Connect with us

4 Klasifikasi Hewan Amfibi, Taksonomi dan Ciri Fisiknya

Contoh hewan amfibi

Klasifikasi

4 Klasifikasi Hewan Amfibi, Taksonomi dan Ciri Fisiknya

4 Klasifikasi Hewan Amfibi, Taksonomi dan Ciri Fisiknya

Loading...

Klasifikasi Hewan Amfibi  adalah sistem pengelompokkan hewan berdarah dingin yang mampu hidup di air maupun daratan. Binatang Amfibi memang memiliki keunggulan di mana ia bisa bernafas dengan kulit, insang maupun paru-parunya. Mayoritas amfibi tergolong vertebrata, artinya ia memiliki tulang belakang.

Keunikan dari Amfibi ada pada siklus hidupnya yang mengalami proses metamorfosis secara lengkap, mulai dari telur hingga berudu. Tak heran bila binatang Amfibi kerap menjadi spesimen dalam penelitian mengenai pertumbuhan binatang.

Contoh hewan amfibi

Contoh hewan amfibi

Loading...

Tidak sulit mengidentifikasi dan mencermati klasifikasi hewan Amfibi. Sebab ia mudah dikenali hanya dengan melihat kebiasaannya hidup. Ketika seekor binatang bisa berenang dan tinggal di air dalam waktu lama. Kemudian di lain hari ia tinggal di daratan, maka ia tergolong binatang Amfibi. Namun bukan berarti semua binatang yang bisa berenang dan jalan-jalan di daratan adalah Amfibi, misalnya ular dan buaya, mereka adalah Reptil, bukan Amfibi.

Ciri Fisik Hewan Amfibi

Memang untuk meneliti spesimen untuk membuat klasifikasi hewan Amfibi butuh nyali besar. Sebab mereka tergolong binatang yang agak menjijikan dan beracun. Meskipun kelihatan tak ada racunnya, namun begitu kena lendir atau gigitannya, pasti jadi bahaya untuk manusia.

Ciri-Ciri Binatang Amfibi

Ciri-Ciri Binatang Amfibi

Hewan Amfibi memang memiliki kemampuan mengeluarkan racun pada kulitnya. Ketika ia merasa terancam, maka racun itu akan keluar. Kebanyakan racunnya berbisa, bagaikan racun ular. Selain itu, Amfibi juga cenderung memiliki sensorik yang bagus, misalnya spesies Sesilia, di mana mereka punya tentakel. Dengan sensor dari tentakel ini, memungkinkan mereka buat adaptasi dan resisten terhadap ancaman.

Taksonomi dan Klasifikasi Hewan Amfibi

Sistem klasifikasi hewan Amfibi terbagi ke dalam 4 ordo besar dan ratusan spesies, namun hanya teridentifikasi sedikit saja. Satu ordo sudah punah, sedangkan sisa 3 ordo pun mulai terancam habitatnya. Berikut adalah rincian ordonya:

Klasifikasi Hewan Amfibi

Taksonomi Hewan Amfibi

1. Ordo Anura

Anura merupakan ordo dalam sistem klasifikasi hewan Amfibi yang mencakup berbagai jenis Katak dan Kodok. Ada keunikan dari keduanya, meskipun orang menyebutnya binatang yang sama, namun ciri fisiknya ternyata berbeda.

Katak dalam bahasa Inggris disebut Frog, sedangkan Kodok adalah Toad. Perbedaan keduanya ada pada kaki, kulit dan kemampuan melompat. Katak biasanya berwarna kehijau-hijauan dengan kulit yang licin. Sedangkan Kodok memiliki kulit yang tidak rata dan berwarna kecoklatan.

ordo anura, katak, kodok

perbedaan kodok dengan katak

Kaki belakang Katak lebih panjang daripada kakinya yang depan, sehingga bisa melompat tinggi dan jauh. Beda dengan Kodok yang kaki belakangnya cenderung pendek, sehingga kalau loncat tidak jauh. Di Indonesia, Kodok dijuluki pula sebagai Bangkong. Spesies Kodok ini lebih umum dijumpai di Indonesia, daripada yang Katak.

2. Ordo Caudata-Urodela

Caudata dan Urodela adalah ordo dalam klasifikasi hewan Amfibi yang mencakup  spesies Salamander. Yakni binatang Amfibi yang mirip dengan Kadal. Di dunia ini adalah sekitar 550 spesies Salamander, baik yang sudah punah maupun masih hidup. Keduanya dipisahkan ke dalam ordo Caudata dan Urodela.

Caudata hewan amfibi

Jenis-jenis Salamander

Penyebutan Caudata mencakup berbagai jenis Salamander yang telah punah. Sedangkan Urodela adalah jenis-jenis Salamander yang masih hidup. Meskipun bertubuh mirip kadal, namun Salamander bukanlah reptil, ia adalah binatang Amfibi.

Baca Lagi: 6 Ciri-Ciri Arwana Golden Red, Harga, Cara Merawat dan Gambarnya

3. Ordo Gymnophiona

Gymnophiona adalah ordo dalam sistem klasifikasi hewan Amfibi Sesilia, sering pula disebut sebagai Apoda. Sesilia adalah hewan yang bertubuh gilig memanjang, mirip dengan cacing, ular dan belut. Ia memiliki sisik yang tipis, yang tidak kentara karena dilapisi semacam kulit tipis. Ada tentakel kecil pula di kepalanya.

Dinamakan Sesilia karena ia dianggap binatang yang Caesus (buta), sebab bola matanya tidak nampak. Padahal sebenarnya ada, hanya saja ukurannya sangat kecil. Sesilia tidaklah buta, namun ia diperkirakan hanya bisa melihat dalam persepsi “gelap-terang belaka”, sebab ia sepanjang hidup berada di dalam tanah.

Ordo Gymnophiona hewan amfibi sesilia

Sesilia

Terdapat 6 family Sesilia, baik yang sudah punah maupun masih hidup. Semuanya hidup di dalam tanah dan sangat susah dijumpai manusia. Hewan Amfibi ini ada pula di Indonesia, terutama di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Namun sudah sangat langka ditemukan. Oleh orang Jawa, sering disebut sebagai Ulo Duwel.

4. Ordo Temnospondyli

Masih terjadi perdebatan dalam sistem klasifikasi hewan Amfibi untuk ordo Temnospondyli ini. Di abad modern ini, Temnospondyli terbagi ke dalam kelas Reptil dan Amfibi. Jadi ada dua macam kelas yang disepakati. Bisa masuk Reptilian maupun Amfibian.

Temnospondyli

Temnospondyli Amphibia

Contoh yang masuk ke dalam kategori kelas Amfibi adalah Edopoid, Euskelian, Dvinosaurian, Limmanarchian dan Stereospondyl. Kelimanya adalah binatang Amfibi purba yang telah punah. Bentuknya sangat mirip dengan Buaya. Tergolong vertebrata yang berdarah dingin pula.

Semua ordo di atas sangat penting dalam perkembangan taksonomi atas hewan Amfibi. Uniknya, dalam ilmu taksonomi modern, ada pula yang menciptakan gagasan tentang kelas baru. Sub kelas Lissamphibia mencakup tiga ordo Amfibi yang masih hidup, yakni: Katak/Kodok, Sesilia dan Salamander. Namun terlepas dari perbedaan pendapat mengenai klasifikasi hewan Amfibi ini, memang hanya ada 3 ordo yang masih bisa diamati hingga hari ini.

Loading...

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Klasifikasi

To Top