwarna orange gelap daripada jenis burung murai yang berasal dari wilayah Kalimantan.

Kelebihan dari burung murai batu Lampun yaitu tingkat mentalnya yang cukup kuat dengan gerakan yang juga gesit serta cepat. Kekurangan burung ini terletak pada suaranya. Untuk suaranya, burung murai ini tidak cocok dinamakan sebagai burung dengan suara yang bagus. Jenis suaranya cenderung sama dan tidak mempunyai banyak variasi. Burung ini hanya akan mengeluarkan suara yang sama berulang-ulang.

4. Murai Batu Borneo / Kalimantan

Murai Baru, Murai Batu Wallpaper, Gambar Murai batu, Murai Batu Juara, Murai Batu Medan, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Aceh, Murai Batu Borneo

Jenis burung murai batu Borneo yang berasal dari Kalimantan dibagi lagi menjadi tiga macam. Yang pertama burung murai batu Banjar, yang kedua burung murai batu Palangka, dan yang terakhir burung murai batu Mahkota. Walaupun berasal dari satu daerah yaitu Borneo, ketiga jenis tersebut masih bisa dibedakan dengan mudah berdasarkan kenampakan tubuhnya, warna bulunya, juga panjang ekornya.

Secara umum, burung murai batu borneo mempunyai warna bulu dada yang lebih terang dari bulu di bagian tubuh lainnya. Warna bulu pada bagian dada yang semakin pekat adalah patokan dari tingkat kesehatan mental burung ini ketika dilombakan. Kaki burung cantik ini berwarna hitam dengan sedikit warna merah. Untuk burung yang mempunyai warna kuning pada kakinya merupakan tanda bahwa burung tersebut tidak mempunyai mental yang kuat.

Panjang ekor dari burung murai batu borneo sekitar 10 cm sampai dengan 13 cm. Bentuk kepala bulu ini pada umumnya terlihat kotak, tidak bulat atau lonjong. Keunikan bagian tubuh lainnya terletak pada matanya. Mata burung ini lebih tajam serta terlihat besar dan juga melotot. Jika Anda ingin mempunyai burung muriai batu borneo, pilihlah jenis burung ini dengan paruh yang lebar saat dibuka. Hal ini menandakan bahwa suara burung ini lebih keras dan juga bagus.

5. Murai Batu Aceh

Burung murai batu aceh lebih tepatnya berasal dari daerah Tangse, Lhoong, Keude Bieng, dan juga sekitar Pegunungan Seulawahsabang. Kemiripan burung murai batu yang satu ini bisa Anda lihat dari bentuk ekornya yang ukuran panjangnya mirip dengan burung murai batu Medan. Keunikan yang ada pada burung asal Aceh ini yaitu suaranya yang nyaring dank eras. Bunyinya mirip seperi suara sebuah senapan yang ditembakan ke udara.

Ukuran tubuh dari burung murai batu aceh tidak terlalu besar, bahkan cenderung kecil. Panjang ekor burung ini sekitar 19 cm sampai dengan 30 cm. Selain suaranya yang keras, burung ini juga mempunyai variasi suara yang cukup banyak dan terdengar ngeroll. Jadi jika Anda ingin mempunyai seekor burung unik dnegan suara yang unik pula, burung murai batu Aceh bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk Anda miliki.

6. Murai Batu Lahat

Jenis Murai Batu, Murai Batu Lahat

Kepopuleran burung murai batu asal Batu Lahat tidak kalah terkenal dengan burung murai lainnya. Burung murai batu yang satu ini juga lebih banyak ditemukan di pasaran. Maka tak heran kemungkinan besar para pecinta burung murai akan lebih banyak mempunyai burung dari Batu Lahat ini daripada jenis burung lainnya yang sudah tidak mudah lagi untuk ditemukan. Sekilas, murai batu lahat mirip dengan jenis murai batu asal Nias.

Postur tubuh dari burung murai batu lahat cukup kecil dengan panjang ekor sekitar 18 cm sampai dengan 23 cm. Burung ini memiliki jenis mental yang kuat dan cukup agresif. Keunikan dari burung ini yaitu suaranya yang mempunyai cukup banyak variasi. Dengan suara yang tidak sama tersebut membuat burung ini terdengar tidak membosankan di telinga kita. Mentalnya yang kuat membuat kekuatan suara burung ini juga sangat bagus.

7. Murai Batu Jambi

Murai Batu Jambi, Jenis Murai Batu

Habitat alami burung murai batu Jambi ada di sekitar kawasan dataran yang tinggi dan juga rendah. Perbedaan antara burung murai batu yang hidup di dataran tinggi dan rendah dapat dilihat dari ukuran tubuhnya. Burung murai batu Jambi yang tinggal di kawasan dataran tinggi mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dengan ekor yang panjang dan bentuknya melengkung ke bagian atas tubuh burung.

Burung murai batu jambi yang hidup di dataran rendah mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil dengan ekor yang juga tidak panjang. Panjang ekor burung ini tidak mencapai 15 cm. Baik burung murai batu jambi yang ada di dataran tinggi dan rendah, keduanya memiliki mental yang sama kuatnya. Ketangguhan burung ini dalam bertempur dengan kicaunya yang rajin sangat cocok untuk diikut sertakan dalam perlombaan.

8. Murai Batu Jawa / Murai Batu Larwo

Murai Batu Jawa, Larwo, Murai Batu Larwo

Ketenaran dari burung murai batu jawa atau larwo masih kalah dibandingkan dengan burung murai batu dari daerah Medan. Itulah mengapa banyak pecinta burung yang lebih banyak memelihara burung murai batu Medan dibandingkan dengan jenis dari Jawa. Nama Larwo memiliki makna yang cukup unik, yaitu berupa singkatan dari kata Lare Dowo atau dalam bahasa Indonesia berarti bulu panjang. Pemberian nama ini memang didasari oleh ukuran bulu burung ini yang cukup panjang.

Jika burung murai batu lainnya akan menegakkan bulu dadanya ketika berkicau, maka burung murai yang satu ini sangat berbeda. Ciri khas yang menarik dari burung murai batu jawa yaitu tingkahnya saat berkicau membuat beberapa bulu yang ada di kepalanya berdiri. Hal ini membuat burung ini seolah-olah mempunyai jambul di bagian kepalanya. Ukuran tubuhnya tidaklah besar, cenderung lebih kecil dari burung murai batu biasa.

Warna bulu pada bagian perut dari burung murai batu jawa dihiasi oleh garis batas bulu berwarna hitam pekat. Suara burung ini hampir sama dengan burung jenis murai batu lainnya. Karena ukuran tubuhnya yang kecil, ukuran panjang ekornya pun juga kecil. Panjang ekor dari burung ini sekitar 8 sampai dengan 10 cm. Walaupun kecil dan pendek, kualitas suaranya tidak kalah hebar dari burung lainnya.

9. Murai Batu Malaysia

Murai Batu Malaysia

Selain burung murai batu yang berasal dari Indonesia, kita juga perlu mengenal jenis burung ini yang berasal dari negara lainnya. Salah satu burung murai batu yang tidak kalah bagusnya yaitu burung murai batu Malaysia, tepatnya dari Negeri Sembilan. Ketenaran burung ini berasal dari ketangguhannya dan juga sidatnya yang cukup agresif dengan mental yang juga sangat kuat. Hampir semua burung yang berasal dari Kelantan, Selangor, dan Pahang mempunyai ketangguhan yang sama.

Kebanyakan semua jenis burung murai batu Malaysia memiliki panjang ekor yang kurang dari 21 cm. Burung ini merupakan jenis burung murai yang paling sering diikutsertakan dalam lomba. Kualitas suaranya yang istimewa didukung oleh gaya bertarungnya yang keren membuat burung ini menjadi primadona di setiap perlombaan burung yang diikutinya. Anda dapat mengandalkan burung ini untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam menjalankan hobi tentang burung.

10. Murai Batu Thailand

Murai Batu Thailand, Murai Batu Luar Negeri, Jenis Murai

Burung murai batu selanjutnya berasal dari negara Thailand. Perkembangbiakkan burung ini banyak ditemukan di kawasan Thailanda dan Malaysia, tepatnya di kawasan perbatasan. Selain itu, habitat asli dari burung ini adalah kawasan hutan yang masih asri dan belum banyak dijamah oleh manusia. Jenis burung murai Thailand ini mempunyai ukuran tubuh yang kecil dengan ekor yang sangat panjang. Panjang ekornya bisa mencapai sekitar 34 cm sampai dengan 38 cm.

Bulu burung murai yang satu ini cukup tipis dengan helai bulu yang bisa Anda hitung dengan jari. Burung murai batu Thailand bisa sering Anda temukan dalam perlombaan burung. Mengapa? Hal ini karena burung ini mempunyai jenis mental yang bagus dan kuat. Sifatnya yang agresif membuat burung ini mampu berkicau dengan suara yang keras serta kuat.

11. Murai Batu Filipina

Murai Batu Filipina, Murai Luar Negeri, Jenis Murai Batu

Jenis terakhir dari burung murai batu yang perlu Anda kenal yaitu berasal dari negara Filipina. Burung murai batu yang satu ini lebih sering dipelihara karena kualias kenampakan tubuhnya yang indah. Hal ini disebabkan oleh jenis suara burung ini masih kalah jauh kualitasnya dibandingkan dengan jenis burung murai batu lainnya. Beberapa jenis burung murai ini muncul dengan warna hitam yang pekat dengan sedikit warna cerah pada bagian ekor dan kepalanya.

Bagi Anda pecinta burung dan ingin mengikuti lomba, Anda tidak disarankan untuk menggunakan burung murai batu Filipina ini. Kegunaan burung ini hanya cocok dijadikan pajangan dan keindahan saja karena jenis suara kicauannya tidaklah kuat. Sifat burung ini juga cenderung lebih tenang dan tidak agresif sehingga tidak terlalu pas untuk diikutkan dalam lomba.

Itulah penjelasan detail tentang 11 jenis burung Murai Batu lokal dan mancanegara yang bisa kami infokan kepada Anda. Kami harap info di atas dapat membantu Anda dalam menambah pengetahuan Anda tentang berbagai jenis burung unik yang ada di berbagai belahan dunia. Semoga bermanfaat.

11 Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula Agar Sukses

hewan.id – Cara budidaya, penangkaran dan ternak Murai Batu bagi pemula agar sukses. Sekarang ini, burung menjadi salah satu alternatif hobby yang banyak diminati oleh orang-orang. Bermula dari hobby, Anda dapat menghasilkan uang dari hobby burung tersebut dengan cara mengikuti lomba-lomba burung seperti lomba kicau burung atau lomba burung lainnya. Salah satu jenis burung dengan kicau terbaik adalah Murai Batu. Sayangnya masih banyak yang tak mengerti bagaimana cara ternak Murai Batu dengan benar.

Ternak Murai Batu, Cara Ternak Murai Batu, Penjodohan Murai Batu

Murai Batu merupakan salah satu jenis burung dengan nilai ekonomis tinggi. Anakan dari Murai Batu dapat mencapai Rp. 2 Juta sampai Rp. 5 Juta untuk umur 2 sampai 3 bulan. Namun semuanya juga tergantung dari kualitas indukan. Karena itulah selain kicaunya yang merdu, Murai Batu juga cocok dalam bisnis yang menguntungkan seperti diatas. Maka banyak sekali yang ingin berbudidaya atau ternak Murai Batu.

Tidak hanya itu, jika Murai Batu Anda berprestasi dalam memenangkan berbagai macam lomba, tidak dipungkiri Anda bisa mendapat perolehan puluhan bahkan ratusan juta karena harga seekor Burung Murai Batu berprestasi sangatlah tinggi.

Untuk Anda yang memiliki Burung Murai Batu dan tak tahu apa yang harus dilakukan khususnya pemula, Anda dapat menemukan cara yang tepat dalam permasalan merawat Murai Batu pada artikel ini. Tidak hanya yang memiliki, untuk Anda yang berminat dan berencana untuk berternak Murai Batu dapat memulai sesuai dengan tuntunan cara ternak Murai Batu yang benar dibawah ini.

1. Penentuan Lokasi Murai Batu yang Bagus

Jangan remehkan lokasi dari sangkar burung, sama seperti kita manusia, burung juga memerlukan lokasi yang pas agar tetap merasa nyaman. Resiko jika salah lokasi pada penangkaran burung banyak sekali, salah satunya adalah Murai Batu yang tak mau bertelur akibat lokasi kandang yang ia tak sukai.

Selain itu, lokasi kandang yang bagus juga dapat mempermudah si perawat dalam memberikan minum, pakan, pembersihan kotoran sampai proses perkawinan. Lokasi yang pas untuk Murai Batu adalah berada ditempat luas dan terbuka seperti samping rumah atau depan rumah. Namun perlu diperhatikan, Murai Batu tak menyukai tempat yang bising jadi pastikan untuk memilih tempat yang tenang jauh dari segala gangguan.

2. Penentuan Ukuran Kandang yang Benar

Ukuran kandang yang pas untuk segala jenis burung adalah kandang yang tak terlalu luas namun tak terlalu sempit juga. Namun ukuran sedang dari setiap burung kadang berbeda, jadi ukuran sedang berapa yang pas pada kandang Murai Batu? Coba Anda perhatikan ukuran kandang yang bagus untuk Murai Batu dibawah ini.

Ukuran kecil: 60cm x 60cm x 60 cm.

Ukuran sedang: 100 cm x 200 cm x 200 cm.

Ukuran besar: 200 cm x 200cm x 300 cm.

Keterangan: Panjang x lebar x tinggi.

Bisa dilihat ukuran yang bagus adalah sedang. Ada beberapa alasan kenapa kita tak bisa memilih kecil atau besar, memang semuaya ukuran cukup bagus namun kecil dan besar memiliki resiko tersendiri. Jika kandang besar, burung akan terus terbang dengan leluasa sehingga burung akan cepat lelah dan tak baik saat akan diperlombakan. Sedangkan kandang kecil sebaliknya, burung tak bisa lebih bebas dan dapat berakibat buruk untuk produktivitas burung.

3. Pelengkap Peralatan Kandang Murai Batu

Perlengkapan yang harus ada dalam perawatan Kandang Murai Batu adalah bahan sarang, tenggeran dan sarang Murai Batu. Untuk tempat bersarang, Anda dapat menggunakan bahan baskom atau plastik kecil berbentuk wadah. Anda juga bisa menggunakan anyaman bambu, kuali bekas, tempat nasi dan semacamnya.

Tenggeran harus diperhatikan lokasi dan penempatannya, pastikan tak mengganggu sang burung untuk terbang. Tenggeran biasa sedikit berbeda dengan tenggeran yang dipakai untuk mengawinkan burung, jadi hati-hati saat pemasangan. Ukuran diameter yang banyak direkomendasikan dalam cara merawat Burung Murai Batu adalah diameter 0,15 sampai 0,2.

Cara perawatan tempat pakan dan air minum Murai Batu harus benar-benar baik. Pastikan tempat pakan dan air minum tak mengandung bahan kimia yang “Mungkin” tak sengaja Anda tumpahkan, jadi pastikan pembersihannya sebersih mungkin.

Berikut Tips Perawatan Kandang Burung Murai Batu:

  1. Bersihkan setiap hari.
  2. Ganti pakan dan air minum setiap pagi, untuk sisa pakan dan air minum kemarin sebaiknya dibuang saja.
  3. Bersihkan penampungan kotoran Murai Batu setiap hari.
  4. Dalam seminggu sekali, bersihkan sangkar secara menyeluruh.
  5. Sangkar dapat Anda bersihkan dengan Disenfektan atau Antikuman.
  6. Pembersihan tenggeran minimal 4 hari sekali.

4. Cara Memberi Makan Murai Batu dengan Benar

Agar tetap sehat, burung Anda memerlukan vitamin serta pakan segar. Pakan ekstra perlu Anda lakukan dalam meningkatkan pertumbuhan sang burung. Ekstra yang baik adalah Jangkrik, Ulat Hongkong, Belalang, Orong-Orong, Cacing serta serangga berprotein tinggi lainnya. Pastikan juga air minum yang pas, Murai Batu memerlukan 4-5 kali dari volume pakannya.

Dalam pemberian air minum, pastikan airnya yang matang sehingga terhindar dari bakteri dan kuman. Untuk makanan, Anda dapat memberikan Kroto yang sedikit mahal namun gizi yang diberikan sangat tinggi. Voer khusus untuk burung dapat juga Anda berikan. Selain karena harganya murah, gizi nya juga tak kalah dengan Kroto.

5. Cara Ternak Murai Batu Poligami

Teknik perkawinan Poligami adalah teknik dimana satu pejantan dengan beberapa betina dalam satu kandang. Anda dapat menaruh 1 pejantan dengan 2-7 betina didalam. Berikut keuntungan Poligami Murai Batu:

  1. Menghemat indukan pejantan, apalagi indukan jantan yang berkualitas baik.
  2. Meningkatkan kuantitas anakan.
  3. Menghemat biaya kandang.
  4. Mempermudah perawatan dan lebih terkontrol.

Cara Melakukan Poligami pada Murai Batu:

  1. Masukkan dua ekor betina sebagai langkah awal yang berumur siap dikawinkan (Minimal 1 tahun) dalam kandang.
  2. Setelah 2 minggu, masukkan seekor jantan dalam kandang dua ekor betina tadi namun dengan kandangnya (Lebih kecil dari si betina). 2 minggu dipakai si betina untuk beradaptasi dengan kandang dan sangkar burung jantan agar resiko si jantan diserang oleh betina lebih kecil.
  3. Tunggu proses perkawainan. Jika Anda memerhatikan si betina bersiul-siul dan mendekati si jantan, lepas pejantan dari sangkarnya.

6. Cara Perawatan Anakan Murai Batu

Burung berusia 7-14 hari diberi makan campuran Kroto dan Voer, lakukan pemberian makan sejam sekali. Jika mencapai 15 hari, Anda dapat memberikan Kroto saja.

7. Cara Pemandian Murai Batu

Murai Batu yang mandi dapat mempercepat pergantian bulu dan mengganti bulu lama ke bulu yang baru. Cara memandikan Murai Batu dengan benar:

  1. Masukkan burung ke sangkar dengan bak mandi kecil berukuran 17cm x 10cm kedalaman 6cm didalamnya.
  2. Semprot menggunakan sprayer yang dapat dikondisikan. Tapi jangan dikenakan langsung, cobalah semprot dari luar di atas kandang sampai air jatuh dan membasahi burung.
  3. Waktu yang pas menadian adalah pukul 7 pagi sampai 10 pagi.

8. Cara Penjemuran Murai Batu

Jemurlah Murai Batu Anda sekitar pukul 7 – 10 pagi selama 20 menit sampai 1 jam. Perhatikan suhu sekitar, jangan menjemur burung dengan suhu terlalu panas atau resiko terbesar adalah dapat membuat burung mati.

9. Tips Memeriksa Kondisi Murai Batu

Jika Anda melakukan segala tips cara merawat Murai Batu diatas maka tak perlu khawatir akan resiko negatif yang dapat terjadi. Namun, beberapa tips yang dapa diberikan semoga bermanfaat. Tips pertama adalah pastikan tak mengabaikan pakan minum Murai Batu, silahkan ikuti panduan diatas. Kedua adalah jika Anda mendapati burung Anda sedang mengalami gangguan kesehatan, ada baiknya Anda tidak langsung mengambil keputusan tanpa pengetahuan mendasar dan lebih baik bawa burung Anda ke spesialis dokter burung.

Baca Juga: 2 Pakan Pengganti Kroto Untuk Murai Batu Agar Sehat

Modal dan Laba Ternak Murai Batu (Perhitungan)

Modal Usaha:

Murai Batu Medan sepasang Rp 17.000.000

Murai Lampung sepasan Rp 15.000.000

Murai Nias Ekor Hitam 2 ekor @Rp 1.250.000 = Rp 2.500.000

Murai Betina Medan 2 ekor @Rp 1.500.000 = Rp 3.000.000

Biaya kandang Bahan Batako size 5m x 2m x 2 m Rp 15.000.000

Biaya Inkubator Rp 3.000.000

Keseluruhan Rp 55.000.000

Biaya Lain-lain (4 bulan sekali)

Penyusutan sangkar 120 hari Rp 15.000.000 x 4/120 = Rp 500.000

Penyusutan incubator dalam 60 hari Rp 3.000.00 x 4/60 = Rp 200.000

Voer 12 bungkus @Rp 20.000 = Rp 240.000

Pakan jangkrik 3 karung @Rp 50.000 = Rp 150.000

Pakan kroto 3 kg @Rp 100.000 = Rp 300.000

Perawatan lainnya Rp 450.000

Keseluruhan Rp 1.750.000

Masukan Penjualan (Dalam 4 bulan)

4 ekor Murai Batu Medan Rp 10.000.000

4 ekor Murai Batu Lampung Rp 3.000.000

4 ekor Murai Batu Nias medan Rp 5.000.000

20 Trotolan Anakan umur 3 bulan @Rp 1.000.000 = Rp 20.000.000

Keuntungan (Dalam 4 bulan)

Biaya penujualan – Biaya lain-lain

Rp 30.000.000 – Rp 1.750.000 = Rp 28.070.000

Baca Juga: 34 Cara Membedakan Murai Batu Jantan dan Betina

Jika Anda ingin memulai dan serius dalam ternak Murai Batu, Anda dapat memilih jenis Murai Batu karena Murai Batu terbilang banyak memiliki jenis. Cara ternak Murai Batu dan cara perkawinan Poligami Murai Batu diatas dapat Anda lihat dan terapkan, semua yang ditulis adalah yang tebaik untuk Anda.

5 Cara Memaster Murai Batu Paling Ampuh dan Efektif

Kicauburung – Memaster Murai Batu tidaklah susah begitu juga mudah. Bagi anda yang hobi menggantang Murai Batu, maka pasti suara dan isian merupakan hal yang utama. Burung Murai Batu akan menghasikan suara yang lantang dan indah jika kita memasternya dengan benar.

pemasteran murai batu

Cara memaster Murai Batu yang paling efektif dapat dilakukan dengan menggunakan suara isian dari burung lain. Cara pemasteran ini pun juga sudah dibuktikan oleh para pecinta burung kicau yang akhirnya mendapatkan burung dengan kualitas yang bagus setelah mengaplikasikan teknik pemasteran tersebut. Lalu apakah kita harus mempunyai dan memilik burung kicau lain untuk memaster burung Murai Batu kesayangan kita? Tenang saja, karena zaman sekarang ini adalah zaman yang modern dan canggih maka kita tidak dituntut untuk menghadirkan burung secara langsung karena kita dapat dengan mudah melakukan pemasteran menggunakan kaset CD supaya lebih efisien dan praktis. Ada juga dapat memaster Murai Batu dengan menggunakan MP3.

Memaster Murai Batu

Nah untuk jenis suara isian yang bagus untuk Murai Batu antara lain yaitu  Lovebird,  Cililin, Kenari, Pelatuk,  Cucak jenggot. Ada beberapa suara isian wajib ada, abu-abu atau dan tidak boleh ada untuk memaster burung Murai Batu.

Kategori Suara Yang Wajib Ada Untuk Isian Murai Batu :

  1. Lovebird
  2. Kenari
  3. Cililin
  4. Pelatuk
  5. Cucak Jenggot

Untuk kategori suara yang wajib untuk isian burung Murai Batu, ada sebaiknya pilih salah satu saja. Dengan asumsi atau anggapan suaranya panjang, bukan suara awalan atau angkatan suara burung tersebut.

Kategori Suara Abu-Abu Untuk Isian Murai Batu :

  1. Serindit
  2. Gereja Tarung
  3. Tengkek
  4. Elang
  5. Parkit

Kategori suara Abu-Abu ini adalah suara isian yang bisa berdapak baik dan juga berdampak buruk ketika di bawakan oleh Murai Batu.

Kategori Suara Yang Tidak Boleh Ada Untuk Isian Murai Batu :

  1. Prenjak
  2. Jalak Suren
  3. Jalak Kebo
  4. Cucak Rowo
  5. Anis Kembang
  6. Ciblek
  7. Anis Merah
  8. Kutilang
  9. Cucak Ijo
  10. Trucukan
  11. Blackthroat
  12. Betet
  13. Beo
  14. Anjing
  15. Kucing

Mengapa suara diatas tidak boleh untuk Murai Batu, karena suaranya patah patah dan sangat sulit untuk di tirukan.

Untuk proses memaster Murai Batu agar cepat masuk, efektif dan efisien. Maka ada harus memperhatikan 3 faktor penunjang saat proses pemasteran. 3 faktor tersebut antara lain :

  1. Mengkondisikan dan Mempersiapkan di Lingkungan yang Tenang
  2. Waktu Pemasteran
  3. Kesehatan Burung

Jika tiga hal tersebut sudah dapat dikondisikan dan persiapkan dengan baik, maka anda dapat melakukan permasteran Murai Batu anda.

Murai Baru, Murai Batu Wallpaper, Gambar Murai batu, Murai Batu Juara, Murai

Nah untuk soal cara memaster Murai Batu yang baik agar isisan burung lain bisa masuk, maka simak cara di bawah ini.

  1. Jika sumber atau asal suara yang digunakan dalam teknik memaster adalah dari CD atau pun mp3 handphone, maka sebaiknya usahakan untuk menyediakan audio/mp3 dengan kualitas yang bagus. Hal ini bertujuan agar burung dapat merekam suara yang jernih dengan tepat. Kelebihan dari teknik ini adalah hematnya tempat dan juga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal.
  2. Selain menggunakan CD atau mp3 anda juga bisa melakukan teknik pemasteran Murai Batu dengan cara menghadirkan burung kicau asli secara langsung. Isian yang bagus untuk murai batu yaitu burung Kenari, Lovebird, Cucak Jenggot dan Cililin. Keunggulan yang kita peroleh dari teknik pemasteran ini yaitu hasil dan kualitas suara yang lebih bagus dibandingkan dengan teknik memaster Murai batu dengan menggunakan mp3. mengapa bisa demikian? Karena akan berdampak juga pada isisan buurng Murai batu anda. Yang harus dicermati yaitu anda harus memilih burung yang gacor agar teknik pemasteran berjalan dengan lancar dan maksimal.
  3. Untuk waktu atau jam pemasteran Murai Batu dapat anda lakukan baik di siang hari, sore hari malam hari atau bahkan pagi hari. Anda bisa menstimulasi burung Murai Batu anda dengan memperdengarkan suara kicau burung beberapa kali dalam sehari.
  4. Idealnya dalam teknik memaster burung Murai batu harus disediakan lingkungan yang nyaman dan kondusif. Mengapa harus kondusif? karena agar burung Murai Batu bisa berkonsentrasi saat dimaster. Anda bisa menggunakan kerodong atau di sekat agar tidak saling melihat.
  5. Bagi anda yang menggunakan teknik pemasteran dengan cara mp3 anda bisa menggunakan volume kecil saja sehingga terdengar sayup-sayup. Akan tetapi jika anda yang menggunakan suara burung asli, maka sebaiknya anda menempatkan burung tersebut dengan jarak yang berjauhan. Karena bisa saja burung Murai Batu menjadi liar saat bertemu dengan lawan sejenisnya.

Itulah beberapa langkah yang dapat anda lakukan sebagai cara memaster burung Murai Batu yang benar. Berhasil atau tidaknya teknik pemasteran Murai Batu yang anda gunakan tergantung pada tingkat kesabaran anda dan juga faktor genetika yang dibawa burung sedari lahir.

13 Cara Merawat Murai Batu Menjelang Lomba Agar Juara

hewan.id – Cara merawat Murai Batu menjelang lomba agar tampil maksimal di lapangan dan Juara.  Baik itu merawat Murai Batu Medan, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Aceh dan Murai Batu Borneo. Pada dasarnya, cara merawat Murai Batu sebelum perlombaan hampir sama dengan cara perawatan atau merawat jenis burung lain.

Perlu anda ketahui apa saja sih perawatan yang harus anda ketahui sebelum membawa burung Murai Batu ke arena perlombaan. Hal yang paling utama yaitu kita harus tahu dan mengenal bagaimana karakter sang burung, tahu apakan burung tersebut memiliki jiwa petarung alias gampang galak atau tidak saat bertanding dan mengenali apakah mentalnya sudah matang atau belum. Jika anda suadah paham mengenai semua aspek tersebut maka akan selalu opitimis ketika membawa Murai Batu ke arena perlombaan.

Cara Merawat Murai Batu Menjelang Lomba

Sebelum membahas tetang cara perawatan Murai menjelang loma. Anda harus paham kriteria penilaian Murai Batu. Kriteria yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Irama Lagu
  2. Volume
  3. Fisik/Gaya
  4. Durasi Kestabilan

Semua kriteria tersbut adalah satu kesatuan yang wajib anda pahami dan dimengerti oleh pemain maupun juri.

Baca Juga: Racikan Khusus Pakan Murai Batu Agar Gacor dan Juara

Nah dalam ulasan berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai bagaimana cara merawat Murai Batu menjelang lomba khusus bagi pemula. Untuk anda yang mempunyai burung Murai dan sudah memiliki tingkat kematangan yang cukup dalam artian burung tidak terlalu galak dan juga tidak terlalu loyo. Penasaran bagaimana caranya? Berikut ulasan lengkapnya.

Cara Perawatan Harian Murai Batu :

  1. Pada pagi hari sekitar pukul 7 pagi bukalah kerodong burung dan taruh di tempat yang teduh.
  2. Berikan pakan berupa 5 ekor jangkrik dan juga kroto bersih sebanyak 2 sendok makan.
  3. Jemur murai selama kurang lebih 1 sampai 2 jam atau sesuai kebiasaanya karena ada beberapa burung murai yang hanya suka dijemur sebentar.
  4. Setelah itu tempatkan Murai di tempat yang teduh sekitar 20 menit.
  5. Masukkan Murai Batu ke dalam rumah sambil dikelilingi dengan burung isian.
  6. Buka kerodong di sore hari (jam 3 sore) lalu mandikan dengan cara spray / disemprot.
  7. Setelah dimndikan, berilah mknn kembali berupa 5 engkor jangkrik dan kemudian tutup lagi dengan kerodong.
  8. Gantung burung Murai anda ditempat yang sepi, tenang dan tidak terlalu terang agar sang burung dapat beristirahat dengan nyaman.

Sebenarnya perawatan harian Murai Batu merupakan kunci pokok yang nantinya sangat berpengaruh terhadap burung mau kerja atau tidaknya di ajang perlombaan. Namun ada hal yang beda terhadap pola perawatan hadian dan perawatan Murai Batu menjelang lomba.

Cara Merawat Murai Batu Menjelang Lomba :

  1. Mulai dari hari Senin sampai hari Rabu pola merawat Murai Batu menjelang lomba sama dengan cara perawatan hariannya yang ada di atas.
  2. Setelah itu pada hari Kamis berikan pakan Murai Batu dengan porsi jangkrik yang dinaikkan dari sebelumnya yang tadinya 5 pagi menjadi 8 pagi. Sedangkan untuk pola dan cara perawatan lain sama seperti cara harian yang biasa dilakukan sebelumnya.
  3. Ketika hari Jumatnya porsi jangkrik kembali dinaikkan. Ketika pagi hari di beri 10 ekor jangkrik dan sore juga 10 ekor, ditambah dengan 5 ulat hongkong.
  4. Tiba pada hari Sabtu naikkan lagi pemberian porsi jangkrik menjadi 15 ekor ketika pagi dan 10 ekor ketika sore. Anda juga harus menambahkan 2 sdm kroto dan 5 ulat hongkong di pagi hari. Khusus untuk hari Sabtu usahakan burung jangan dijemur dan juga jangan dimandikan, cukup anda kerodong seharian setelah pemberian makanan.
  5. Pada hari Minggunya burung Murai Batu diberi 10 ekor jangkrik, 5 ulat hongkong, 2 sdm kroto dan jangan dimandikan. Usahakan burung anda tetap dalam kondis dikerodong dan jauhkan dari tempat lomba serta burung Murai lain. Sehingga saat kerodong dibuka burung dalam kondisi stamina yang fit dan siap melawan tandingannya.

Baca Juga: 11 Jenis Murai Batu, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Nah itulah beberapa tahapan cara-cara merawat Murai Batu menjelang lomba agar tampil maksimal dan juara. Yang wajib anda pahami yaitu karakter dan setelan EF Murai batu. Wajib anda ingat dan ketahui yaitu burung Murai Batu adalah jenis burung petarung dengan mental jawara yang tinggi namun juga membutuhkan kondisi prima saat melawan lawannya.

13 Cara Memilih Murai Batu Bakalan Bagus dan Bermantal Juara

hewan.id – Memilih Murai Batu bakalan, anakan, ombyokan, trotolan maupun bahan bukan merupakan perkara mudah dan susah, asalkan kita paham cara memilihnya. Bakalan Murai Batu yang diperoleh dari hasil ternak akan lebih mahal ketimbang yang berasal dari perburuan atau penangkapan hutan. Kita tahu bahwa Murai Batu bakalan hasil tangkapan hutan murah karena giras, tidak jinak dan bahkan belum terbiasa makan voer sebagai makanan utamanya.

Murai Batu Bakalan, Murai Batu Trotolan, Murai Batu Bahan, Murai Batu Ombyokan

Nah bagi para pemula sebaiknya jika membeli Murai Batu bakalan harus jeli dan berhati-hati. Kita tahu banyak sekali pedagang menawarkan Murai Batu bahan dengan harga yang murah, namun kualitasnya belum tentu bagus. Bahkan anda juga harus jeli dan tahu ciri- ciri memilih bahan Murai Batu bakalan yang didapat dari hasil pancingan menggunakan kail. Karena jika kita membelinya presentase kematian Murai tersebut 90%.

Jadi ada harus tahu dan paham bagaimana cara memilih Murai Batu bakalan yang bagus. Perhatikan dan pahami cara memilih Murai Batu bakalan di bawah ini. Maka anda akan mendapatkan bakalan Murai Batu yang istimewa, juara dan bemental bagus.

Cara Cerdas Memilih Murai Batu Bakalan :

1. Suara atau Ketrekan

Murai Batu bakalan atau anakan yang bagus mempunyai kicauan yang keras. Suara atau ketrekan pada Murai Batu bakalan yang bagus yaitu terdengar nyambung atau mempunyai jeda yang lama. Nah dari situlah kita akan tahu potensi dari Murai Batu bakalan tersebut.

2. Bentuk Fisik dan Ukuran

Bakalan Murai Batu anakan yang ideal memiliki bentuk tubuh yang panjang serta besar. Pada saat tumbuh dewasa burung yang memiliki ukuran tubuh panjang dan besar, akan kelihatan gagah apabila mengeluarkan kicauan. Dari faktor itulah nantinya dapat mempengaruhi mental burung lain apabila di ikut sertakan dalam lomba burung berkicau.

3 Kepala

Kebanyakan Murai Batu mempunyai bentuk kepalanya agak bulat. Tetapi untuk burung Murai Batu bakalan yang bagus mempunyai postur kepala tidak bulat, atau berkepala agak gepeng. Kepala bakalan Murai Batu yang agak gepeng akan menambah gaya dan penampilan pada saat berkicau.

4. Mata

Bakalan Murai Batu yang bagus memiliki mata yang sehat. Jadi jika anda ingin membeli bakalan, maka amatilah kondisi fisik mata burung tersebut. Jangan memilih burung Murai Batu bakalan yang mempunyai mata katarak atau terdapat selaput putih pada bola mata sang burung.

5. Kaki

Pilihlah kaki burung Murai Batu anakan atau bakalan yang mepunyai warna hitam. Banyak orang yang berasumsi bahwa burung yang mmempunyai kaki hitam memiliki mental kuat saat bertanding. Selain itu lihat juga kuku kelingking bagian belakang, jika mempunyai warna kedua kuku tidak sama itu berarti burung bakalan Murai Batu tidak memiliki mental yang stabil saat bertanding. Jangan memilih juga burung yang mempunyai kaki cacat, karena dapat mempengaruhi performa saat dalam perlombaan.

6. Paruh

Murai Batu anakan atau bakalan yang bagus memiliki paruh panjang dan tebal. Murai Batu yang mempunyai ciri paruh tersebut, nantinya akan mempunyai suara dan tajam dan keras. Pilih bakalan yang mempunyai lubang hidung dekat dengan mata.

7. Ekor

Burung Murai Batu Bakalan yang prospek mempunyai ekor yang rapat, tidak begitu tebal dan panjang. Kita akan bisa melihat bahwa burung Murai akan melentikkan ekornya saat berkicau. Jadi sebaiknya anda menghindari memilih burung Murai Batu bakalan yang tidak memiliki ekor, karena anda tidak akan tahu burung yang anda beli memiliki ekor yang menawan atau tidak.

8. Leher

Ciri burung Murai Batu anakan atau bakalan yang bagus biasanya mempunyai leher yang besar dan panjang. Burung Murai yang mempunyai ciri tersebut nantinya akan mempunyai suara kicauan yang panjang serta keras.

9. Bulu

Pada umunya Murai Batu memiliki bulu dada berwarna coklat. Namun jika anda bisa mendapati atau memilih Murai dengan bulu dada agak berwarna kekuningan, maka anda angat beruntung. Burung Murai Batu bahan yang mempunyai warna bulu dada seperti itu, biasanya cenderung cepat jadi dan cepat bunyi.

10. Usia

Usia burung sangat berpengaruh dalam perlombaan. Kita tahu faktor mental akan sangat berpengaruh kedepannya pada sang burung yang akan kita pilih. Jadi menaksir usia Muria Batu bakalan dapat anda lakukan dengan cara membuka mulut atau paruhnya, selanjutnya lihat pada bagian rongga mulutnya. Jika dalam rongga mulut terdapat warna putih dan cerah, maka bisa dipastikan burung tersebut masih berumur muda. Namun jika rongga mulut bakalan Murai Batu berwarna hitam itu tandanya burung sudah berumur tua.

11. Kelamin

Saat memilih Murai Batu bakalan di pasar atau toko burung, pilihlah burung yang mempunyai kelamin jantan. Burung Murai Batu berkelamin jantan akan mempunyai suara berfariasi dan bisa di ikutkan dalam perlombaan.

12. Tingkah Laku

Burung Murai Batu bakalan yang memiliki mental tangguh dan kuat akan menjerit dan mematuk-matuk saat kita berusaha untuk memegangnya.

13. Kesehatan

Mempunyai burung yang sehat adalah kemauan semua orang. Jadi ketika memilih bakalan Murai Batu, maka pilihlah yang berkondisi sehat. Ciri-cirinya yaitu kita dapat melihat posisi sayap Murai bakalan mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat. Kedua ciri tersebut menggambarkan bahwa Murai bahan tersebut sehat.

Banyak orang bertanya Murai Batu yang bagus dari daerah mana? jawabanya sebenarnya simple. Dalam memilih Murai Batu bakalan kita harus tahu kondisi keuangan kita. Kita tahu burung Murai Batu yang bagus yaitu Murai Batu Nias, Murai Batu Medan dan bahkan Murai Batu Borneo. Bagus atau tidaknya itu tergantung pada kesukaan, isi dompet dan hoki.

Baca Juga: 11 Jenis Murai Batu, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Itulah 13 cara memilih burung Murai Batu bakalan yang bagus agar anda dapat memiliki burung dengan kualitas super dan mengagumkan. Selain itu anda juga harus berhati-hati dalam merawat burung tersebut. Banyak sumber-sumber yang menyarankan untuk sering-sering memandikan burung dengan cara semprot / spray namun sebenarnya jika kita memandikan burung secara berlebihan akan menjadikan burung merasa stress, kesehatan terganggu, tidak mau makandan berujung pada kematian.

34 Cara Membedakan Murai Batu Jantan dan Betina

hewan.id – Cara membedakan Murai Batu jantan dan betina dengan mudah disertai gambarnya. Burung Murai atau Murai Batu merupakan salah satu burung kicau yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh para kicau mania baik dengan tujuan untuk diperlombakan atau hanya sekedar untuk kesenangan semata. Selain harganya yang fantastis, para pecinta burung juga jarang yang merasa kecewa setelah memeliharanya. Burung Murai ini termasuk burung yang mudah sekali mengeluarkan kicauan yang merdu.

Murai Batu Jantan dan Betina, Cara membedakan Murai Batu Jantan dan Betina, Ciri Murai Batu jantan, Ciri Murai Batu Betina

Pada dasarnya ada banyak tips dan cara yang dapat kita lakukan untuk membedakan mana burung Murai Batu jantan dan burung Murai Batu betina jika kita mengamati dari segi fisik atau postur tubuhnya. Bagi para penggemar burung Murai Batu membedakan jenis kelamin jantan dan betina adalah hal yang biasa, namun bagi mereka yang masih awam dan pemula tentang burung tentunya akan merasa kesulitan. Mereka juga akan merasa khawatir jika mereka harus menjadi korban para penjual burung di pasaran yang tidak jujur dan tidak bertanggungjawab.

Namun jika anda memang benar-benar berniat memelihara burung Murai Batu dengan tujuan untuk diadu dan didengarkan suara ocehannya yang indah, maka anda harus selektif dalam memilih burung Murai yang benar. Terlebih jika burung Murai Batu yang dijual adalah burung trotolan atau burung bakalan, tentu saja kita akan menjadi rugi besar.

Keunggulan Murai Batu Jantan di Banding Betina?

Jika ingin mendengarkan suara burung Murai Batu yang indah, maka anda harus memilih burung Murai Batu yang berjenis kelamin jantan. Ini dikarenakan hanya Murai jantanlah yang mampu berkicau dengan suara yang merdu dan gacor. Sedangkan burung Murai betina tidak bisa berkicau seperti yang anda harapkan. Apalagi rata-rata Murai Batu yang sering di perlombakan berkelamin jantan.

Cara Mudah Membedakan Murai Batu Jantan dan Betina

Oleh karena itu dalam artikel kali ini kami ingin memberikan tips cara membedakan Murai Batu jantan dan betina agar kita sama-sama mengerti tentang perbedaan jenis kelamin keduanya.

Ciri-Ciri Murai Batu Jantan Dewasa :

Murai Batu Jantan, Murai Batu Medan, Murai Batu Blorok

  1. Mempunyai suara lebih keras, bervariasi dan merdu.
  2. Memiliki kaki yang tebal, panjang serta kokoh.
  3. Memiliki kepala yang lebar.
  4. Mempunyai mata yang terlihat lebih menonjol keluar.
  5. Mimiliki badan cukup besar dan mencolok.
  6. Memiliki ekor panjang dengan bulu yang berlapis tebal.
  7. Bulu badannya terlihat berwarna hitam mengkilat.
  8. Bulu dadanya terlihat berwarna coklat gelap.
  9. Mempunyai tulang pubis atau supit udang yang kaku jika diraba.
  10. Memiliki punggung yang lebar dengan bulu berwarna putih.
  11. Paruh burung panjang dan tebal

Ciri-Ciri Batu Betina Dewasa :

Murai Batu Betina, Murai Batu Betina Dewasa, Murai Batu Medan Betina

  1. Suara kicauan yang dimiliki sangat kecil dan monoton.
  2. Mempunyai kaki yang pendek dengan tulang yang tipis.
  3. Memiliki badan yang relatif kecil.
  4. Bentuk kepala murai betina agak kecil.
  5. Posisi matanya tidak begitu menonjol keluar.
  6. Bulu utama Murai Batu betina emiliki warna hitam keabu-abuan.
  7. Bulu bagian dada berwarna coklat muda.
  8. Bagian bulu punggung berwarna putih namun hanya terlihat menyempit dan sedikit.
  9. Memiliki ekor yang terlihat kecil dan lebih pendek jika dibandingkan dengan Murai Batu jantan.
  10. Paruh burung murai betina dewasa terlihat sedikit melengkung / bengkok, kecil dan pendek.
  11. Pubis / supit udang jika diraba akan membuka dan terasa lunak.

Ciri-Ciri Murai Batu Jantan Trotolan / Anakan / Bakalan :

Murai Batu Jantan Trotolan, Murai Baru Trotolan, Murai Batu Anakan

  1. Kepal berbentuk persegi dan besar.
  2. Paruh relatif lebar dan tebal.
  3. Posisi mata terlihat sedikit menonjol keluar.
  4. Ukuran bodi tubuh lebih panjang dan besar.
  5. Mempunyai bintik-bintik di bagian dada dan bulu sayap yang berwarna coklat.
  6. Saat mengeluarkan suara terdengar dengan nada yang rendah.

Ciri Murai Batu Betina Trotolan / Anakan / Bakalan :

Murai Batu Betina Trotolan, Murai Batu Betina Anakan, Murai Batu Betina Bakalan, Murai Batu Medan Betina Trotolan

  1. Ukuran kepala cenderung bundar dan kecil.
  2. Posis mata tidak terlalu menonjol keluar.
  3. Ukuran bodi tubuh lebih kecil dan pendek.
  4. Paruh lebih terlihat lebih lancip dan tipis jika diamati dari atas kepala.
  5. Suaranya terdengar dengan nada tinggi atau melengking.
  6. Terdapat bulu tipis yang panjang berwarna coklat bercampur putih di bagian dadanya.

Baca Juga: 11 Jenis Murai Batu, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Demikian beberapa ciri yang menjadi patokan agar dapat membedakan antara jenis kelamin Murai jantan dan murai betina usia dewasa maupun anakan. Untuk bisa membedakan Murai Batu jantan dan betina di usia dewasa tergolong relatif mudah meskipun ciri fisik antara keduanya hampir sama. Apabila benar-benar ingin membeli  dan mempunyai burung ekor panjang ini, tidak ada salahnya mengajak teman yang sudah pengalaman. Selain lebih valid dan akurat dalam menentukan jantan dan betina, tentunya orang yang sudah pengalaman pasti tahu kualitas suara dari burung Murai Batu yang diinginkan.

10 Cara Memaster Pleci Yang Benar Agar Cepat Buka Paruh

hewan.id – Cara pemasteran atau memaster Pleci yang benar agar dan buka paruh. Memaster Pleci ombyokan atau bahan merupakan sebuah pekerjaan yang gampang-gampang sulit. Kita tahu proses pemasteran pada burung kacamata ini akan cepat masuk ketika masih berumur 1 bulanan atau masih anakan. Berbeda ceritanya saat memaster Pleci dakun maupun Pleci maput atau jenis lain ketika habis dibeli dari pasar. Perlu cara pemasteran khusus agar burung bahan tersebut mau menyerap masteran dengan baik. Walaupun pada dasarnya burung Pleci pintar dalam menirukan suara burung lain secara bervariasi.

Memaster Pleci, Pemasteran Pleci

Sebenarnya kunci sukses dalam memaster Pleci yaitu telaten dan sabar. Meskipun pada saat proses pemasteran burung kacamata ini membutuhkan waktu tidak singkat, namun sebuah hasil memuaskan akan membayar usaha yang sudah kita lakukan.

Sudah banyak sekali tips dan cara memaster Pleci agar cepat gacor yang ditulis oleh beberapa sobat di internet. Namun cara pemasteran ini berikan berdasarkan pengalaman sukses kami saat memaster burung yang mempunyai nama latin Zosterops.

Membahas mengenai suara isian yang bagus untuk burung Pleci yaitu suara dengan karakter atau tipe ngerol serta bervariasi. Anda juga dapat memilih karakter suara yang mempunyai variasi speed bagus serta intonasi suara panjang. Adapaun isian atau jenis masteran yang baik untuk Pleci yaitu :

  1. Kolibri
  2. Gereja
  3. Kenari
  4. Gelatik Batu
  5. Herda Sanger
  6. Goldfinch
  7. Blackthroat
  8. Pelatuk
  9. Siskin
  10. Prenjak
  11. Ciblek
  12. Cililin
  13. Kapas Tembak
  14. Cucak Jenggot

Yang terpenting mengenai soal isian yaitu bagus dan baik tidak nya untuk Pleci kita yitu keitka membawakan lagu dengan suara lantang dan panjang. Maka untuk disarankan memilih masteran Pleci sesuai dengan karakter.

Nah untuk proses pemasteran, berikut ini kami akan berbagi tips jitu bagaimana cara memaster Pleci dengan benar khusus untuk anda para pemula maupun pleman.

1. Usia Burung

Pleci merupakan burung cerdas yang mempunyai daya ingat amat kuat. Memori ingatan pada burung ini akan semakin bagus jika kita mengasahnya sedari dini. Usia yang cocok untuk burung pleci yang siap dimaster adalah usia 1 bulan. Ketika sudah menginjak usia 1 bulan auditory otak pada Pleci masih dalam keadaan kosong atau belum banyak menyimpan suara. Dengan demikian kita bisa dengan mudah membuat burung lebih cepat menghafal suara masteran yang kita berikan.

2. Alat Pemasteran

Kecanggihan di era teknologi saat ini dapat memudahkan kita dalam memaster burung. Biasa para pemaster ketika sedang memaster Pleci menggunakan alat pemasteran dengan perangkat elektronik. Alat-alat elektronik untuk memaster pleci tersebut antara lain musik box, MP3, MP4, smartphone, tape, tablet, laptop, DVD, VCD, televisi dan lainnya. Jika ingin yang simpel, anda bisa mengunduh bebeberapa jenis suara burung MP3 dari internet kemudian diputar melalui laptop, smartphone atau tablet. Akan tetapi biasanya burung Pleci lebih mudah menangkap suara masteran dengan memaster menggunakan burung asli.

3. Jenis Suara Masteran

Tidak semua jenis suara burung bisa diserap oleh Pleci dengan mudah. Burung Pleci memiliki daya ingat suara yang tak terbatas, namun terbatas dalam melafalannya. Karena keterbatasannya tersebutlah menjadikan Pleci tidak bisa menirukan suara semua burung. Ada beberapa jenis suara masteran Pleci yang mudah di ingat dan dilafalkan dengan baik. Jenis-jenis suara masteran Pleci Kolibri, trecetan burung Gereja, Gelatik Wingko, Mantenan, Ciblek, Prenjak, Blackthroat, Kenari, Herda Sanger, Goldfinch, Siskin, Mozambik dan lain-lain.

4. Waktu Pemasteran

Meskipun termasuk burung yang cerdas, namun Pleci juga tetap membutuhkan konsentrasi dalam menangkap suara masteran. Malam hari merupakan waktu yang pas dan tepat untuk pemasteran, karena ketika malam hari Pleci hanya diam, tidak terlalu aktif bergerak dan konsentrasi mendengarkan. Memaster pleci pada malam hari dapat anda lakukan pada pukul 10 malam hingga pukul 6 pagi. Namun anda juga bisa memaster Pleci ketika siang hari. Lakukanlah proses pemasteran setelah Pleci dimandikan dan dijemur di tempat yang nyaman, tenang dan kondusif.

5. Durasi Pemasteran

Proses memaster pleci sama halnya dengan belajar yang membutuhkan waktu cukup lama dan harus diulang-ulang. Cara memaster pleci yang benar dan baik setidaknya dilakukan minimal 4 jam dalam sehari. Anda juga dapat melakukannya di malam hari hingga pagi hari dengan kondisi yang mendukung.

6. Teknik Pengulangan Suara

Bisa karena terbiasa, mungkin ini juga pedoman yang dapat kita pegang saat memaster Pleci. Teknik pengulangan suara sangat dianjurkan atau diharuskan agar Pleci dapat menyimpan serta menjaga memori ingatannya tentang suara masteran yang telah diberikan. Anda bisa melakukan teknik pengulangan suara masteran secara berkala dengan membuat daftar playlist yang dapat diputar berulang-ulang.

7. Terapi Pemasteran

Memaster Pleci tidak akan berjalan sempurna jika tidak adanya terapi air mengalir. Mengapa bisa demikian? Karena, rata rata burung Pleci bertempat tinggal dan hidup di wilayah yang berdekatan dengan air. Oleh sebab itu, jika anda ingin berhasil memaster Pleci, anda harus membuat suasana tempat pemasteran seperti suasana alam yang paling disukai Pleci.

8. Kondisi burung

Kondisi burung Pleci yang ingin di master harus sehat dan vit. Yang paling penting yaitu memaster Pleci saat kondisnya sedang nyulam, moulting atau mabung. Di saat itulah rata-rata Pleci yang sedang menumbuhkan bulu sedang mengalami peningkatan siklus metabolisme. Dari situlah kebanyakan pleci mudah mengingat suara masteran yang kita berikan..

9. Kondisi Lingkungan Pemasteran

Kondisi lingkungan yang aman, tenang, nyaman dan kondusif adalah kondisi yang dapat mendukung proses memaster pleci. Usahakan menempatkan burung yang ingin dimaster dalam kondisi nyaman, janangan menempatkan di tempat gaduh.  Jika kita menempatkan Pleci ditempat gaduh maka pada saat proses pemasteran akan terganggu.

10. Asupan Multivitamin

Pleci merupakan burung yang tergolong pintar dan cerdas. Burung tersebut akan semakin cerdas jika didukung dengan asupan multivitamin yang tepat agar kesehatannya terjaga. Dengan kondisi yang fit akan membuat pleci semakin cepat dalam menghafal suara masteran yang diberikan.

Baca Juga: Racikan Khusus Minuman Pleci Juara

Itulah beberapa tips jitu cara memaster pleci yang tepat dan benar agar cepat gacor. Memaster burung Pleci dapat kita lakukan dengan memberikan suara masteran berupa mp3 ataupun dari burung asli yang sudah bisa gacor. Semoga dapat anda terapkan dan anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan patah semangat saat proses pemasteran Pleci bakalan. Ada juga dapat melihat atau membaca perawatan Pleci lainnya.

19 Jenis Pleci, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

hewan.id – Jenis Pleci ada berbagai macam, meraka tersebar luas keseluruh penjuru Indonesia. Banyak pecinta burung Pleci atau burung kacamata ini bimbang ketika memilih jenis Pleci apa yang mudah gacor, ngalas dan ngerol. Saking banyaknya jenis burung kacamata ini terkadang membuat para kicau mania sulit untuk membuatnya gacor dan ngalas. Sebenarnya kunci membuat Pleci rajin berbunyi yaitu di perawatan harian dan Ef tambahan.

Jenis Pleci, Spesies Pleci, Ragam Pleci, Macam Pleci, Gambar Pleci

Sebelum mengenal seberapa banyak jenis Pleci mari kita bahas dulu asal-usul burung kacamata ini. Burung Pleci adalah burung yang memiliki lingkaran putih di sekitar mata (Kacamata). Pleci sendiri masuk kedalam suku Zosteropidae, mereka memiliki jumlah dan spesies yang begitu banyak.

Dari begitu banyaknya jenis Zosterops, Pleci Dakun Maput lah yang banyak di minati oleh para pleman. Dakun Maput mempunyi kelebihan yaitu suaranya keras dan kristal. Dari kelebihannya tersebut harga Pleci Dada Kuning Mata Putih yang berasal dari Gurung Muria sangat mahal.

Selain Maput, plemania sering  memilih jenis burung Pleci Dakun Macok atau Pleci Dada Kuning Mata Coklat. Pleci jenis ini perawatannya sangat mudah dan gampang bunyi atau gacor. Bicara soal mental, Dakun Macok lah yang paling unggul.

Nah bila kita ingin mengenal lebih jauh jenis burung berkacamata ini, kita harus tahu keunggulannya masing masing. Karena setiap spesies atau jenis Pleci mempunyai ciri khusus di suara dan tubuhnya.

Berikut ini merupakan jenis-jenis burung Pleci yang tersebar di Indonesia dengan keunggulannya, ciri fisik, warna dan habitatnya masing-masing :

1. Pleci Dakun Maput  / Pleci Dada Kuning Mata Putih

Pleci Dakun Maput, Pleci Dakun Mata Putih, Pleci Muria

Pleci Dakun Maput atau orang sering mengenalnya dengan sebutan Pleci Dada Kuning Mata Putih adalah jenis Pleci yang berhabitat di Jawa. Lebih tepatnya berasal dari gunung Muria Kudus. Banyak orang yang mengatakan bahwa jenis Pleci ini paling istimewa, karena mempunyai suara kristal dan bening. Harga Pleci Dada Kuning Mata Putih ini bisa di bilang lebih mahal dari jenis Pleci lainnya.

Ciri-Ciri Pleci Dakun Maput :

  • Habitat : Jawa (Kudus)
  • Warna : Dada : Kuning, Punggung : Hijau kekuningan
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Kristal, Bening
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Putih
  • Harga : Bakalan : Rp. 350.000 – 1.000.000, Juara / Bunyi : Rp. 750.000 – 2.000.000

2. Pleci Dakun Macok / Pleci Dakun Kuning Mata Coklat

Pleci Dakun Macok, Pleci Dakun Mata Coklat

Pleci Dakun Macok atau Dakun Kuning Mata Coklat menjadi salah satu jenis pleci yang paling banyak dipelihara oleh para Pleman. Jenis Pleci Dakun Macok menjadi fovorit dikalangan pecinta burung kacamata karena suaranya yang jernih dan keras. Harga Pleci Dada Kuning Mata Koclat ini bisa di bilang murah, jika masih bakalan atau bahan.

Ciri-Ciri Pleci Dakun Macok :

  • Habitat : Pulau Jawa
  • Warna : Dada : Kuning, Punggung : Hijau kekuningan
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Bening, Keras
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 50.000 – 150.000, Juara / Bunyi : Rp. 500.000 – 2.000.000

3. Pleci Dakun Marmer / Pleci Dakun Kuning Mata Merah

Pleci Dakun Mata Merah, Pleci Dakun Marmer

Pleci Dakun Marmer atau Pleci Dada Kuning Mata Merah merupakan salah satu jenis Pleci yang lagi diminati oleh para pleman. Burung Pleci ini katanya mempunyai mental yang kuat dan volume suara yang keras. Habitat jenis burung Pleci Dakun Marmer yaitu di sekitar Gunung Merapi. Rata-rata Pleci Merapi memiliki iris mata berwarna merah. Warna merah menandakan kalau sifat burung ini kejam dan tangguh.

Ciri-Ciri Pleci Dakun Mata Merah :

  • Habitat : Pulau Jawa (Gunung Merapi)
  • Warna : Dada : Kuning, Punggung : Hijau kekuningan
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Bening, Keras
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Merah
  • Harga : Bakalan : Rp. 100.000 – 250.000, Juara / Bunyi : Rp. 500.000 – 2.000.000

4. Pleci Dakun Bali / Pleci Dakbal / Pleci Dakun Kuning Bali

Pleci Dakun Bali, Pleci Dakbal

Pleci Dakbal atau Dakun Bali secara fisik hampir sama dengan Pleci Macok dan Maput. Akan tetapi postur atau ukuran tubuh jenis Pleci ini lebih besar dari Pleci Jawa. Berbedaan yang paling menonjol yaitu pada bagian lingkar putih di sekitar mata lebih lebar serta suaranya mirip dengan ayam alas ketika berkicau. Dari kelibihanya tersebut, Dakun Bali mempunyai mental yang tidak terlalu bagus atau buruk serta terlalu banyak jeda ketika berbunyi.

Ciri-Ciri Pleci Dakun Bali :

  • Habitat : Bali
  • Warna : Dada : Kuning, Punggung : Hijau kekuningan
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Keras, Seperti Ayam Alas
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 75.000 – 150.000, Juara / Bunyi : Rp. 400.000 – 1.000.000

5. Pleci Dakun Garut / Pleci Dakun Kuning Garut

Pleci Dakun Garut

Burung Pleci Dakun Garut sekarang ini menjadi incara para pleman, karena sering mendominasi diajang perlombaan. Ciri dari Pleci Garut yaitu memiliki paruh panjang dan lebar, warna bulu bagian dada berwarna kuning bening. Sedangkan pada bagian lingkaran mata rata-rata mempunyai warna kuning kegelap-gelapan. Untuk tipe suara dari jenis Pleci ini yaitu ngerol serta tembakan yang keras dan bervariasi.

Ciri-Ciri Pleci Dakun Garut :

  • Habitat : Jawa Barat
  • Warna : Dada : Kuning, Punggung : Kuning Bening
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Ngerol, Keras
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 50.000 – 150.000, Juara / Bunyi : Rp. 250.000 – 1.000.000

6. Pleci Dakun Jatim / Pleci Dada Kuning Jawa Timur / Zosterops P. Flavus

Pleci Dakun Jatim

Burung Pleci Dakun Jatim atau yang mempunyai nama latin Zosterops Flavus berhabitan di daerah Jawa Timur. Ciri paling spesifik dari jenis Pleci ini yaitu warna punggung dan dada lebih cerah serta tidak ada garis mata hitamnya pada mata.

Ciri-Ciri Pleci Dakun jatim :

  • Habitat : Jawa Timur, Jawa
  • Warna : Dada : Kuning, Punggung : Kuning Zaitun
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Ngerol, Keras
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 100.000 – 200.000, Juara / Bunyi : Rp. 250.000 – 1.000.000

7. Pleci Lombok / Pleci Kecial / Zosterops Chloris Maxi

Pleci Lombok, Pleci Kecial

Pleci Lombok atau Pleci Kecial mempunyai nama latin Zosterops Chloris Maxi. Pleci Kecial lombok berhabitat di dua pulau yang berdekatan, yaitu Nusa Penida (Bali) dan Pulau Lombok (Nusa Tenggara Barat).

Burung Pleci Kuning Lombok atau Kecial Lombok, sekarang ini banyak disukai oleh para pleman di Indonesia. Bahkan jenis Pleci ini sudah banyak sekali diperlombakan di Pulau Lombok ketika menjelang sore hari.

Ciri-Ciri Pleci Lombok :

  • Habitat : Lombok, Bali, NTB
  • Warna : Dada : Kuning, Punggung : Kuning
  • Ukuran : Keicl
  • Tipe Suara : Nada Call seperti anak ayam
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 50.000 – 100.000, Juara / Bunyi : Rp. 150.000 – 500.000

8. Pleci Buxtoni / Zosterops Palpebrosus Buxtoni

Pleci Buxtoni

Pleci Buxtoni masih dalam sub-spesies oriental white-eye (Zosterops palpebrosus). Jenis Pleci Buxtoni rata-rata mempunyai tubuh kecil. Walaupun dengan tubuh yang kecil, namun burung satu ini mempunyai jenis suara yang mengkristal.

Ciri-Ciri Pleci Buxtoni :

  • Habitat : Pulau Sumatera, Jawa Barat
  • Warna : Dada : Abu-abu, Punggung : Kuning
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Bening, Keras, Kristal, Melengking
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat / Putih
  • Harga : Bakalan : Rp. 50.000 – 150.000, Juara / Bunyi : Rp. 400.000 – 1.000.000

9. Pleci Auriventer / Pleci Auri / Zosterops Palpebrosus Auriventer

Pleci Auriventer, Pleci Auri

Pleci Auriventer atau yang bernama latin Zosterops palpebrosus auriventer ini sering kita temukan di hutan bakau, bahkan di berbagai pesisir pantai. Mereka tersebar di berbagai wilayah yang ada di ASIAN seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Myanmar dan Indonesia. Di Indonesia sendiri banyak kita jumpai di pesisir pantai timur Sumatera, Pulau Bangka, Kepulauan Riau, Kalimantan dan Kepulauan Natuna Selatan.

Pleci Auri mempunyai ciri khas khusus soal kicauannya. Suara ngebass baik suara kicauan (song) maupun nada panggilan (call).

Ciri-Ciri Pleci Auriventer :

  • Habitat : Sumatera, Bangka, Riau, Kalimantan
  • Warna : Dada : Abu-abu, Punggung : Kuning
  • Ukuran : Lebih besar dari Dakun
  • Tipe Suara : Ngebass, Mendayu
  • Kaca Mata : Tebal
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 125.000 – 200.000, Juara / Bunyi : Rp. 350.000 – 1.000.000

10. Pleci Montanus / Pleci Mouty / Zosterops montanus

Pleci Montanus

Pleci Montanus atau yang bernama latin Zosterops montanus merupakan spesies yang berbeda dengan Auri dan Buxtoni. Burung Pleci Mouty juga sering disebut orang sebagai kacamata gunung. Jenis Pleci ini mempunyai ukuran postur tubuh sekitar 11 cm, atau lebih besar dari Buxtoni dan Auri. Ciri yang nampak dari pleci ini yaitu bulu perutnya berwarna putih keabu-abuan, serta pada bagian sisi tubuh berwarna kecokelatan. Habitat dari jenis Pleci Montanus yaitu tersebar di Sumatera, Bali, Jawa Sulawesi, Nusa tenggara dan Maluku.

Ciri-Ciri Pleci Montanus :

  • Habitat : Sumatera, Bali, Jawa Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku
  • Warna : Dada : Abu-abu, Punggung : Kuning, Bulu Pinggir : Kecoklatan
  • Ukuran : Lebih besar dari Dakun
  • Tipe Suara : Kasar, Keras, Nada call seperti ditahan di tenggorokan
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Putih
  • Harga : Bakalan : Rp. 50.000 – 150.000, Juara / Bunyi : Rp. 300.000 – 1.000.000

11. Pleci Salvadori Enggano / Pleci Enggano / Zosterops Salvadorii

Pleci Salvadori Enggano

Pleci Salvadori Enggano atau yang bernama latin Zosterops Salvadorii merupakan jenis Pleci yang berhabitat di Pulau Enggano. Burung Pleci Enggano mempunyai ukuran badan yang cukup besar. Ciri yang nampak dari burung ini yaitu punggungnya berwarnya kekuningan serta dada berwarna abu-abu gelap dan juga warna kepala yang agak kehitaman.

Ciri-Ciri Pleci Salvadori Enggano :

  • Habitat : Sumatera
  • Warna : Dada : Abu-abu, Punggung : Kekuningan, Kepala : Kehitaman
  • Ukuran : Besar
  • Tipe Suara : Keras, Ngebass
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 50.000 – 100.000, Juara / Bunyi : Rp. 250.000 – 1.000.000

12. Pleci Black Capped / Pleci Topi Hitam / Zosterops Atricapilla

pleci black capped

Pleci Black-Cap atau biasa disebut Pleci Topi Hitam hanya ada di Indonesia. Burung ini mempunyai subspesies yaitu Zosterops atricapilla viridicatus dan Zosterops atricapilla atricapilla. Kenapa bisa disebut Topi Hitam? Karena memiliki dahi berwarna hitam. Jenis Pleci satu ini memiliki sifat sangat agresif serta mempunyai postur badan yang sama dengan Pleci Dakun.

Ciri-Ciri Pleci Black Capped :

  • Habitat : Sumatera, Aceh
  • Warna : Dada : Abu-abu, Punggung : Kekuningan, Ujung Kepala : Kehitaman
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Lantang, Indah
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat / Putih
  • Harga : Bakalan : Rp. 200.000 – 350.000, Juara / Bunyi : Rp. 400.000 – 1.000.000

13. Pleci Papua / Pleci Dagu Kuning / Zosterops Minor

Pleci Dagu Kuning

Pleci Papua atau Pleci Dagu Kuning mempunyai nama latin Zosterops Minor ini memiliki ukuran tubuh yang kecil dan panjangnya sekitar 11 cm. Ciri pada burung ini yaitu memiliki dada putih cerah, serta terdapat warna kuning pada tenggorokannya. Pada bagian lingkar mata berwarna putih dan lebar, akan tetapi terputus. Pleci Papua juga memiliki dahi perwarna hitam dan terdapat mahkota dan penutup telinga yang berwarna hijau kekuningan.

Ciri-Ciri Pleci Papua :

  • Habitat : Papua
  • Warna : Dada : Putih, Punggung : Kekuningan Kehijauan, Dahi : Kehitaman, Tenggoroan: Kuning
  • Ukuran : Kecil
  • Tipe Suara : Lirih, Ngebass
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 100.000 – 250.000, Juara / Bunyi : Rp. 350.000 – 700.000

14. Pleci Sulawesi / Pleci Dahi Hitam / Zosterops Atrifrons

Pleci Dahi Hitam

Pleci Sulawesi atau Pleci Dahi Hitam mempunyai nama latin Zosterops Atrifrons memiliki sifat yang agresif. Burung Peci Dahi Hitam merupakan spesies burung dari famili Zosteropidae yang sangat mirip sekali dengan burung Pleci Black Capped / Pleci Topi Hitam.

Jenis Pleci ini tersebar di Indonesia, yaitu di Kepulauan Sula, Pulau Seram dan Pulau Sulawesi. Ukuran tubuh dari Pleci Dahi Hitam yakni 11 -12 cm. Burung Zosterops Atrifrons memiliki ciri yaitu warna hitam di dahi, abu-abu di dada dan hijau kekuningan di punggung.

Ciri-Ciri Pleci Dahi Hitam :

  • Habitat : Sulawesi, Sula, Seram
  • Warna : Dada : Abu-abu, Punggung : Kekuningan Kehijauan, Dahi : Kehitaman
  • Ukuran : Kecil
  • Tipe Suara : Lirih, Ngebass
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : Bakalan : Rp. 75.000 – 150.000, Juara / Bunyi : Rp. 250.000 – 500.000

15. Pleci Arfak / Zosterops Fuscicapilla

Pleci Arfak

Burung kacamata arfak atau yang bernama latin Zosterops fuscicapilla hanya bisa kita jumpai di sekitar Papua. Pleci Arfak memiliki ukuran tubuh yaitu 9,5 sempai 11 cm. Burung kecil ini mempunyai lingkaran mata tebal berwarna putih. Bagian tubuh bawah berwarna kuning tersapu zaitun, sedangkan dahi dan muka tampak kehitaman.

Ciri-Ciri Pleci Arfak :

  • Habitat : Papua
  • Warna : Dada : Kuning Zaitun, Punggung : Kekuningan Kehijauan, Dahi : Kehitaman
  • Ukuran : Kecil
  • Tipe Suara : Lirih, Tsyew, Seperti Gereja
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : –

16. Pleci Biak / Zosterops Mysorensis

Pleci Biak atau bernama latin Zosterops Mysorensis merupakan jenis Pleci yang tidak memiliki lingkar mata. Ukutan tubuh burung ini yaitu 10,5 sampai 11 cm. Habitat dari Pleci biak yaitu di Papua dan hanya bisa di jumpai di Pulau Biak.

Pleci Biak

Ciri-Ciri Pleci Biak :

  • Habitat : Papua
  • Warna : Dada : Abu-abu, Punggung : Kekuningan Kehijauan
  • Ukuran : Standart
  • Tipe Suara : Keras, Monoton
  • Kaca Mata : Standart
  • Iris Mata : Coklat
  • Harga : –

17. Pleci Makasar / Zosterops Anomalus

Pleci Makasar

Pleci Makasar atau Zosterops Anomalus mempunyai tubuh yang lebih besar dari jenis Pleci pada umumnya. Burung kacamata Makasar memiliki ukuran badan 12 cm. Ciri dari pleci ini mempunyai lingkran mata berwarna hitam, perut putih, tenggorokan kuning dan ekor bagian bawah bawah putih. Pleci Makasar berhabitat di Sulawesi Selatan.

18. Pleci Halmahera / Zosterops Atriceps

Pleci Halmahera

Pleci Halmahera mempunyai ukuran tubuh besar yaitu 12 cm. Sedangkan ciri-ciri dari burung ini yaitu memiliki perut dan tenggorokan berwarna putih, kepala berwarna hitam kecokelatan serta bagian bawah ekor berwarna kuning pucat. Burung Pleci Halmahera berhabitat di Maluku Utara

19. Pleci Wallacea / Zosterops Wallacei

Pleci Wallacea

Burung Pleci Wallacea mempunyai tubuh sepanjang 11,5 cm. Sedangkan ciri-ciri dari burung ini yaitu mimiliki tenggorokan dan dahi muka berwarna kuning. Bagian perut berwarna putih serta pantat berwarna kuning. Burung Pleci Wallacea  berhabitat di Rinca, Flores, Sumba, Komododan Besar.

Baca Juga: Racikan Khusus Minuman Pleci Juara

Itulah beberapa jenis Pleci yang ada di Indonesia. Kita dapat pengenali jenis burung Pleci setelah tahu ciri fisik, jenis suara dan habitat asalnya. Maka bagia anda yang ingin membeli Pleci bakalan atau bahan, artikel ini bisa menjadi acuan agar anda mendapat Pleci yang diinginkan. Ingat setian spesies atau jenis burung kacamata ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing masing.

9 Cara Merawat Pleci Harian Agar Gacor dan Ngerol

hewan.id – Pleci merupakan burung yang mudah bunyi dan gacor. Jika ingin membuat Pleci gacor setiap hari perlu perawatan yang konsisten. Merawat Pleci harian yang konsisten dan teratur dapat mengelurkan kinerja maksimalnya.

Sebelum kita menerapkan perawatan pleci harian, sebaiknya anda harus memahami karakter burung tersebut. Nantinya setelah anda paham karakter Pleci tersebut, maka akan mudah menerapkan perawatan hariannya.

Merawat Pleci Harian

Untuk memahami karakter sebuah Pleci perlu percobaan berulang kali. Di usahakan kita harus terus mengamati dan perubahan apa yang sudah terjadi. Biasanya untuk Pleci bakalan membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus banyak melakukan uji coba atau setingan.

Pada saat mencari setingan atau cara merawat Pleci harian agar gacor, biasanya yang menjadi tolak ukur yaitu birahi. Bisa membuat birahi burung tersebut stabil, maka anda sudah menemukan cara perawatan pleci hariannya.

Perawatan Pleci

Pada dasarnya, burung Pleci akan rajin berbunyi apabila kita merawatnya dengan baik, benar dan konsisten. Namun apabila anda memeliharanya secara biasa saja dan tanpa memperhatikan pola perawatan harian yang sesuai, maka hasilnya tidak akan maksimal.

Adapun tips pemeliharaan atau cara merawat Pleci harian agar rajin berbunyi. Contoh saja pewaratan harian Pleci harus konsisten mulai dari pengembunan, mandi, penjemuran, pemberian pakan, pemasteran dan pemberian EF (ekstra fooding). Untuk lebih lengkapnya lagi, anda bisa melihat beberapa tips cara merawat Pleci harian yang berhasil kami rangkum.

Cara-Cara Merawat Pleci Harian Agar Gacor dan Ngerol :

1. Pengembunan Pleci

Cara pengembunan Pleci yangbaik yaitu dengan menggantung pleci diluar ruangan. Cara ini hampir sama dengan metode penjemuran yang anda lakukan setiap di pagi hari. Perbedaannya, kalau penjemuran dilakukan saat terbitnya matahari, nah untuk pengembunan dilakukan sebelum matahari terbit. Pengembunan Pleci yang baik yaitu sekitar pukul 05.00 hingga 06.00.

Pengembunan ini bertujuan agar Pleci menghirup udara segar dan bisa dimanfaatkan untuk berlatih pernafasan. Melakukukan pengembunan secara teratur, maca otomatis pernafasan burung kacamata ini akan lebih bagus. Pengembunan juga dapat membuat Pleci rajin berbunyi, ngalas dan bongkar isian.

2. Memandikan Pleci

Setelah proses pengembunan, anda bisa memandikan burung Pleci dengan cara disemprot atau diberi cepuk mandi. Memandikan pleci secara teratur dapat menyebabkan burung sehat, terhindar dari kuman, dan cepat berbunyi.

3. Pembersihan Sangkar Pleci

Jika anda sudah selesai memandikannya anda juga tidak boleh lupa dengan kebersihan kandang Pleci anda. Bersihkan kandang dari sisa kotoran atau pakan. Gantilah pakan Pleci dengan yang baru minimal dua hari sekali. Selain itu jangan lupa pula untuk mengganti air minum Pleci yang ada di dalam sangkar. Pembersihan sangkar merupakan cara merawat Pleci harian agar burung tetap terjaga kesehatnnya.

4. Menjemur Pleci

Setelah membersihkan sangkar, tapatnya pada jam 7 pagi hingga jam 10 siang usahakan untuk menjemur Pleci. Ketika saat menjemur, usahakan jangan ada makanan dan air minum. Hal ini bertujuan untuk mengatur pernafasan burung. Ingat jangan sampai menjemur Pleci lebih dari jam 10, karena tidak baik untuk kesehatannya.

5. Memberi Pakan dan EF Pleci

Cara merawat pleci harian agar gacor selanjutnya yaitu dengan memberi pakan yang bernutrisi. Misalnya dengan memberikan 4 ulat hongkong sembari menggentang burung di tempat yang teduh. Selain itu anda juga dapat memberinya buah apel atau dengan diolesi madu. Untuk pakan Pleci berupa serangga anda bisa menggunakan kroto, jangkrik kecil atau ulat kandang secukupnya.

6. Memberi Minuman dan Vitamin Pleci

Minuman Pleci yang baik selain air matang yaitu Mizone, Larutan, YOU C1000, dan Vitamin Water. Selain minuman, kita juga harus memberi vitamin terhadap burung tersebut, agar sehat dan rajin berkicau. Vitamin Pleci agar cepat gacor dan sehat yaitu Ebod Vit, Kristal, Ebod Joos dan lainnya. Usahakan untuk memberi vitamin secara rutin.

6. Memandikan Pleci di Sore Hari

Pada sore hari sekitar jam 4 sore, mandikan kembali burung pleci anda sesuai dengan kebutuhan dan jangan lupa juga untuk membersihkan sangkarnya. Setelah itu jemur burung di tempat yang teduh.

7. Memaster Pleci

Pemasteran bertujuan untuk merawat Pleci harian agar gacor. Metode pemasteran Pleci berguna untuk menunjang kemampuan kicau burung kacamata ini. Untuk memaster sendiri, kita bisa mengunakan suara masteran yang baik dan sesuai seperti Kenari, Ciblek, Gelatik dan yang lainnya. Lakukan metode pemasteran setian hari, agar Pleci mempunyai memori suara yang banyak.

8. Mengumbar Pleci

Dengan mengumbar Pleci minimal 2 kali seminggu akan mengakibatkan burung rajin berkicau, sehat dan terhindar lemak yang menumpuk. Selain sehat tentu burung Pleci yang kita umbar akan merasa senang sebagai terapi kebosanan didalam sangkar kecil.

9. Mengkoloni Pleci

Mengkoloni bernamfaat sekali untuk Pleci. Kita di habitatnya sana Pleci selalu berkoloni. Manfaat koloni untuk Pleci yaitu sebagai alat pengecasan dan menstabilkan birahi Pleci. Proses mengkoloni burung kacamata ini yang baik yaitu ketika pagi hari.

Baca Juga: 19 Jenis Pleci, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Nah itulah cara merawat Pleci harian agar gacor, ngerol dan ngalas. Merawat Pleci agar gacor bisa dikatakan cukup sederhana dan mudah, terlebih jika kita sudah mengetahui bagaimana karakter si burung pleci berkicau tersebut. Ada juga dapat membaca perawatan pleci lainnya.

10 Cara Mudah Mengatasi Pleci Salto dengan Cepat

hewan.id – Cara mudah dan akurat mengatasi Pleci salto atau jungkir balik dengan terapi alami secara cepat. Kebiasan burung Pleci yang suka salto terkadang terlihat sangat mengganggu khususnya bagi kita yang sering lomba atau sekedar memeliharanya. Burung Pleci salto akan terkesan seperti giras dan belum mapan.

Cara Mengatasi Pleci Salto

 

Untuk mengatasi burung Pleci yang gemar salto memang bisa dikatakan tidak mudah dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Kita sebagai pemelihara harus mampu mengetahui penyebab Pleci suka salto. Apakah karena tangkringan dengan ukuran yang kurang pas atau penempatannya yang salah. Bahkan bisa juga karena sangkarnya yang terlalu sempit atau bahkan terlalul uas. Yang lebih parah lagi burung Pleci dalam kondisi stress karena terganggu oleh hewan lain dan sebagainya.

Salto pada burung Pleci juga dapat mengganggu dan menghambat kerja burung anda saat buka paruh atau ngerol. Bahkan yang lebih fatal dapat mengurangi penilaian saat lomba.

Pleci Salto

Memang banyak sekali faktor yang melatar belakangi mengapa Pleci menjadi salto karena setiap burung memiliki karakter berbeda-beda. Maka pilihlah bakalan pleci yang bagus dan tidak terbiasa melakukan salto. Nah simaklah cara-cara di bawah ini agar anda dapat mengatasi Pleci salto.

Cara-Cara Mengatasi Pleci Salto:

1. Menutup Bagian Atas Sangkar

Pencegahan dan mengatasi Pleci Salto dapat kita lakukan dengan menutup sangkar pada bagian atas. Fungsi menutup sangkar bagian atas yaitu agar burung Pleci tidak salto dan melatih burung agar jinak.

2. Menempatkan di Sangkar Besar

Cubalah untuk meletakan Pleci yang suka salto di sangkar yang cukup luas dan besar. Tujuannya yaitu agar mereka lupa dengan kebiasaan salto yang sering dilakukannya. Anda dapat meletak sangkar di dekat suara gemericik air, karena burung Pleci akan merasa lebih nyaman, damai dan lupa kebiasanya salto.

3. Memasang Pembatas Karet

Cara mengatasi Pleci Salto selanjutnya yaitu memberi ranjau berupa karet gelang pada bagian atas tangkringan. Tujuannya agar saat Pleci melakukan salto mengenai karet tersebut dan menjadi jera hingga kapok dengan aktifitas saltonya.

4. Menjauhkan dari Burung Lain

Burung Pleci yang suka salto harus dijauhkan dari burung lain, apalagi jika burung sejenis yang ada di sekitarnya juga memiliki kebiasaan salto. Hal ini bertujuan agar burung tidak mengikuti kebiasaan burung tersebut atau tidak meniru.

5. Mengurangi EF

Untuk mengatasi burung Pleci salto, Extra Fooding (EF) atau pakan tambahan harus dikurangi. Jika tidak, maka burung tersebut akan Over Birahi (OB). Over Birahi juga dapat mengakibatkan kebiasaan Pleci untuk melakukan salto.

6. Berilah Vitamin

Burung dengan kebiasaan suka menarik kebelakang kepalanya dan mendongak hingga hampir terjatuh akan mendorongnya untuk melakukan salto agar tubuhnya menjadi seimbang. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya asupan mineral magnesium (Mg). Maka dari itu berikan asupan mineral yang cukup supaya burung tidak kekurangan mineral. Kekurangan air mineral dapat menyebabkan fatal bagi kesehatannya.

7. Mengubah Ukuran Tangkringan

Kebiasaan salto yang sering dilakukan oleh Pleci diakibatkan karena ukuran tangkringan yang tidak sesuai atau pas. Untuk itu anda bisa mengubah ukuran tangkringan burung pleci dengan ukuran yang pas untuk genggamannya.

8. Mengubah Posisi Tangkringan

Ubahlah posisi tangkringan burung agar burung pleci misalnya dengan memasang 1 tangkringan di bagian atas dan 2 tangkringan di bagian bawah pada posisi yang sejajar.

9. Menerapkan Pola Mandi yang Benar

Biasakan untuk memandikan burung dengan cara menyemprotkannya air dari arah atas bukan dari arah samping. Tujuannya supaya Pleci merasa lebih tenang dan menghindari agar tidak terbiasa salto.

10. Membiasakan Mandi Malam

Untuk mengatasi Pleci salto, Anda bisa memandikan burung ketika malam hari. Usahakan setelah mandi burung kemudian diangin-anginkan di luar selama 1 sampai 2 jam.

Baca Juga: 19 Jenis Pleci, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Burung Pleci yang mempunyai kebiasaan suka salto biasanya mesih belum merasa nyaman dan mapan pada sangkar di lingkungan barunya. Untuk itu buatlah lingkungan yang senyaman mungkin agar sang burung menjadi terkendali, misalnya dengan meletakkan sangkar pada tempat yang sejuk, sepi dan terhindar dari bahaya.

Mengatasi Pleci agar tidak bisa dikatakan cukup sederhana dan mudah, terlebih jika kita sudah mengetahui bagaimana karakter burung Pleci tersebut. Ada juga dapat membaca perawatan pleci lainnya.

25 Cara Memilih Pleci Bakalan yang Bagus dan Prospek

hewan.id – Cara memilih Pleci bakalan, obyokan atau bahan yang bagus dan prospek juara. Daya tarik dan pesona burung Pleci (Zosterops) memang masih banyak diminati para Plemania. Para kicau mania menyukai dan inging memiliki Pleci karena disamping harga bakalannya yang murah, namun kualitas suara yang selalu dikeluarkan burung kacamata ini juga sangat merdu.

Memilih Pleci Bakalan, Cara Memilih Pleci Bakalan, Memilih Pleci Ombyokan, Memilih Pleci Bahan

Mungkin bagi para penggemar Zosterops, mereka sudah terbiasa dalam memilih Pleci bakalan yang bagus dan prospek. Akan tetapi bagi pemula, mereka sangat minim pengetahuan dan sudah sekali dalam menentukan dan memilih bakalan Pleci yang bagus. Sebenarnya foktor yang menentukan kita dapat mempunyai Pleci bakalan yang bagus yaitu pintar memilih, pandai merawat dan hoki.

Ingat sepandai pandainya orang memilih Pleci ombyokan atau bakalan di pasar, kalau tidak lagi hoki dan pintar merawat, maka akan sulit juga untuk burung tersebut juara.

Nah ketika anda ingin membeli serta memilih burung Pleci bakalan dengan kualitas bagus, akan lebih baik jika anda menyimak ulasan mengenai beberapa cara memilih Pleci bakalan yang bagus berikut ini :

1. Amati Kesehatan Pleci

Saat anda memilih Pleci bakalan atau ombyokan di pasar, hal utama yang harus anda perhatikan adalah bagaimana kondisi kesehatan burung pleci bakalan tersebut. Pada dasarnya burung Pleci yang dijual merupakan hasil dari tangkapan liar, melalui jaring maupun dipulut. Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa burung tersebut sedang dalam kondisi stress saat diletakkan dalam sangkar ombyokan.

Ciri Pleci kondisi yang sehat yaitu: aktif bergerak, nafsu makannya kuat, bulu tidak mengembang, tidak ada luka badan dan kondisi sayap mengepit.

2. Perhatikan Suara Kicau Pleci

Burung bakalan Pleci ketika sedang berkicau tentunya memiliki suara kicau yang berbeda dengan burung-burung yang lain. Bagi anda yang ingin membeli dan memilih Pleci bakalan yang prospek dapat melihat dari segi suara “cicitannya”.

3. Cermati Bentuk Paruh Pleci

Bentuk paruh burung dipercaya dapat dijadikan sebagai tolak ukur kualitas kicauannya dan juga ketajamannya dalam berkicau. Berikut ini beberapa jenis paruh burung dan juga kualitas suara yang mungkin dihasilkannya:

  1. Tidak terlalu panjang dan tebal : menandakan burung bakalan Pleci memiliki ketajaman suara yang baik dan rajin berkicau.
  2. Panjang dan tebal : menandakan burung bakalan Pleci memiliki suara keras dan berat, namun karakter suaranya seperti tertahan dan tidak lantang.
  3. Pendek dan Tebal:  menandakan burung bakalan Pleci memiliki suara tebal tapi jarang sekali berkicau.
  4. Pendek dan tipis :menandakan burung bakalan Pleci memiliki suara yang tipis dan jarang berkicau.

4. Usia Pleci

Kita tahu bahwa semakin muda usia burung Pleci bakalan atau bahan yang kita pilih, maka peluang untuk tingkat keberhasilan mencetak Pleci juara tersebut sesuai keinginan kita akan lebih besar. Mengapa harus seperti itu? Berikut ini alasannya :

  1. Burung Pleci muda mempunyai tingkat stres rendah dari pada Pleci bakalan yang usianya tua atau dewasa.
  2. Lebih mudah dan cepat sekali beradaptasi dengan lingkungan.
  3. Mudah sekali di master atau re-mastering sesuai keinginan kita.
  4. Memiliki jangka hidup lebih panjang.
  5. Lebih mudah membentuk karakter sesuai yang diingingkan.

5. Menentukan Jenis Kelamin

Sama seperti jenis burung yang lainnya, burung pleci bakalan yang bagus dan rajin berbunyi adalah burung pleci yang berjenis kelamin jantan. Untuk bisa membedakannya jantan dan betina Pleci bakalan anda bisa melihatnya baik dari segi fisik dan juga segi nonfisik / tingkah lakunya.

Baca Juga: Racikan Khusus Minuman Pleci Juara

Adabeberapa faktor penting yang harus kita tahu dan perhatikan dalam memilih Pleci bakalan. Ketika ingin membeli Pleci bakalan yang ungul dan berpertasi kita harus paham belut ciri-cirinya.

Ciri-Ciri Pleci Bakalan Bagus dan Calon Berpertasi :

  1. Berkelamin Jantan.
  2. Postur tubuh lebih panjang.
  3. Kaki jenjang.
  4. Kaki kering dan jari-jari panjang.
  5. Bentuk kepala lebih besar.
  6. Leher tebal dan panjang berisi.
  7. Dada berisi dan lebar atau berdada bidang
  8. Mempunyai paruh yang panjang dan besar.
  9. Berdiri kuat 30-45 derajat.
  10. Kelamin (Vent) menonjol tegak kisaran 30-80 derajat terhadap perut.
  11. Warna bulu lebih terlihat bersih dan kontras.
  12. Bulu kering dan mengkilap
  13. Mempunyai nada panggil “call” lebih nyaring dan lantang.
  14. Mata nampak besar dan terlihat menonjol keluar.
  15. Ekor lebih panjang.
  16. Gerak gerik lincah.
  17. Bagian ujung ekor cendrung berbentuk huruf “V” dan lebih tegas.
  18. Bentuk lingkaran mata berwarna putih dan cenderung lebih tebal.
  19. Usia burung matang.
  20. Sehat.

Baca Juga: 4 Cara Menjinakkan Pleci dengan Cepat dan Mudah

Itulah cara-cara memilih Pleci bakalan, ombyokan dan bahan yang bagus. Untuk mendapatkan serta mempunyai Pleci bakalan yang berkualitas bagus dibutuhkan kejelian dan ketelitian dalam memilih saat anda membelinya. Perhatikan ciri dan juga jenis Pleci yang bagus agar anda tidak kecewa di akhir.

10 Cara Membedakan Pleci Jantan Dan Betina Beserta Gambar

hewan.id – Cara membedakan Pleci jantan dan betina dengan mudah disertai gambar. Burung Pleci atau Zosterops merupakan salah satu burung kicau yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh para kicau mania baik dengan tujuan untuk dilombakan atau hanya sekedar untuk kesenangan semata. Selain harga burung kacamata ini yang terjangkau, para pecinta burung khususnya pleman juga jarang yang merasa kecewa setelah memeliharanya, karena burung Pleci ini termasuk burung yang mudah sekali mengeluarkan kicauan yang merdu.

Akan tetapi jika anda memang benar-benar berniat memelihara burung Pleci dengan tujuan untuk diadu dan didengarkan suara ocehannya yang indah, maka anda harus selektif dalam memilih burung Pleci yang benar.

Membedakan Pleci Jantan dan Betina

Keunggulan Pleci Jantan di Banding Betina?

Jika ingin mendengarkan suara burung Pleci yang indah, maka anda harus memilih Pleci yang berjenis kelamin jantan. Ini dikarenakan hanya Pleci jantanlah yang mampu berkicau dengan suara yang merdu gacor, ngalas dan ngerol. Sedangkan burung Pleci betina tidak bisa berkicau seperti yang anda harapkan.

Cara Mudah Membedakan Burung Pleci Jantan dan Betina :

Tips jitu untuk membedakan jenis kelamin antara Pleci jantan dan betina dapat dilihat dengan seksama mengenai beberapa ciri-ciri berikut:

1. Cara Membedakan Pleci Jantan dan Betina Berdasarkan Fisiknya :

1. Ekor

Burung Pleci berkelamin jantan mempunyai ukuran ekor yang lebih panjang jika dibandingkan dengan  Pleci betina. Ekor Pleci jantan mempunyai ujung yang runcing, terlihat seperti huruf “V”. Sedangkan ekor Pleci betina terlihat pendek dengan ujung yang rata.

2. Kepala

Bentuk kepala Pleci jantan terlihat agak bulat dan besar, dengan bagian paruh yang nampak kasar. Sedangkan kepala Pleci betina agak lebih kecil dan terlihat ramping.

3. Klep Mata

Pleci sering disebut sebagai burung kacamata, karena adanya klep atau lingkaran disekitar matanya. Rata-rata Pleci berkelamin jantan mempunyai lingkaran mata yang tebal dan putus-putus. Sedangkan rata-rata Pleci betina mempunyai klep mata yang tebal tanpa adanya putus.

4. Paruh

Bentuk pleci betina terlihat sedikit memanjang. Sedangkan bentuk paruh Pleci jantan berbentuk tebal dan agak pendek.

5. Body / Tubuh

Ukuran tubuh pleci jantan lebih cenderung panjang dan besar. Sedangkan  ukuran tubuh Pleci betina cenderung agak bulat dan pendek.

6. Warna Bulu

Warna bulu Pleci jantan lebih mencolok dan cerah. Sedangkan warna bulu Pleci betina terlihat kusam.

7. Pen / Dubur

Pleci jantan mempunyai dubur atau pen memanjang, serta terdapat banyak bulu disekitarnya. Sedangkan dubur atau pen pleci betina berbentuk kecil, serta terdapat sedikit bulu di seketarnya yang berfungsi untuk memudahkan penetrasi.

2. Cara Membedakan Pleci Jantan dan Betina Berdasarkan Tingkah Laku :

1. Suara

Jenis suara Pleci jantan akan terdengar lebih nyaring dan mengkristal dibanding betina. Akan tetapi cara membedakan Pleci jantan dan betina dari hal suara membutuhkan pengamatan ektra jeli dan teliti.

2. Agresif dan Lincah

Pleci jantan akan nampak agresif ataupun lincah dan suka bertarung antar sesama Pleci jika sedang dalam kandang umbaran maupun ombyokan.

3. Semprotan Air

Anda bisa membedakan Pleci jantan atau betina ketika masih diombyokan dengan cara menyemprotkan air kekepala burung. Jika janmbulnya terlihat dan pupil matanya mengecil. maka mendakan burung Pleci tersebut berkelamin jantan.

Untuk tahu cara membedakan Pleci jantan dan betina tidak hanya fisik serta tingkah lakunya saja, kita harus paham ciri-cirinya. Nah maka dari itu kita harus tahu ciri Pleci Jantan dan ciri Pleci betina di bawah ini.

Ciri-Ciri Pleci Jantan

  1. Pada umumnya Pleci jantan bentuk ekor lancip di bagian ujung atau membentuk huruf “V”.
  2. Kepala terlihat bulat dan besar.
  3. Klep pada bagian mata putus-putus dan terlihat tebal dibagian bawah.
  4. Dubur / Pen terlihat panjang, serta banyak bulu disekitarnya.
  5. Ukuran paruh lebih pendek.
  6. Warna bulu terlihat lebih tajam.
  7. Ukuran badan tebih panjang.
  8. Mempunyai warna tenggorokan hitam di bagian kanan dan kiri.

Ciri-Ciri Pleci Betina

  1. Pada umumnya Pleci betina bentuk ekor pendek dan bagian ujung rata.
  2. Kepala terlihat kecil.
  3. Klep pada bagian mata tidak terputus dan terlihat tebal.
  4. Dubur / Pen terlihat kecil, serta sedikit ditumbuhi bulu disekitarnya.
  5. Ukuran paruh panjang.
  6. Warna bulu terlihat kusam.
  7. Ukuran badan lebih bulat dan pendek.
  8. Mempunyai warna tenggorokan merah muda.

Baca Juga: 19 Jenis Pleci, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Demikian sedikit ulasan mengenai cara membedakan jenis kelamin pada burung Pleci jantan dan juga betina. Burung Pleci menjadi salah satu jenis burung pemakan serangga yang pemeliharaannya dan perawatan cenderung lebih mudah dari pada burung pemakan serangga yang lain.

9 Cara Membuat Pleci Buka Paruh dan Ngerol dengan Mudah

hewan.id – Membuat Pleci buka paruh sebenarnya hal yang mudah, akan tetapi harus teliti dan sabar untuk mendapatkan burung Pleci yang bervolume keras serta ngerol istimewa. Burung Pleci merupakan jenis burung kicau dengan ukuran kecil yang biasanya mudah menirukan suara dari sumber burung lain. Istilah lain yaitu Pleci merupakan jenis burung yang pintar dan cerdas. Burung pleci dengan kualitas yang bagus dapat bernyanyi dan berkicau dengan berbagai macam variasi suara yang indah sambil membuka paruhnya dan ngerol.

Pleci Buka Paruh, Cara Membuat Pleci Buka Paruh

Bagi para pecinta burung, memiliki burung pleci dengan kualitas seperti ini akan menjadikan kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Untuk memiliki burung seperti itu, anda membelinya di pasaran atau istilahnya membeli burung Pleci yang sudah jadi. Akan tetapi dibutuhkan nominal yang cukup tinggi, karena sudah jelas harga yang dipatok untuk burung Pleci kualitas tinggi ini pun juga lumayan mahal. Anda tidak perlu khawatir, ketika ingin mempunyai Pleci buka paruh kuncinya cuma satu yaitu soal perawatan hariannya.

Nah, sobat kicaumania tidak perlu khawatik, kami akan memberikan informasi mengenai cara membuat Pleci buka paruh dan ngeroll.

Cara-Cara Membuat Pleci Buka Paruh :

1. Berhenti Memberikan Pakan Buah-Buahan

Jika anda memiliki burung Pleci serta terbiasa memberinya pakan buah-buahan, maka sebaiknya mulai dari sekarang dihentikan saja. Gantilah dengan memberi pakan Pleci berupa ulat kandang dengan takaran setengah mangkok kecil. Harus diingat bukan ulat hongkong tapi ulat kandang . Ulat jenis ini dapat anda dapatkan di pasar unggas yang ada di sekitar anda.

2. Pengembunan Pleci Secara Rutin

Lakukanlah proses pengembunan Pleci di pagi hari. Waktu yang tepat untuk proses pengembunan yaitu pukul 5 sampai pukul 7 pagi. Fungsi dan manfaat mengembunkan Pleci yaitu dapat menyehatkan dan merangsang burung untuk baka paruh.

3. Memandikan Pleci Secara Teratur

Ada dapat mandikan burung dengan cara semprot, spray atau bisa juga dengan dibasahi dengan memberinya cepuk berisi air dengan tambahan shampo jati Jajar sebagai desinfektan untuk membunuh kuman. Foktor memandikan burung secara teratur sangat berpengaru dalam kinerja burung selain bermanfaat terhindar dari kuman.

4. Penjemuran Pleci

Setelah andamemandikan burng, tapatnya pada jam 7 pagi hingga jam 10 siang usahakan untuk menjemur Pleci. Ketika saat menjemur, usahakan jangan ada makanan dan air minum. Hal ini bertujuan untuk mengatur pernafasan burung. Ingat jangan sampai menjemur Pleci lebih dari jam 10, karena tidak baik untuk kesehatannya.

4. Memberi Multivitamin untuk Pleci

Setelah tahap penjemuran, langkah selanjutnya adalah memberi susu kental manis di siang hari dan juga minuman yang ditambah dengan vitamin Ebod Vit. Untuk takarannya yaitu dengan perbandingan 5 tetes Ebod Vit : 50 ml air.

5. Menempatkan Pleci di Tempat Sejuk dan Teduh

Angin-anginkan burung Pleci selama kurang lebih 15 menit di tempat yang teduh. Fungsi dari menempatkan Pleci di tempat yang teduh yaitu agar burung merasa tenang dan nyaman.

6. Proses Memaster Pleci

Setelah 15 menit berada di tempat yang sejuk, burung Pleci di kerodong dan di master. Proses memaster Pleci menggunakan MP3 dilakukan dengan volume yang keras minimal selama 1 jam.

7. Membuka Krodong Pleci Pada Malam Hari

Setibanya di malam hari, biarkan burung pleci kesayangan anda tanpa dikerodong dan gantunglah di tempat yang tinggi.

8. Mempraktekkan Secara Rutin

Lakukan tujuh cara diatas secara rutin sampai burung Pleci buka paruh dan ngerol.

9. Menganalisa

Jika burung Pleci yang sudah kita rawat sudah mau membuka paruh dan ngerol anda bisa mengubah menu makanan rutin yang anda berikan selama perawatan. Ubahlah dengan menu pakan lain seperti pisang dan juga voer.

Baca Juga: 4 Cara Melatih Pleci Agar Bersuara Lantang

Nah itulah cara membuat Pleci buka paruh dengan mudah, asalkan harus menikmati setiap prosesnya. Berapa cara cepat diatas bisa anda aplikasikan untuk membuat burung Pleci membuka paruhnya dan ngeroll.

4 Racikan Khusus Pakan Cucak Ijo Juara

Racikan khusus pakan cucak ijo juara dan bermasalah dalam hal kesehatan. Setelan pakan atau makanan cucak ijo sangat mempengaruhi kesehatan dan rajinnya burung cucak ijo tersebut berbunyi atau gacor.

Pemelihara Cucak Ijo pada zaman dahulu dalam mengatasi masalah perawatan selalu menggunakan ramuan tradisional, Hal tersebut dilakukan karena dahulu belum ada ramuan khusus untuk cucak ijo. Pengobatan pada Cucak ijo dengan ramuan tradisonal sudah banyak dibuktikan dan manjur dalam hasil dan tidak mahal.

Pakan Cucak Ijo, Burung Cucak Ijo

Pengobatan dengan menggunakan racikan dan ramuan tradisional, dapat memberikannya pada burung cucak ijo bisa menjadi alternative bagi anda sedang berkantong tipis. Karena bahan-bahan yang dibutuhkan sendiri tidak mahal atau tidak jarang anda dapatkan di sekitar lingkungan anda. Berikut beberapa ramuan racikan tradisional untuk atasi permasalahan burung Cucak Ijo  yang anda miliki.

4 Racikan Khusus Pakan Cucak Ijo Juara dan Bermasalah :

1. Cucak ijo yang Sulit Gacor

Ramuan tradisional berikut untuk mengatasi CI yang sudah berumur lebih dari 1 tahun namun tidak gacor.

Masukkan tempat muniman yang sudah berisi madu kedalam sangkar. Dengan cara mengoleskan pada pisang yang akan diberikan pada Cucak ijo . dan berikan EF berupa jangkrik satu ekor setiap pagi dan sore hari . Buang kepala jangkrik , lalu masukkan jahe ukuran sedang kedalam jangkrik .

2. Menjernihkan Kicauan atau Suara Cucak Ijo

Untuk anda yang burung Cucak ijo nya sedang mengalami atau terjangkit gejala suara serak. Cobalah dengan ramuan racikan berikut. Berikanlah sedikit air teh yang setengah manis dan campurkan jeruk nipis sebagai pengganti jatah minum burung cucak ijo anda. Tunggulah beberapa hari agar suara serak pada burung cucak ijo kembali jernih.

3. Menjaga Kesehatan Cucak Ijo

Untuk menjaga kesehatan Burung cucak adalah hal yang penting karena agar sering berkicau . Anda cukup menyediakan jahe, kencur, dan kunyit. Lalu semua bahan tersebut diparut dan diperas airnya. Lalu hasil perasan tersebut campur kedalam tempat minum burung. Berikan air perasan tersebut setelah proses penjemuran. Lakukan hal tersebut satu bulan sekali.

4.  Ramuan tradisional EF untuk cucak ijo

Makanan tambahan sangat diperlukan untuk burung peliharaan khususnya Cucak ijo .
Sebelumnya sediakan 1 putih telur, 2 sendok kroto bersih, 1 apel merah yang sudah di tumbuk atau dihaluskan. Setelah itu anda bisa campurkan semua bahan yang sudah anda persiakan dan aduk hingga merata. Selanjutnya siapkan wadah yang kedap udara conhnya toples plastik atau sejenisnya, setelah itu olesi minyak goreng.

Masukan ramuan pakan cucak ijo yang sudah anda buat tadi kedalam wadah. Letakkan atau anda taruh di dalam kulkas. Anda bisa memberikan Berikan ramuan tersebut 1 sendok teh atau secukupnya setelah burung Cucak Ijo dijemur. Ramuan yang disimpan dalam kulkas bisa bertahan kurang lebih selama 6 sampai 8 hari. Jika ramuan sudah berbau tidak sedap sebaiknya jangan diberikan kepada burung cucak ijo kesayangaan anda.

Lihat Juga:

6 Ciri Burung Cucak Ijo Kalimantan Yang Akurat

6 Cara Memilih Bakalan Cucak Ijo Bermental Juara

Sekian artikel tentang Racikan khusus pakan cucak ijo supaya sehat dan gacor yang sangat diperlukan sekali untuk cucak ijo kesayanagn anda. Selamat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

16 Cara Memaster Cucak Ijo Paling Efektif dan Benar

hewan.id – Cara pemasteran atau memaster Cucak Ijo paling efektif agar mudah menyerap suara masteran. Memaster Cucak Ijo bakalan, ombyokan atau bahan merupakan sebuah pekerjaan yang gampang-gampang sulit. Kita tahu proses pemasteran pada burung Cica Daun ini akan cepat masuk ketika masih berumur 1 bulanan atau sedang dalam kondis mabung. Berbeda ceritanya saat memaster Cucak Ijo yang habis dibeli dari pasar. Perlu cara pemasteran khusus agar burung bahan tersebut mau menyerap masteran dengan baik. Walaupun pada dasarnya burung CI pintar dalam menirukan suara burung lain secara bervariasi.

Memaster Cucak Ijo, Pemasteran Cucak Ijo

Ada dua metode yang baik dalam memaster Cucak Ijo yaitu :

  1. Mengunakan burung asli
  2. Menggunakan MP3 atau elektronik

Untuk metode yang sering dilakukan dalam memaster Cucak Ijo adalah langsung mendatangkan burung masteran atau mendengarkannya lewat mp3. Namun menurut Ijomania sendiri, cara mendatangkan langsung burung masteran dianggap lebih efisien karena suara yang dihasilkan lebih jelas dan memiliki iraman lagu yang langsung dapat diserap. Sedangkan jika kita memilih untuk  menggunakan perangkat audio, kita harus pintar-pintarnya memilih waktu yang tepat agar proses pemasteran. Selain itu perangkat yang kita pilih harus dengan kualitas yang baik serta harus sedikit diedit agar memiliki waktu jeda. Hal tersebut berfungsi agar burung Cucak Ijo tidak stress.

Cara pemasteran Cucak Ijo yang baik yaitu harus menggunakan burung master asli dengan cara meletakannya dekat dengan burung master. Sahabat kicaumania sendiri sering menggunakan jarak 2 meter denan burung yang akan di masterkan dalam keadaan di krodong. Burung masteran asli yang cocok untuk memaster Cucak Ijo yaitu Cucak Jenggot, Greja, Cililin, Lovebird, Ciblek Kebun, dan Kenari. Menurut kicaumania suara burung tersebut sudah cukup untuk dijadikan isian burung Cucak Ijo, karena alasannya suara yang dominan kasar dan nembak.

Cara memaster Cucak Ijo dengan mengunakan mp3 dapat anda dilakukan kalau anda tidak memiliki burung master. Cara terbaik adalah dengan cara memilih waktu yang sangat tepat untuk pemasteran serta jarak perangkat audio juga mempengaruhi dalam proses masteran. Jangan sampai terlalu dekat dan suara masteran jangan terlalu keras. Gunakan maksimal 3 audio saja, contohnya anda dapat menggunakan burung Gereja – Cucak Jenggot – Love Bird. Perlu diingat harus ada jeda setiap satu file audio. Jangan lupa untuk gunakan krodong pada saat ingin memaster dengan menggunakan file mp3.

Hal yang perlu ada ketahui yaitu hasil proses memaster Cucak Ijo tersebut sangat mempengaruhi tatanan atau susunan lagu burung kesayangan anda.

Membahas mengenai suara isian yang bagus untuk burung Cucak Ijo yaitu suara dengan karakter atau tipe ngerol serta bervariasi. Anda juga dapat memilih karakter suara yang mempunyai variasi speed bagus serta intonasi suara panjang. Adapaun isian atau jenis masteran Cucak Hijau yang baik yaitu :

  1. Gereja
  2. Gelatik Batu
  3. Pelatuk
  4. Siskin
  5. Prenjak
  6. Ciblek
  7. Cililin
  8. Kapas Tembak
  9. Cucak Jenggot
  10. Lovebird
  11. Tengkek

Yang terpenting mengenai soal isian yaitu bagus dan baik tidak nya untuk Cucak Ijo kita yaitu ketka membawakan lagu dengan suara lantang dan ngetrok. Maka untuk disarankan memilih masteran Cucak Ijo sesuai dengan karakter.

Nah untuk proses pemasteran, berikut ini kami akan berbagi tips jitu bagaimana cara memaster Cucak Ijo dengan benar khusus untuk anda para pemula.

1. Usia Burung

Cucak Ijo merupakan burung cerdas yang mempunyai daya ingat amat kuat. Memori ingatan pada burung ini akan semakin bagus jika kita mengasahnya sedari dini. Usia yang cocok untuk burung Cucak Ijo yang siap dimaster adalah usia 1 bulan. Ketika sudah menginjak usia 1 bulan auditory otak pada CI masih dalam keadaan kosong atau belum banyak menyimpan suara. Dengan demikian kita bisa dengan mudah membuat burung lebih cepat menghafal suara masteran yang kita berikan.

2. Alat Pemasteran

Kecanggihan di era teknologi saat ini dapat memudahkan kita dalam memaster burung. Biasa para pemaster ketika sedang memaster Cucak Ijo menggunakan alat pemasteran dengan perangkat elektronik. Alat-alat elektronik untuk memaster pleci tersebut antara lain musik box, MP3, MP4, smartphone, tape, tablet, laptop, DVD, VCD, televisi dan lainnya. Jika ingin yang simpel, anda bisa mengunduh bebeberapa jenis suara burung MP3 dari internet kemudian diputar melalui laptop, smartphone atau tablet. Akan tetapi biasanya burung Cica Daun lebih mudah menangkap suara masteran dengan memaster menggunakan burung asli.

3. Jenis Suara Masteran

Tidak semua jenis suara burung bisa diserap oleh Cucak Ijo dengan mudah. Burung CI memiliki daya ingat suara yang tak terbatas, namun terbatas dalam melafalannya. Karena keterbatasannya tersebutlah menjadikan Pleci tidak bisa menirukan suara semua burung. Ada beberapa jenis suara masteran Cucak Ijo yang mudah di ingat dan dilafalkan dengan baik. Jenis-jenis suara masteran Cucak Ijo Kolibri, trecetan burung Gereja, Gelatik Wingko, Mantenan, Ciblek, Prenjak, Blackthroat, Kenari, Herda Sanger, Goldfinch, Siskin, Mozambik dan lain-lain.

4. Waktu Pemasteran

Meskipun termasuk burung yang cerdas, namun Cica Daun juga tetap membutuhkan konsentrasi dalam menangkap suara masteran. Malam hari merupakan waktu yang pas dan tepat untuk pemasteran, karena ketika malam hari Cucak Ijo hanya diam, tidak terlalu aktif bergerak dan konsentrasi mendengarkan. Memaster Cucak Ijo pada malam hari dapat anda lakukan pada pukul 10 malam hingga pukul 6 pagi. Namun anda juga bisa melakukan pemasteran Cucak Ijo ketika siang hari. Lakukanlah proses pemasteran setelah burung dimandikan dan dijemur di tempat yang nyaman, tenang dan kondusif.

5. Durasi Pemasteran

Proses memaster Cucak Ijo sama halnya dengan belajar yang membutuhkan waktu cukup lama dan harus diulang-ulang. Cara memaster Cica Daun yang benar dan baik setidaknya dilakukan minimal 4 jam dalam sehari. Anda juga dapat melakukannya di malam hari hingga pagi hari dengan kondisi yang mendukung.

6. Teknik Pengulangan Suara

Bisa karena terbiasa, mungkin ini juga pedoman yang dapat kita pegang saat memaster CI. Teknik pengulangan suara sangat dianjurkan atau diharuskan agar burung dapat menyimpan serta menjaga memori ingatannya tentang suara masteran yang telah diberikan. Anda bisa menggunakan teknik pengulangan suara masteran secara berkala. Caranya yaitu membuat daftar playlist yang dapat diputar secara berulang-ulang.

7. Terapi Pemasteran

Memaster Cucak Ijo tidak akan berjalan sempurna jika tidak adanya terapi air mengalir. Mengapa bisa demikian? Karena, rata rata burung Cucak Ijo bertempat tinggal dan hidup di wilayah yang berdekatan dengan air. Oleh sebab itu, jika anda ingin berhasil melakukan pemasteran Pleci, anda harus membuat suasana tempat pemasteran seperti suasana alam yang paling disukai CI

8. Kondisi burung

Kondisi burung Pleci yang ingin di master harus sehat dan vit. Yang paling penting yaitu memaster Cucak Ijo saat kondisnya sedang nyulam, moulting atau mabung. Di saat itulah rata-rata Cucak Ijo yang sedang menumbuhkan bulu sedang mengalami peningkatan siklus metabolisme. Dari situlah kebanyakan burung mudah mengingat suara masteran yang kita berikan..

9. Kondisi Lingkungan Pemasteran

Kondisi lingkungan yang aman, tenang, nyaman dan kondusif adalah kondisi yang dapat mendukung proses memaster Cucak Ijo. Usahakan menempatkan burung yang ingin dimaster dalam kondisi nyaman, janangan menempatkan di tempat gaduh.  Jika kita menempatkan burung ditempat gaduh maka pada saat proses pemasteran akan terganggu.

10. Asupan Multivitamin

Cucak Ijo merupakan burung yang tergolong pintar dan cerdas. Burung tersebut akan semakin cerdas jika didukung dengan asupan multivitamin yang tepat agar kesehatannya terjaga. Dengan kondisi yang fit akan membuat pleci semakin cepat dalam menghafal suara masteran yang diberikan.

Cara Memaster Cucak Ijo Paling Efektif :

  1. Pilih tempat yang tenang dan tentram agar Cucak Ijo lebih mudah dan cepat merekam suara masteran karena tidak adanya gangguan dari suara lain. Ketika ada suara ganguan dari tempat lain akan mempengaruhi proses pemasteran.
  2. Perlu diingat dan dicatat bahwa jarak ideal pemasteran Cucak Ijo yaitu berjarak 2 – 4 meter. Hal ini akan mempengaruhi suara masteran, karena suara akan terdengar jelas.
  3. Volume masteran jangan terlalu keras, suara volume sedang, tidak full. Hal tersebut berfungsi agar suara dapat terdengar lebih mengalun dan tidak pecah terkena udara.
  4. Jika menggunakan burung asli saat pemasteran Cucak Ijo waktu yang cocok yaitu sesuai keinginan. Sedangkan kalau memakai perangkat audio atau elektronik anda bisa mulailah memaster Cucak Ijo mulai 07.00 sampai 09.00 dan pukul 15.00 sampai16.00. Ulang lah kegiatan pemasteran dari kehari dan pantau selama 1 minggu.
  5. Pilihlah karakter suara yang cocok dengan burung Cucak Ijo anda.
  6. Saat burung sedang mengalai mabung, mbodol atau nyulam itu mendandakan waktu yang paling tepat untuk memaster Cucak Ijo tersebut.

Baca Juga: 5 Jenis Cucak Ijo, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

Itulah beberapa tips jitu cara memaster Cucak Ijo yang tepat dan benar agar cepat gacor. Memaster burung CI dapat kita lakukan dengan memberikan suara masteran berupa mp3 ataupun dari burung asli yang sudah bisa gacor. Semoga dapat anda terapkan dan anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan patah semangat saat proses pemasteran Cucak Ijo bakalan. Ada juga dapat melihat atau membaca perawatan Cucak Ijo lainnya.