in

20 Cara Budidaya Ikan Pedang Bagi Pemula

Budidaya Ikan Pedang – Tak bisa dipungkiri, mencoba peluang usaha dengan budidaya ikan hias bisa jadi lahan yang menguntungkan. Pasalnya sudah banyak orang yang mencoba berbudidaya ikan dan meraup keuntungan besar. Salah satu jenis ikan hias yang banyak diminati untuk dibudidayakan yaitu ikan pedang atau Swordtail. Terlebih lagi cara budidaya ikan pedang ini cukup mudah.

Bagi anda yang masih awam, ikan pedang ini merupakan ikan salah satu jenis ikan hias berasal dari Brazil, Amerika Selatan. Mengapa ikan ini dinamai dengan ikan pedang? Karena bentuk tubuh pedang jantan ini ekornya mirip dengan pedang, yaitu sirip bawah ekornya berbentuk memanjang. Lalu bagaimana cara budidaya ikan ini? Simak ulasanya berikut!

Budidaya Ikan Pedang di Akuarium

Bagi anda yang ingin mencoba peruntungan usaha, budidaya ikan pedang bisa jadi pilihan yang menarik. Pasalnya salah satu jenis ikan tawar ini cukup tangguh dan mudah perawatanya. Untuk yang masih pemula pun juga terbilang mudah untuk merawatnya.

Menariknya lagi, ikan pedang ini dapat tumbuh dengan ukuran hingga 5 inci serta mampu bertahan hidup hingga sekitar 3 sampai 5 tahun. Cukup lama bukan? bentuk ekornya pun menarik dan unik, tak ayal jika ikan ini memilki banyak peminat. Salah satu media yang tepat untuk melakukan pembudidayaan ikan pedang ini yaitu di aquarium.

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam melakukan pembudidayaan di akuarium ini. Jadi, jangan sembarangan atau asal menempatkanya pada akuarium. Adapun cara budidaya ikan pedang di akuarium adalah sebagai berikut

1. Memberikan Tumbuhan Pada Akuarium

Ketika anda membudidayakan ikan, terutama ikan hias, mengutamakan kenyamanan ikan merupakan hal sangat penting sekali. Jadi, agar ikan dapat bergerak dengan lincah dan mampu berkembang biak dengan baik nantinya, perawatanya pun juga harus maksimal.

Diantaranya yaitu dengan memberikan komponen-komponen tambahan yang dibutuhkan ikan agar lebih nyaman di akuarium. Salah satunya dengan memberi tumbuhan. Kehadiran tumbuhan sangat penting terdapat pada akuarium ikan pedang. Manfaatnya sediri yaitu sebagi tempat persembunyian ikan ketika sedang stress.

Jadi, untuk memberikan kenyamanan pada ikan, anda bisa menyebar tanaman di sekitar akuarium pembudidayaan. Namun, jangan masukkan tanaman ini secara berlebihan. Seperlunya saja. Mengapa? Karena jika tumbuhan terlalu banyak, aktifitas gerak ikan pun akan terhambat. Jenis tumbuhan yang bisa dipilih pun diantaranya Anubius nana, dwarf hairgrass ataupun Java fern.

Pemberian subtrat, misalnya seperti benda berpasir, batu ataupun bogwood pada akuairum sebenarnya juga tak masalah untuk dilakukan. Substrat ini juga terbilang baik untuk memperindah tampilan ikan di akuarium agar terlihat alami. Selain itu pemberian subtrat juga akan membuat akuarium mirip dengan tempat habitan asli ikan.

2. Memastikan Kondisi Air Ideal

Pada saat melakukan pembudidayaan ikan pedang ini, memastikan kondisi air yang digunakan ideal juga sangat penting sekali. Kondisi air atau pH air dalam akuarium tersebut idealnya yaitu pada kisaran angka 6 hingga 8. pH air ini harus dipertahankan.

Jadi, penting sekali bagi anda untuk melakukan pengecekan pH air ini secara rutin. Untuk melakukan pengecekan pH air, bisa dilakukan dengan menggunakan pH meter maupun kertas lakmus. Selain keasam atau pH air, pengelolaan suhu air juga sangat pentin. Idealnya suhu air untuk pembudidayaan ikan pedang yaitu antara 21-27 derajat celcius.

Sedangkan untuk kesadahan air nya pun juga perlu diperhatikan. Adapun kesadahan air yang ideal yaitu antara 12-30 dGH. Memastikan kondisi air tetap ideal ini sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya jika suhu air berubah maka sistem kekebalan ikan pun akan menurun. Efeknya yaitu mengakibatkan ikan rentan terhadap penyakit.

3. Menjaga Kebersihan Akuarium

Selain suhu dan juga pH air, cara budidaya ikan pedang lainya yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu dengan menjaga kebersihan akuarium. Idealnya air yang terdapat pada akuarium tersebut perlu diganti minimal 20% setiap minggunya.

Perlu diingat juga, pengantian air inipun juga tak boleh dilakukan secara asal. Baiknya air yang digunakan untuk mengganti air lama tersebut terlebih dahulu telah didiamkan sehari semalam. Akan lebih baik lagi, jika air tersebut dilakukan penggantian yaitu pada pukul 10 pagi.

Selain itu,memasang filter air juga sangat penting dilakukan. Tujuanya yaitu untuk mengatur jalan masuk keluar dan masuknya air. Selain itu, filter juga diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kotoran ataupun hewan yang masuk ke dalam akuarium.

Seperti yang kita ketahi, ikan pedang ini memilki ciri aktif sehingga membuatnya lebih sering berenang di permukaan air. Untuk mengantisipasi gerakan ikan misalnya kemungkinan melompat keluar, maka akuarium perlu ditutup.

4. Memilih Indukan Ikan Berkualitas

Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan pebudidayaan ikan tentu saja memilih ikan yang akan dijadikan indukan. Pemilihan indukan yang baik dan berkualitas ini merupakan salah satu cara budidaya ikan pedang yang penting diperhatikan. Mengapa? Karena hal ini akan menetukan hasil budidaya nanti.

Indukan ikan pedang yang baik untuk dibudidayakan diantaranya memilki ciri-ciri yaitu telah matang gonad atau siap kawin dan dalam keadaan sehat, tidak cacat. Bagi anda yang masih pemula, tentu masih bingung kan membedakan ikan jantan dan ikan betina?

Jadi, antara indukan ikan pedang jantan dan juga betina ini memilki perbedaan. Namun perbedaanya sebenarnya cukup mudah untuk dikenali. Perbedaan tersebut misalnya pada indukan jantan ada gonodium atau tonjolan pada bagian belakang sirip perut yang panjang.

Ciri lainya yaitu tubuhnya lebih ramping, memilki warna tubuh yang cerah serta yang menjadi ciri khasnya yaitu memiliki sirip punggung yang lebih panjang. Sedangkan kepalanya sendiri juga lebih besar.

Adapun ciri-ciri yang dimilki oleh ikan pedang betina yaitu tidak memiliki gonopodium dibagian belakang sirip perut, namun berupa sirip halus. Bentuk tubunya pun terlihat gemuk dan warna kulitnya lebih kusam. Berbeda dengan ikan jantan, sirip yang dimilkipun lebih pendek. sedangkan kepalanya sendiri agak runcing. Mudah kan membedakanya?

Budidaya Ikan Pedang Di Ember

Bagi anda pemula yang ingin mebudidayakan ikan pedang namun terkendala biaya, tak perlu terlau khawatir. Anda bisa menggunakan media yang mudah untuk pembudidayaan yaitu menggunakan ember. Pasalnya ikan pedang ini merupakan salah satu jenis ikan tawar yang pembudidayaanya pun bisa dilakukan di berbagai tempat.

Cara perawatan untuk melakukan budidaya ikan pedang di ember pun caranya juga hanpir sama dengan pembudidayaan ikan pedang di media lainya. Namun tetap ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

1. Pemilihan Ember yang Mendukung

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ikan pedang ini memilki sifat yaitu perenang aktif. Jadi, pemilihan ember yang digunakan pun harus mendukung yaitu jangan terlalu kecil dan sempit. Ketika ember yang digunakan terlalu sempit, maka ikan pun kurang memilki ruang gerak dan bisa melompat keluar.

Maka dari itu ember yang digunakan pun perlu cukup besar misalnya dengan memilih ember dengan kapasitas 10 galon air atau lebih. Karena hal ini dapat memberikan mereka cukup ruang untuk berenang dan berkeliling. Ada baiknya juga pembudidayaan ikan pedang di ember ini digunakan saat pemijahan ikan saja.

Jadi, karena media ember ini untuk pembudidayaan ikan pedang ini cukup terbatas, anda bisa membudidayakan 2 ikan indukan saja misalnya 1 jantan dan 1 betina. Idealnya, untuk pembudidayaan 2 ekor ikan maka sedikitnya jumlah air yang dibutuhkan untuk pemeliharaan yatu 10 liter.

2. Pemijahan Ikan Pedang

Jika anda sudah menyiapkan ember untuk tempat pembudidayaan ikan pedang, maka langkah selanjutnya bisa dilakukan pemijahan. Ember tersebut bisa anda isi dengan air secukupnya. Idealnya yaitu dengan ketingian sekitar 40 cm – 50 cm. Untuk melakukan pemijahan ini, perlu juga disiapkan jaring dengan ukuran lubang yang lebih kecil dari anakan agar anakan dapat masuk.

Namun pastikan juga bahwa indukan tidak masuk ke lubang. Tujuanya yaitu agar natinya dapat melindungi telur ikan ini dan tidak dimakan oleh induk. Selain jaring, sebenarnya juga bisa menggunakan tanaman air untuk menyembunyikan telur ini ikan ini nantinya.

Perlu diketahui, sebenarnya, untuk melakukan pemijahan ikan di ember jangan langsung memasukkan ikanya dahulu. Pertama, anda perlu mendiamkan air pada ember dan masukkan daun ketapang kering yang telah dicuci. Kemudian tunggu 2 atau hinga 3 hari hingga air berwarna cokelat. Setelah itu Anda bisa memasukkan ikan pedang ini pada jaring yang terendam air.

Pada tahap pemijahan ikan tersebut, baiknya anda memberikan pakan secara teratur yaitu sebanyak 2 kali sehari. Tujuanya yaitu agar proses pembuahan berjalan maksimal. Nah, setelah proses pembuahan, maka perut ikan pedang betina akan membesar. Pada masa ini, maka ikan jantan pun perlu dipisahkan agar anakan lahir tidak dimakan oleh jantan.Setelah anakan ikan pedang tersebut lahir, anda baru bisa mengambil sang induk betinanya.

Budidaya Ikan Pedang Di Sawah

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, sebenarnya budidaya ikan pedang ini terbilang cukup mudah. Mengapa? Karena ikan ini dapat dibudidayakan di berbagai media karena dapat menyesuaikan suhu. Meskipun ikan ini termasuk ikan hias, namun ikan ini juga dapat dibudidayakan di sawah.

Metode ini tentu saja efisien terutama bagi anda yang tak ingin repot-repot membuat kolam ataupun membeli akuarium dengan biaya yang tergolong mahal. Jadi, jika anda memilki lahan sawah yang mumpuni, maka bisa dijadikan tempat pembudidayaan. Adapun proses pembudidayaanya adalah sebagai berikut.

1. Penebaran Indukan Ikan Pedang

Perlu anda ketahui, Ikan pedang termasuk ikan tawar yang cocok dibudidayakan yang juga cocok dibudidayakan di berbagai media salah satunya yaitu sawah ini. Pada habitat asalinya sendiri, ikan ini hidup di sungai besar dan sungai kecil dengan banyak tanaman.

Ikan inipun juga dikenal mampu mentolelir air payau. Sehingga terbilang mendukung dan baik dipeliharta di air dengan sanilitas rendah. Seperti yang dibahas sebelumnya, ikan ini juga lebih suka hidup berkelompok dan memilki sifat aktif berenang. Jadi, pembudidayaan di sawah pun terbilang sangat efisien karena akan mempermudah gerakan ikan.

Cara budidaya ikan pedang yang baik yaitu sebelum menebar indukan ikan pedang ini disawah, pastikan juga bahwa indukan benar-benar siap kawin dan dalam kondisi yang baik. Rasio ikan yang akan anda budidayakan pun juga harus benar misanya yaitu 1:5 yaitu dengan jumlah ikan betina lebih banyak. Mengapa? Karena biasanya ikan jantan memiliki sifat lebih dominan sehingga bisa merugikan.

Jika tempat pembudidayaan yang digunakan cukup luas, misalnya di sawah ini maka bisa menempatkan sekitar 30-50 indukan di kolam sawah tersebut. Pada lokasi pembudidayaan inipun penting sekali dipasang jaring. Ukuranya bisa ditentukan sekiranya anakan ikan nantinya bisa masuk dan indukan tidak bisa menerobos.

2. Perawatan Ikan Pedang

Seperti yang kita ketahui, meskipun ikan pedang ini dapat menoleransi pada perbedaan suhu, namun suhu yang pas juga akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan juga perlembangan ikan ini natinya. Jadi, suhu yang pas yaitu ada pada kisaran 18 – 27 derajad celcius. Ph air yang ada di sawah pun harus terjaga yaitu upayakan anatara kisaran 6 sampai 8.

Jadi, meskipun pembudidayan ini dilakukan di sawah, namun mengecek kadar air ini sangat penting. Hal ini karena seperti jenis ikan lainya, ikan pedang juga selalu ingin mendapatkan kenyaman pada tempat yang Ia tinggali. Oleh karenanya, jika pada habitatnya tidak nyaman ikan pun akan mudah terserang penayakit.

Selain itu,karena pembudidayan ikan ini dilakukan di sawah, tentu juga harus dilakukan perhatian yang ekstra. Cara budidaya ikan pedang di sawah yang efisien yaitu dengan memastikan bahwa kualitas airnya memang terjaga dengan baik. Salah satunya terhadap kemungkinan adanya pestisida yang masuk.

Pembudidayaan ikan disawah, tak menutup kemungkinan akan lebih memudahkan munculnya petisida ataupun pengganggu lainya. Hal ini perlu anda antisipasi terlebih ketika musim hujan. Mengapa? Karena air bisa mengalir dari mana saja misalnya dari berbagai sungai yang bisa msuk ke sawah. Atau kemungkinan terjadinya pemupukan di sawah yang mengakibatkan masalah pada ikan.

Jadi, untuk melakukan budidaya ikan pedang ini disawah, anda perlu memastikan bahwa akses air menuju ke sawah ini benar-benar ditutup. Sehingga kemungkinan adanya pestisida yang masuk pun bisa diminimalisir.

Budidaya Ikan Pedang di Kolam Terpal

Selain menggunakan akurium, ember, maupun lahan sawah sebagai tempat pembudidayaan, cara budidaya ikan pedang ternyata juga dapat dilakukan di kolam terpal. Cara ini terbilang efisien karena biaya yang akan anda btuhkan juga terbilang minimal. Mengapa? Karena alat yang anda butuhkan yaitu terpal harganya pun tidak seberapa.

Kolam terpal ini bisa anda buat dengan dasaran tanah, sedangkan terpalnya diletakkan pada pinggirnya. Metode pembuatan kolam seperti ini terbilang efisien yaitu untuk menghindari kebocoran pada kolam itu sendiri.

Untuk membuat kolam dengan berdasar tanah tersebut maka Anda juga perlu meratakan permukaan bawah tanahnya. Misalnya dengan diberikan batu bata serta ditutup dengan sekam. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam ini yaitu sebagai berikut:

1. Memerhatikan Kapasitas Air

Sebelum anda berencana untuk melakukan pembudidayaan ikan pedang di kolam terpal, pertama tentu anda perlu mengetahui ciri dari ikan ini kan? Nah, ciri khusus yang dimiliki oleh ikan pedang ini yaitu tipe ikan perenang aktif. Sehingga tempat yang digunakan juga harus mendukung untuk aktifitasnya.

Ciri lainya yang dimilki oleh ikan pedang ini yaitu mereka suka hidup berkelompok. Namun bukan berati ikan ini suka bergerombol. Dalam pembudidayaanya, pada suatu kolam akan lebih baik jika jumlah betinanya lebih banyak. Misalnya jika akan memelihara ikan pedang berjumlah 4 ekor maka jumlah be rasionya yaitu 4:1.

Mengapa? karena pejantan akan lebih menunjukkan agresi terhadap ikan lainya. Jadi perlu ruang yang leluasa untuk berkembang. Idealnya, untuk satu ekor ikan pedang membutuhkan kurang lebih 5 liter air.

Namun seperti yang dikatakan sebelumnya ikan ini lebih suka hidup berkelompok, maka jumlah air pada kolam pun tentu butuh lebih banyak. Misalnya yaitu sekitar 20 liter untuk 4 ekor ikan agar ikan lebih nyaman. Bagi anda yang masih bingung, seberapa besar kapasitas kolam yang dapat di gunakan, Jadi idealnya kolam tersebut yaitu berkapasitas 10 galon air atau lebih.

Dengan kapasitas kolam yang ideal ini, maka akan membuat ikan lebih nyaman. Sehingga mereka pun dapat berenang berkeliling akuarium dengan leluasa.

2. Pemberian Pakan Ikan

Cara budidaya ikan pedang yang baik selain memperhatikan tempat, memperhatikan pakan pun menjadi hal yang sama krusial dan pentingnya. Pasalnya dengan pemberian pakan yang baik, ikan dapat berkembang dengan baik dan terhindar dari serangan berbagai penyakit.

Sebenarnya pemberian pakan pada ikan pedang ini juga terbilang mudah. Pasalnya ikan ini termasuk pemakan apa saja, jadi tidak sulit untuk memberikan pakanya. Ikan pedang yang pembudiyaanya dilakukan di alam liar, maka akan menjadi omnivora diantaranya yaitu larva, ganggang, serta tumbuh-tumbuhan lainya.

Namun, pada saat ikan pedang ini masih usia remaja, maka akan lebih baik jika makanan yang diberikan mengandung banyak protein. Misalnya saja yaitu kutu air, cacing darah, artemia dan lainya. jenis makanan kering pun juga baik untuk diberikan pada ikan ini. pakan ikan pun juga harus berkualitas tinggi misalnya ikan khusus ikan yang didapat ditoko-toko.

Jenis pakan nabati sebenarnya juga sangat penting diberikan pada ikan ini. misalnya saja yaitu berupa wafer alga. Selain itu, memberikan pakan ikan ini dengan sayur-sayuran juga dianjurkan untuk melengkapi nutrisi. Misalnya saja yaitu berupa sayur asli ataupun dalam bentuk lain seperti via suplemen, mentimun rebus, bayam rebus, atau labu rebus.

Pemberian pakan pada ikan pedang inipun harus terjadwal yaitu bisa 2 sampai 3 kali sehari. Setiap memberi pakan pun juga tak terlalu banyak-banyak yang penting rutin. Mengapa? Karena ikan ini akan tetap menghabiskan makanan yang diberi seberapa banyak pun anda memasukkannya.

Budidaya Ikan Pedang Agar Untung

  1. Melihat pasaran harga beli dan jual.
  2. Menyediakan media untuk budidaya.
  3. Menyediakan sumber air yang bagus.
  4. Memilih indukan yang berkualitas.
  5. Melakukan proses pemijahan.
  6. Memberi pakan atau makanan yang memiliki gizi dan nutrisi tinggi.
  7. Melakukan perawatan larva dengan baik.
  8. Tanggap dan antisipasi ketika terserang hama serta penyakit ikan.
  9. Panen
  10. Melakukan pemasaran dengan baik.

Analisis Usaha Budidaya Ikan Pedang

Memang, bukan rahasia umum lagi jika melakukan budidaya ikan pedang ini bisa menjadi salah satu peluang usaha yang menguntungkan. Pasalnya ikan hias jenis ini juga sangat diminati dipasaran. Cara budidaya ikan pedang ini juga terbilang cukup mudah. Meskipun begitu, pembudidayaanya pun tak bisa dilakukan dengan sembarangan dan membutuhkan perhitungan yang tepat.

Terutama bagi anda para pemula, jika tujuan budidaya yaitu untuk ikut-ikutan atau mengikuti fenomena tren yang ada pasti akan sulit. Terlebih jika anda sudah semangat untuk membeli ikan namun alat dan keperluan lainya belum dipersiapkan. Bisa-bisa nantinya malah akan menyesal dibelakang.

Untuk itu, sebelum anda memulai untuk mencoba peruntungan usaha dengan budidaya ikan pedang ini, akan lebih baik jika pertama melakukan analisis budidaya dengan cermat dan efisien. Pasalnya perhitungan ini sangat penting untuk menunjang bisnis anda. Mengapa? Karena jika perhitunganya cermat maka nantinya perawatan yang dilakukan pun bisa lebih maksmimal.

Modal Budidaya

Sejatinya untuk memulai usaha ini bukan hanya benih ikan yang persiapkan. Namun juga anda perlu membeli alat-alat lain misalnya kolam, akuarium, pakan, listrik dan lainya yang membutuhkan modal tak sedikit. Selain itu, Anda pun juga perlu terlebh dahulu belajar mengenai cara pembudidayaan ikan yang tepat agar nantinya bisa mendapat hasil sesuai tujuan.

Adapun modal yang perlu dpersipakan untuk pembudidayaan ikan pedang ini pertama yaitu untuk pengadaan bibit ikanya. Bibit yang Anda gunakan ini pastikan yang unggul dan memiliki kesehatan baik. Untuk pembelian bibit ini maka modal yang dibutuhkan yaitu Rp.3000.000. Sedangkan pembelian selang dan paralon membutuhkan biaya Rp. 80. 500.

Selanjutnya biaya untuk pembelian timba yaitu Rp. 94.500. Dalam pembudidayaan ini anda pun akan membutuhkan pompa air untuk pengairan. Adapun biaya yang dibutuhkan yaitu Rp. 300.000, wadah dan jerigen juga diperlukan biayanya yaitu sekir Rp. 75.000.

Bagi anda yang tak memillki lahan sendiri, maka sewa lahan juga diperlukan adapun biaya untuk sewa lahan yaitu Rp. 1.654.000. Sedangkan biaya untuk pembuatan kolam ikan, maka akan membutuhkan biaya yaitu 2.100.000. Peralatan pemberisihan juga sangat diperlukan untuk kelancaran usaha. Adapun modal yang dibutuhkan yaitu Rp. 75.000.

Peralatan yang dibutuhkan lainya yaitu mencakup yang harganya sekitar Rp. 250.000. Kemudian pembelian jaring dengan modal Rp. 145.000. Selain itu, Anda pun perlu membeli terpal dan selang jika nantinya dibutuhkan. Biayanya sendiri yaitu Rp. 75.500

Pengadan pakan juga sangat penting dicukupi dalam budidaya ikan pedang ini. Adapun untuk penyediaan pakan yang dibutuhkan untuk 30 hari biaya yang dibutuhkan sekitar Rp.2000.000. sedangkan untuk pengadaan pakan tambahan yaitu Rp.             800.000. Pakan dengan bahan lainya pun juga dibutuhkan untuk menunjang perkembangan ikan. Biayanya sekiytar Rp. 450.000.

Selain itu, penyediaan vitamin juga sangat penting sekali untuk dipenuhi. Adapun modal yang dibutuhkan yaitu Rp. 700.000. sedangkan untuk pembelian obat-obatan yaitu Rp. 760.000. Pembayaran air dan listrik juga perlu masuk dalam analisa usaha. Adapun biaya yang dibutuhkan yaitu Rp. 1.035.000. Sedangkan biaya untuk pembelian keperluan tambahan yaitu Rp. 80.000

Dari perincian modal usaha ikan pedang tersebut diatas, maka dapat dihitung bahwa modal awal untuk usaha ikan pedang ini yang dibutuhkan kurang lebih adalah 14 juta. Modal yang dibutuhkan memang tak sedikit. Namun, jika anda benar-benar serius untuk menggeluti bidang usaha ini, hasil yang akan didapat pun nantinya juga bisa sangat besar.

Kelebihan Budidaya Ikan Pedang

Jika kita berbicara tentang kelebihan atau keuntungan berbudidaya ikan pedang, memang sangat banyak sekali. Pasalnya seperti yang telah dikatakan diatas, pembudidayaan maupun pemasaran ikan ini pun terbilang mudah. Harga ikan pedang ini dipasaaran juga bervariasi yaitu per ekor mulai Rp 10.000 hingga Rp 18.000. Penafsiran harga tentu saja tergantung kondisi dan situasi pasaran.

Kelemahan Budidaya Ikan Pedang

Meskipun cara budidaya ikan pedang ini terbilang mudah, demikian juga pemasarannya namun banyak juga kelemahanya. Jadi sekali lagi, anda perlu perhitungan yang maksimal sebelum berniat untuk melakukan usaha. Sehingga segala kelemahan ini bisa diatasi nantinya.

Diantara kelemahan tersebut yaitu meski memang pemasaran ikan ini mudah karena peminatnya juga banyak, pesaingnya pun juga cukup tinggi. Karena itu, memperhatikan kualitas ikan pemeliharaan dan perawatan ikan yang baik sangat penting dilakukan agar tak kalang saing.

Selain itu seperti pembudidayaan jenis ikan lainya, untuk melakukan pembudidayaan ikan pedang ini juga membutuhkan ketelatenan yang ekstra. Pasalnya agar ikan dapat berkembang dengan baik, Anda perlu melakukan pengontrolan dengan maksimal. Misalnya saja mengenai kondisi air, pemberian pakan, dan lainya. Jika hal-hal yang mungkin terkesan remeh ini diabaikan, maka pertumbuhan ikan Anda bisa jadi tidak memuaskan.

Written by Portal Hewan