in

15 Cara Budidaya Ikan Lemon Bagi Pemula

Budidaya Ikan Lemon – Memelihara ikan hias, sekarang ini bukan hanya sekedar dijadikan hobi, tapi sudah berubah menjadi sebuah ladang bisnis. Tidak terkecuali dengan ikan lemon. Jenis ikan hias yang satu ini semakin lama semakin banyak peminatnya. Sehingga banyak orang menggunakan keadaan ini dengan menjadikannya sebuah usaha, yaitu budidaya ikan lemon.

Ikan lemon adalah jenis ikan hias yang berasal dari perairan Afrika Selatan, tepatnya dari danau Tangayika. Ikan ini mempunyai warna khas seperti namanya, yaitu warna kuning yang cerah dan mencolok. Ikan dengan nama latin neolampologus teleupi ini masih satu kerabat dengan ikan chichild. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk budidaya ikan lemon?

Persiapan Budidaya Ikan Lemon

Sebelum benar-benar terjun dalam bisnis yang satu ini, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah memahami segala hal yang yang berhubungan dengan budidaya ikan lemon. Siapa yang dapat menjalankan usaha ini, sasaran konsumennya, bagaimana pemasarannya, apa saja yang dibutuhkan dalam usaha ini, serta keuntungan dan kekurangan yang didapat dari usaha ini.

Pada dasarnya, siapa saja dapat melakukan budidaya ikan ini asalkan mengetahui seluk beluk dan cara menjalankan usaha ini. Karena yang dibutuhkan dalam usaha ini adalah keuletan dan kesabaran. Selain itu, tersedianya modal, tentu saja menjadi syarat utama. Modal yang dibutuhkan tidak harus besar, karena budidaya ikan lemon bisa dimulai dari skala yang kecil terlebih dahulu.

 1. Ketahui Konsumen dan Pemasarannya

Menjalankan usaha budidaya ikan lemon, juga harus mengetahui sasaran konsumen yang dituju. Karena para konsumen inilah yang nantinya akan menjadi sasaran penjualan dari usaha yang dijalankan. Disini sasaran konsumen yang dituju tentu saja adalah para penggemar ikan hias.

Setelah mengetahui pasaran konsumen, para pelaku budidaya ikan hias juga harus mengetahui dan menentukan pemasaran hasil budidaya. Selama ini, pemasaran ikan lemon bisa langsung ke pasar-pasar ikan hias. Hasil budidayanya juga bisa dipasarkan kepada para pengepul ikan hias yang akan menampungnya.

2. Siapkan Segala Keperluan Budidaya dan Analisis Usaha

Selain mengetahui hal-hal di atas, yang perlu dipersiapkan juga adalah peralatan yang dibutuhkan. Peralatan yang dimaksud adalah segala yang diperlukan untuk menjalankan usaha ini. Misalnya mempersiapkan tempat berupa akuarium, bak, atau kolam. Juga selang, paralon, timba, jaring, terpal, jerigen, pompa air, alat pembersih kolam, filter, dan aerator.

Menjalankan budidaya ikan lemon juga harus mengetahui perhitungan atau analisa dari usaha yang akan dijalankan. Berapa modal yang dipakai, apa saja kebutuhan yang akan dibeli dan biaya-biaya yang akan dikeluarkan, serta perkiraan keuntungan yang akan didapatkan. Hal ini diperlukan agar bisa mempersiapkan semua yang dibutuhkan dan memperhitungkan untung dan rugi dari usaha ini.

Langkah Awal Budidaya Ikan Lemon

Dalam menjalankan usaha budidaya ikan lemon, ada beberapa langkah dan tahapan yang harus dilakukan. Masing-masing tahapan ini benar-benar harus dipahami dan dipersiapkan dengan baik agar usaha yang dijalankan bisa berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Persiapan tempat

Tempat yang dibutuhkan pada memelihara lemon ada beberapa macam yaitu bak / akuarium, dan juga kolam. Masing-masing tempat tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai tahapan dalam proses pembibitan. Misalnya tempat untuk proses pemijahan / bertelur, tempat untuk penetasan telur, dan tempat pembesaran anakan ikan. Semua membutuhkan tempat sendiri-sendiri.

Tempat hidup dari masing-masing proses pembibitan ini juga harus disesuaikan dengan habitat asli dari ikan lemon. Di habitat aslinya, ikan lemon menyukai tempat yang bersuhu hangat sekitar 24-27 derajat celcius. Tingkat keasaman air juga harus diperhatikan, karena akan berpengaruh pada kelangsungan hidup ikan. Sedangkan ph air yang dibutuhkan adalah antara 6, 8- 7.

Selain itu, ikan lemon menyukai tempat yang terlindung. Maka tempat/ kolam yang digunakan untuk proses pembibitan maupun tempat hidup ikan sebaiknya dilengkapi dengan memberikan gua-gua kecil dari paralon atau bebatuan. Bisa juga dengan menambahkan beberapa rumput /tanaman ke dalam kolam /akuarium. Paralon, batu dan tanaman ini digunakan ikan untuk meletakkan telur-telurnya.

2. Pemilihan indukan

Sebelum melakukan proses pembibitan, anda harus bisa membedakan ikan lemon jantan dan betina. Ikan lemon jantan biasanya mempunyai warna yang lebih cerah, ukuran badan besar dan panjang, memiliki warna hitam pada sirip atas dan bawah, serta ukuran kepala lebih besar. Sementara ikan lemon betina warnanya agak kusam, sirip atas dan bawah berwarna kuning dan ukuran kepala lebih kecil.

Pada budidaya ikan lemon, proses pembibitan ikan bisa dimulai dengan pemilihan indukan ikan yang bagus dan berkualitas. Ciri-ciri indukan ikan yang bagus adalah, ikan sudah berumur sekitar 7 bulan. Ikan memiliki warna yang cerah, tidak kusam, serta ikan dalam kondisi sehat. Ikan yang sehat bisa dilihat dari gerakannya yang gesit dan lincah.

Memilih indukan juga harus memperhatkan kondisi anatomi ikan lemon. Ikan yang akan dijadikan indukan, sebaiknya ikan lemon yang memiliki bentuk tubuh lengkap. Jangan memilih indukan dari ikan yang cacat atau tidak sempurna bentuk tubuhhnya, karena akan berpengaruh pada keturunan yang akan dihasilkan.

3. Proses pemijahan

Ikan lemon jantan dan betina yang sudah siap melakukan pembuahan biasanya memiliki tingkah yang agresif, ditunjukkan dengan saling berkejaran antara ikan jantan dan betina. Pada masa ini sebaiknya ikan ditempatkan pada tempat tersendiri yang dilengkapi dengan gua-gua dari paralon atau tanaman untuk meletakkan telur-telur mereka.

Setelah dirasa cukup matang, ikan lemon betina akan meletakkan telur-telurnya pada gua-gua buatan dari paralon ataupun pada tanaman yang ada di habitatnya. Kemudian ikan lemon jantan akan mendekati telur-telur itu dan melakukan pembuahan dengan menyemprotkan spermanya. Ikan lemon termasuk ikan yang produktif, karena sekali bertelur akan menghasilkan sedikitnya 100 butir telur yang siap dibuahi.

Telur yang sudah dibuahi akan menetas dalam 4 hari. Setelah menetas, larva ikan mendapatkan asupan dari sediaan makanan berupa kuning telur yang menempel pada perutnya. Setelah kuning telur tersebut habis, burayak (anakan ikan) bisa diberi makan kutu air, infusoria dan mikropelet. Burayak tidak perlu dipisahkan dari induk ikan, karena ikan lemon tidak bersifat kanibal yang makan anaknya sendiri.

4. Pembesaran anakan

Setelah burayak berumur sekitar 2 minggu, anakan ikan ini perlu dipindahkan ke tempat lain. Karena pada umur ini, anakan ikan sudah bertambah besar, dan tentu saja membutuhkan tempat yang luas untuk keleluasaan geraknya. Pada fase ini, anakan ikan bisa diberikan makanan berupa tubefik/ cacing beku dan juga mikropelet untuk lebih mempercepat pertumbuhan ikan.

Meskipun ikan lemon bukan ikan kanibal, tetapi pada kondisi lapar, ikan lemon akan berubah menjadi agresif dan ganas. Untuk itu pada saat anakan ikan berumur 2 minggu sebaiknya dipindahkan ke tempat lain. Karena tempat yang terlalu penuh akan membuat ikan saling berebut makanan. Dikawatirkan, apabila makanan yang diberikan tidak cukup, akan membuat ikan-ikan tersebut saling menyerang.

Setelah anakan ikan berumur 1 bulan, sudah mulai bisa dilakukan pemanenan bibit ikan. Ada sebagian pelaku budidaya ikan lemon, yang melakukan panen bibit ikan saatberumur 1 bulan. Tetapi ada juga yang melakukan panen bibit ikan setelah bibit ikan lemon berumur 4 bulan dengan alasan untuk mendapatkan hasil yang lebih matang.

Bibit ikan yang siap panen sebaiknya ditempatkan di tempat tersendiri, tidak dicampur dengan ikan lemon yang sudah besar. Hal ini untuk memudahkan saat proses panen dan pengambilan ikan. Selain itu, dengan menempatkan pada tempat tersendiri, akan memudahkan untuk melihat apabila ada ikan yang tidak sehat/cacat. Kemudian yang tidak sempurna tidak bisa dijadikan bibit ikan lemon yang bagus dan sehat.

Tips dan Cara Perawatan Ikan Lemon

Memelihara ikan lemon, baik sebagai penggemar ikan hias maupun untuk usaha, harus memperhatikan cara perawatan ikan yang benar. Hal ini bertujuan supaya ikan lemon yang diperlihara benar- benar sehat, mempunyai warna yang bagus dan cerah, sehingga bila dijual akan laku di pasaran. Adapun tips perawatan ikan lemon yang harus diperhatikan adalah.

1. Perhatikan Tempat hidup ikan lemon

Sudah dijelaskan di atas, ikan lemon adalah ikan hias air tawar yang menyukai tempat yang tenang dan terlindung. Pada budidaya ikan lemon, pemilihan tempat harus benar-benar diperhatikan karena akan mempengaruhi pertumbuhan ikan lemon pada setiap tahapnya.

Baik pada ikan lemon yang masih berbentuk larva, burayak, maupun ikan lemon dewasa, pemilihan tempat harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Pertama, yang harus diperhatikan dalam pemilihan tempat untuk budidaya ikan lemon adalah luas akuarium. Ikan lemon termasuk ikan yang aktif dan memiliki banyak gerak. Memperhatikan hal ini, sebaiknya akuarium yang digunakan memiliki luas yang cukup. Ukuran yang disarankan adalah akuarium dengan ukuran 100x 49×50 cm, atau cukup untuk menampung 30 air sebanyak 30 galon atau 114 liter.

Selain luas, kondisi air juga harus diperhatikan. Suhu air sebaiknya dijaga antara 24-27 derajat celcius, karena ikan lemon menyukai tempat yang hangat. Suhu yang ektrim (terlalu panas /dingin) tidak baik untuk kesehatan ikan lemon. Disamping itu, ph air diusahakan sekitar 6, 8-7 saja. Air yang yang terlalu tinggi kandungan asamnya juga akan mempengaruhi kelangsungan hidup ikan lemon.

Kandungan oksigen dalam air juga harus diperhatikan. Ikan lemon membutuhkan oksigen yang cukup untuk pernafasannya. Sebaiknya, akuarium dilengkapi dengan aeator untuk menjaga kandungan oksigen dalam air tetap terpenuhi. Apabila tidak ada aerator, kandungan oksigen dapat dipenuhi dengan jalan melakukan penggantian air secara berkala.

Kebersihan air dalam akuarium juga harus diperhatikan. Untuk menjaga air tetap bersih dan jernih, sebaiknya dipasang filter yang berguna untuk menyedot kotoran berupa sisa makanan dan feses ikan sehingga air tetap bersih dan jernih. Apalagi daya tarik ikan lemon terletak pada warnanya yang cerah. Kalau air dalam keadaan bersih dan jernih, maka keindahaan ikan lemon akan terlihat dengan jelas.

2. Beri Makan Ikan Lemon dengan Baik

Makanan merupakan hal yang sangat penting dan harus benar-benar diperhatikan pada budidaya ikan lemon. Karena makanan yang diberikan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ikan yang diperlihara. Bila makanan yang diberikan cukup nutrisinya dan juga sehat, maka ikan lemon juga dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Begitu juga sebaliknya.

Makanan ikan lemon ada dua macam, yaitu makanan alami dan makanan buatan. Makanan alami ikan lemon berupa cacing, kutu air dan juga jentik nyamuk. Sementara makanan tambahan biasanya berupa pelet yang bisa didapatkan di toko penjual pakan ikan hias. Makanan ini bisa diberikan secara bergantian antara makanan alami dan makanan buatan, sebagaimana perawatan pada ikan-ikan lainnya.

Ikan lemon yang masih berbentuk larva mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur yang menempel diperutnya. Pada fase ini, larva tidak perlu diberikan makanan. Setelah cadangan makanan habis, sekitar umur 1 minggu, burayak /anakan ikan ini bisa diberikan makan berupa kutu air atau infusoria sebanyak 3 kali sehari.

Pemberian makanan tambahan berupa pelet bisa diberikan tapi dalam jumlah sedikit dan ukuran yang kecil (mikropelet). Hal ini untuk menyesuaikan bentuk mulut ikan yang masih sangat kecil. Perlu diketahui, ikan lemon termasuk ikan yang rakus dan senang makan. Makanan yang diberikan dalam waktu singkat akan segera dihabiskan.

Ada satu tips tentang makanan ikan lemon. Apabila menghendaki indukan ikan lemon yang bisa menghasilkan telur yang banyak, sebaiknya ikan lemon sering diberikan pakan berupa tubifex (cacing sutera) dan jentik nyamuk. Satu hal lagi, sisa makanan sebaiknya segera dibersihkan untuk menjaga air akuarium tetap bersih dan jernih.

3. Berikan Perawatan dari Penyakit yang Benar

Seperti ikan hias lainnya, ikan lemon juga bisa terkena penyakit. Penyakit yang biasa menyerang ikan hias jenis ini disebabkan oleh parasit, jamur, bakteri dan virus. Ikan yang sakit, biasanya mengalami perubahan pada warna dan gerakannya. Warna ikan jadi pucat dan kusam, dan gerakan ikan jadi lambat dan tidak aktif.

Ikan lemon yang diserang parasit akan mengalami iritasi pada kulit, insang berubah menjadi putih dan gerakan ikan jadi lamban. Ikan yang terserang parasit sebaiknya diberikan obat berupa methylene blue, NaCl dan garam 500-1000 ppm. Selain itu, penyakit pada ikan lemon juga bisa karena serangan jamur. Ikan lemon yang terkena penyakit karena jamur bisa diobati dengan methylene blue.

Ikan lemon juga bisa diserang oleh bakteri. Penyakit yang disebabkan bakteri akan menyebabkan iritasi pada sirip, sisik ikan jadi menguap bahkan terkelupas. Pengobatan dengan memberikan antibiotik yang disarankan untuk ikan hias. Bakteri, jamur dan parasit bisa tumbuh pada air yang kotor. Itu sebabnya, kebersihan air harus diperhatikan untuk meminimalisir penyakit pada budidaya ikan lemon.

Analisis Usaha Budidaya Ikan Lemon

Sebelum memulai usaha budidaya ikan lemon, sebaiknya dilakukan analisa tentang modal, biaya-biaya yang dikeluarkan serta perkiraan pendapatan /keuntungan yang didapatkan. Hal ini perlu dilakukan sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar serta mendapatkan keuntungan yang memadai. Analisa yang harus dilakukan meliputi hal-hal berikut ini.

1. Modal dan Keuntungan

Untuk memulai usaha, pasti membutuhkan modal. Modal yang dibutuhkan dalam budidaya ikan lemon ini bersifat fleksibel. Apabila modal yang dimiliki besar, maka usaha bisa dimulai dengan skala besar. Tetapi bila modal yang tersedia kecil, maka usaha yang dijalankan sebaiknya juga dalam skala kecil.

Setelah mengetahui modal yang tersedia, mulailah membuat anggaran pengeluaraan yang akan dilakukan. Mulai dari penyediaan tempat, penyediaan bibit ikan, pembelian makanan, obat-obatan, alat-alat yang yang diperlukan seperti selang/paralon, jaring, terpal, timba, jerigen, pompa air dan alat pembersih kolam /akuarium. Semua biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan barang-barang tersebut disebut biaya tetap.

Analisa lain yang perlu diperhitungkan adalah biaya yang dikeluarkan akibat penyusutan alat-alat yang dipakai serta pembelian alat-alat yang rusak. Anggaran untuk penyusutan alat-alat ini dimasukkan dalam biaya variabel. Keseluruhan pengeluaran biaya tetap dan biaya variabel dianggarkan menjadi biaya operasional.

Analisa selanjutnya adalah perkiraan pendapatan yang akan diterima perbulan. Perkiraan bisa dilakukan dengan memprediksi harga ikan per kilo dikalikan dengan berat ikan yang dihasilkan. Dari analisa modal, pembiayaan dan pendapatan akan didapatkan perkiraan keuntungan yang didapatkan dengan perhitungan sebagai berikut:

2. Kelebihan

Keuntungan dari budidaya ikan lemon ini adalah, ikan lemon memiliki pasar yang cukup laris dan penggemar yang cukup banyak. Jadi menjalankan usaha ini tidak perlu kawatir akan mati di pasaran atau tidak laku terjual. Karena ikan lemon merupakan ikan hias yang banyak diminati, menjalankan usaha ini, asalkan mengetahui trik dan caranya, jelas akan mendatangkan keuntungan.

3. Kekurangan

Setiap usaha yang dijalankan pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kekurangan yang dialami dari budidaya ikan lemon ini adalah, tingkat persaingan yang tinggi. Hal ini dikarenakan begitu banyaknya orang yang menjalankan usaha ini. Disini skill dan kecerdasan menjalankan serta mempertahankan usaha ini sangat diperlukan, sehingga mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya.

Pada dasarnya menjalankan usaha budidaya ikan lemon tidak berbeda jauh dengan budidaya jenis ikan hias lainnya. Selain membutuhkan modal dan keahlian, juga dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan juga inovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru yang bisa dijadikan daya tarik bagi usaha yang dijalankan. Hal ini untuk menghadapi persaingan yang makin besar dalam usaha ini.

Budidaya ikan lemon memang menjanjikan keuntungan yang lumayan. Jenis ikan yang banyak peminatnya, serta sasaran konsumen yang jelas, usaha ini bisa dijadikan alternatif apabila ingin menjalankan sebuah bisnis rumahan yang mudah. Khususnya bagi Anda yang sudah mencintai ikan sejak dahulu.

Written by Portal Hewan