in

16 Cara Budidaya Ikan Discus di Akuarium dan Kolam Terpal

Budidaya Ikan Discus – Tak bisa dipungkiri, saat ini mencoba berbisnis dengan melakukan budidaya ikan merupakan suatu usaha yang bisa memberikan prospek yang menguntungkan. Bukan hanya ikan konsumsi, budidaya ikan hias seperti budidaya ikan discus pun terbilang memilki banyak sekali peminat. Jenis Ikan ini memang memilki ciri menarik dan mencolok sehingga sangat cocok dipelihara misalnya di akuarium.

Budidaya Ikan Discus, Ternak Ikan Discus

Perlu Anda ketahui, ikan discus ini merupakan salah satu jenis ikan tawar yang asalnya dari perairan amazon. Ikan ini memang sangat indah dengan memiliki warna yang bervariasi serta memilki bentuk yang unik sekali yaitu lebar dan pipih. Nah, seiring berjalanya waktu, ikan inipun sudah banyak yang membudidayakan dan berhasil. Lalu bagaimana pembudidayaan serta penghitungan modalnya?

Cara-Cara Budidaya Ikan Discus Agar Dapat Untung

A. Budidaya Ikan Discus di Akuarium

Pemeliharaan berbagai jenis ikan tentu saja berbeda. Misalnya jika kita mengetahui bahwa pembudidayaan ikan konsumsi yaitu pada tambak maupun kolam. Lain lagi untuk budidaya ikan tawar sepertu ikan discus ini akan lebih optimal jika ditempatkan pada suatu wadah misalnya akuarium. Mengapa demikian? Karena sifat dari ikan tersebut tentu saja berbeda-beda.

Misalnya pada ikan discus, ikan ini dikenal sebagi ikan yang kalem atau keberadaanya tidak suka diusik. Discus inipun dikenal mudah mengalah sabar sehingga lingkungan tinggalnya pun haruslah tenang. Jadi, jika Anda ingin melakukan pembudidayaan, maka sangat disarankan untuk tidak menyatukan ikan ini dengan ikan lainya.

Mengapa? Karena selain sifat ikan ini, sirip ikan yang cantik inipun bisa rusak jika disatukan dengan jenis ikan lainya. Selain itu, jenis ikan discus betina dan jantan sebenarnya memilki kegesitan yang berbeda. Discus jantan misalnya pada saat diberikan pakan akan lebih cenderung dominan dibandingkan betina. Sedangkan discus betina lebih bersifat penyayang anak.

1. Pemilihan Akuarium dan Ukurannya

Nah, melihat sifat dari ikan ini maka pemeliharaan ikan ini di akuarium menjadi pilihan yang tepat tentu saja. Selain karena akuarium merupakan tempat dimana ikan bisa dijadikan pajangan, namun juga memudahkan untuk mengawasi ikan tersebut misalnya saja untuk mengawasi tingkat pH air, pengaturan suhu air, hingga mengawasi kemungkinan munculnya penyakit.

Jadi, pada masa pembudidayaanya induk ikan discus tersebut perlu dipelihara pada sebuah tempat dengan ukuran yang mendukung, kemudian benih ikan dimasukkan pada air dalam wadah yang sudah didiamkan selama 3 hari. Pada saat pembenihan ikan ini, maka air sanga perlu diperhatikan tujuanya yaitu agar tidak adanya penyakit pada ikan.

Langkah-langkah untuk budidaya ikan discus ini pada akuairum yaitu persiapan wadah. Untuk akuaiumnya, Anda bisa menggunakan akuarium dengan ukuran sekitar 100x50x50 cm. Akuarium tersebut pertama perlu Anda bersihkan dari kotoran. Setelah itu silahkan Anda isikan air pada akuarium tersebut dengan ketinggian 25 cm.

2. Mempersiapkan Akuarium dan Wadah Lain yang Dibutuhkan

Kemudian untuk menstabilkan pH air serta menghindari cendawan, pada air tersebut perlu Anda larutkan Larutkan 1 sendok makan garam kedalam air serta masukkan satu lembar daun ketapang kedalam aquarium tersebut. Jadi, derajad keasaman atau pH air yang ideal yaitu berkisar antara 5,5 -6,5. Setelah itu, Anda perlu memasang filter air dan diamkan akuarium tersebut selama 3 hari.

Perlu Anda ketahui juga, bahwasanya telur dari ikan discus ini nantinya akan mudah menempel. Jadi, untuk memberikan perlindungan pada telur tersebut, akan lebih baik jika Anda memberikan tempat telur misalnya pot, pecahan genteng, paralon dan lainya dengan diameter 4 inci. Pemasanganya pun perlu dilakukan secara tegak lurus mengikuti ketinggian air.

3. Proses Penebaran Induk

Langkah selanjutnya yaitu penebaran induk. Untuk melakukan penebaran induk tersebut ke dalam akuarium,maka akan lebih baik jika Anda lakukan pada pagi hari. Sebelum memasukkan induk ke dalam kolam pun, Anda juga melakukan proses aklimatisasi terlebih dahulu. Caranya yaitu Anda perlu mengapung-apungkan wadah yang berisi induk ikan tersebut ke dalam akuarium.

Tujuan dari aklimatisasi tersebut yaitu untuk memberikan penyesuaian ikan pada lingkungan yang baru. Proses inipun bisa dilakukan sellama 10 sampai 15 menit. Pastikan juga bahwa induk yang dtebar tersebut yaitu berukuran antara 12, 5 – 15, 0 cm dengan perbandingan jantan serta betina 1:1 secara berpasangan serta siap kawin.

Nah, pada masa pembudidayaan ikan discus ini hingga nantinya ikan siap untuk melalui masa pemijahan, maka Anda harus menjaga kualitas air, memberikan pakan dengan baik serta mengawasi secara maksimal. Untuk pemberian pakan ikan discus ini sendiri yaitu dapat dilakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi serta sore hari pada jam 8 wib dan juga 15.30 wib.

4. Pemberian Pakan dan Menjaga Kesehatan Ikan Discus

Lalu apa jenis pakan yang baik diberikan pada ikan discus ini? Karena kualitas pakan juga akan berpengaruh pada perkembangan serta kelancaran pembudidayaan, maka jenis pakan yang Anda berikan pun harus baik yaitu berupa cacing sutra dan juga jentik nyamuk sesuai takaran.

Selain pemberian pakan, pengelolaan mutu air juga penting sekali untuk diperhatikan dalam budidaya ikan discus ini. Nah, untuk mengelola mutu air agar tetap bersih dan juga membuat ikan nyaman, maka Anda perlu melakukan penyiponan serta melakukan pergantian air secara berkala. Misalnya yaitu dengan melakukan pergantian air sejumlah 20 – 25 persen tiap-tiap hari saat pagi hari.

Kesehatan ikan discus pada masa pembudidayaanya pun juga sangat penting sekali untuk diperhatikan. Pasalnya dalam pemeliharaan ikan, tak menutup kemungkinan muncul adanya hama maupun penyakit tertentu lainya. untuk mencegahnya, Anda bisa memberikan perlindungan ikan dengan pemberian garam non yodium sejumlah 5 ppt pada air baru serta diaerasi sepanjang 24 jam.

5. Persiapan Pemijahan Ikan

Langkah pembudidayaan ikan discus di akuarium selanjutnya yaitu persiapan pemijahan ikan. Untuk melakukan pemijahan tersebut, maka harus menggunakan wadah yaitu akuarium tersebut. Pada masa persiapan pemijahan tersebut substrat yang digunakan yaitu pipa paralon dengan diameter 4 inci yang sudah dibagi menjadi dua. Pipa tersebut perlu diletakkan di bagian pojok akuarium dengan cara digantung dengan kawat.

Perlu Anda ketahui, tahapan pemijahan ini merupakan proses yang sangat penting sekali. Mengapa? Karena proses ini berkaitan dengan keberhasilan Anda dalam melakukan budidaya. Jadi proses ini bisa dibilang sebagai tolak ukur sukses atau tidaknya pembudidayaan yang Anda lakukan.

6. Proses Pemijahan

Nah, ikan yang sudah siap dipijahkan ini yaitu ketika memilki ukuran 11 sampai 14 cm dengan masa usia yaitu antara 12 sampai 18 bulan. Perbandingan ikan yang dipijahkan tersebut yaitu 1:1 antara ikan jantan dan ikan betina. Lalu kapan ikan ini dapat melakjukan pemijahan? Jadi secara umum, induk discus ini dapat melakukan pemijahan yaitu pada malam hari sekitar pukul 23.00-06.00 wib.

Proses pemijahan tersebut dapat terjadi yaitu apabila sebelumnya induk discus jantan mengejar induk betina dan juga setelah induk-induk tersebut pada menemukan tempat untuk tempat pemijahan. Nah, maka dari itu, penting sekali untuk menempatkan pipa atau pecahan genteng maupun pot pada akuarium.

Di tempat tersebutlah, misalnya pipa atau genteng, nantinya telur-telur ikan akan menempel. Selanjutnya discus betina tersebut akan menjaga telur-telur tersebut sambil mengipaskan siripnya untuk memberikan asupan oksigen bagi calon anakanya tersebut. Proses penetasan telur tersebut jika perawatan yang diberikan optimal, maka bisa dalam kurun waktu 60 jam.

7. Setelah Penetasan Telur

Setelah telur tersebut menetas, maka induk discus pun akan membersihkan larva ikan discus sedangkan sisa telurnya akan dipindahkan pada tempat yang aman dan bersih. selanjutnya apa yang terjadi? Setalah 3-4 hari kemudian, maka telur pun menetas dan akan mendapati burayak atau anakan ikan yang berenang di akuarium.

Anakan ikan atau larva inipun beberapa hari kemudian akan beterbangan dan melekat pada tubuh induk discus betina untuk mengisap lendir dari induknya tersebut. hal tersebut karena lendir dari induk inlah yang menjadi makanan awal bagi anakan ikan.

8. Pemeliharaan Anakan Ikan Discus

Langkah selanjutnya yaitu melakukan pemeliharaan pada anakan kan atau larva tersebut. buarayak atau larva tersebut seperti yang kita ketahui akan melekat pada tubuh induknya. Lama waktu ikan tersebut melekat yaitu sekitar 3 minggu ( 21 hari ) sebelum saat larva berkembang jadi benih serta dipelihara pada akuarium terpisah.

Pada saat pemeliharaan discus inipun Anda harus berhati-hati, pasalnya seperti yang telah dibahas sebelumnya induk ikan kerap memangsa anak sendiri saat kondisi air kurang cocok. Untuk menghindari hal tersebut maka Anda perlu menyuntikkan bloratin pada induk ikan discus agar induk berhenti makan dan produksi lendirnya bertambah.

9. Pemeliharaan Anakan Setelah 1 Bulan

Setelah ikan hampir 1 bulanan, Anda bisa memindahkan anakan ikan discus tersebut pada akuarium pembesaran. Pada saat pembesaran ikna discus ini, maka akan lebih baik jika Anda mmenggunakan akuarium yang sedang agar pemeliharaanya mudah. Sedangkan apalbila ikan discus sudah muali membesar, Anda bisa memindahkan pada akuarium lebih besar dengan jumlah ikan dibatasi.

Pemberian pakan pada benih atau anakan ikan discus inipun juga sangat perlu diperhatikan. Pemberian pakan yang baik tentu juga akan menetukan kualitas dari ikan tersebut pula. Untuk itu, akan lebih baik jika Anda memberikan pakan ikan yang mengandung nutrisi yang tinggimisalnya berupa cacing sutra, dapmia, udang kecil atau pakan khusus ikan hias lainnya.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Oscar di Aquarium, Kolam Terpal dan Tembok

B. Budidaya Ikan Discus di Kolam Terpal

Selain menggunakan akurium sebagai tempat pembudidayaan, budidaya ikan discus juga bisa Anda lakukan di kolam terpal. Budidaya ikan discus ini di terpal mungkin terbilang efisien dan biayanya pun juga terbilang tak terlalu tinggi. Metode pembudidayaan ikan disus di kolam terpal ini juga cocok Anda jalankan bagi Anda yang masih pemula.

1. Persiapan Peralatan dan Bahan

Untuk melakukan pembudidayaan ini, maka hal pertama yang perlu Anda persiapkan tentu saja alat dan bahanya. Misalnya saja Anda perlu melalukan perhitungan dalam membuat dasar maupun dinding kolam mislanya mengenai lahan yang akan digunakan yaitu berupa tanah, bambu, tauapun kebutuhan besi.

Melakukan pertimbangan mengenai luas dan kedalaman kolam, maka akan juga berbengaruh terhadap luas terpal yang akan Anda beli nantinya untuk pembudidayaan ikan discus ini. Dalam pembuatan kolam terpal untuk discus inipun maka Anda perlu membuat kolam dengan dasar dan pinggiran berupa tanah.

Sedangkan terpal tersebut bisa Anda gunakan sebagai pinggiranya. Hal tersebut terbilang efisien yaitu agar meminimalkan terjadinya kebocoran pada kolam terpal tersebut. Untuk pembuatan kolam dengan berdasar tanah tersebut maka Anda juga perlu meratakan permukaan bawah tanahnya yaitu misalnya dengan diberikan batu bata serta ditutup dengan sekam.

Selain itu, pembuatan saluran air yang baik pada kolam ikan discus ini juga penting diperhatikan. Tujuanya sendiri yaitu untuk menjaga kejernihan dari air tersebut. Kolam yang jernih tentu saja juga akan menunjang kehidupan ikan sehingga dapat berkembang dengan baik. Misalnya saja aitu dengan membuat saluran buangan menggunakan pipa ukuran 5 – 10 inch dan juga pump air.

Memberikan perataan pada permukan bawah tanah ini pun juga penting agar dalam budidaya ikan discus, ikan dapat berkembang biak dengan baik. Selain itu, Anda juga perlu melalkkuakn persiapan untuk kolamnya sendiri. Ukuran kolam yang direkomendasikan untuk pembudidayaan ikan discus yaitu dengan luas antara 75 × 35 × 35 hingga ukuran 100 x 50 x 30 cm.

2. Pengisian Air Pada Kolam

Selanjutnya, segera lakukan pengisian air. Di sini, hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam penyiapan kolam untuk pembudidayaan ikan discus diantaranya yaitu air yang digunakan pun harus bersih yaitu dengan kisaran temperatur yaitu 28oC sampai 30oC dan tingkat pH 5-6. Pengaturan pH air tersebut yaitu kisaran pH 6 untuk proses pengawinan, sedangkan pH 5 untuk proses penetasan telur.

Untuk mendapatkan air dengan pH 5 tersebut, maka Anda pun perlu memasang filter pada bagian luarnya yaitu funginya untuk menyaring air. Kemudian, diamkan kolam terpal untuk tempat budidaya ikan discus ini selama 3 hari.

3. Menebar Indukan Ikan

Nah, setelah kolam siap, maka langkah selanjutnya Anda bisa menebar indukan discus tersebut ke dalam kolam terpal yang berkualitas terbaik. Proses penebaran tersebut akan lebih baik jika dilakukan pada sore hari. Langkahnya yaitu pertama Anda perlu menyiapkan wadah untuk tempat ikan discus sementara.

Wadah atau baskom yang berisi ikan discus tersebut kemudian silahkan Anda masukkan ke dalam kolam dengan cara digoyang-goyangkan ke air selamam 10 hingga 15 menit. Proses ini pun sering dinakam dengan aklimatisasi yang bertujuan yaitu untuk memperkenalkan ikan dengan lingkunganya yang baru sehikngga tidak mengalami stres.

4. Pemeliharaan induk

Pada masa budidaya ikan discus ini menjaga kualitas air serta pemberian pakan yang teratur pada ikan sangat penting sekali. Utamanya itu agar proses pemijahan ikan dapat berjalan dengan optimal. Perawatan yang optimal tersebut misalnya dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air tetap bersih dengan cara menggantinya dua kali sehari atau sesuai kebutuhan.

Pembersihan kolam terpal tersebutpun dapat Anda lakukan misalnya pada saat setelah ikan diberikan. Tujuanya yaitu agar kotoran dari pakan tersebut tidak mengotori kolam. Nah, untuk pemberian pakan, maka Anda pun juga perlu memperhatikan dengan baik yaitu sebanyak 2 kali sehari pada saat pagi dan sore hari.

5. Proses Pemijahan

Tahap budidaya dari pembudidayaan ikan discus ini berikutnya yaitu proses pemijahan. Seperti yang telah dibahas diatas, proses pemijahan ini sangat penting dan menjadi indikasi keberhasilan dari pembudidayaan ikan discus itu sendiri. Syarat untuk melakukan pemijahan ini diantaranya yaitu indukan sudah berusia minimal 1 tahun.

Proses pemijahan tersebutpun dapat terjadi apabila ikan discus yang memiliki pasangan. Jadi idealnya sepasang ikan discus tersebut dapat mengalami pembuahan apabila telah disatukan pada akuarium pada waktuyang lama. Pada masa pemijahan tersebut, apabila indukan betina sudah bertelur, maka telur akan menempel.

Nah, untuk mensiasatinya, Anda bisa nih memasukan batu-batuan kecil khusus, atau pecahan gebting maupun memasukkan paralon sebagai tempat untuk ikan discus menempatkan telu nantinya. Proses pemijahan inipun biasanya memkan waktu selama 24 jam

6. Telur Mulai Menetas

Setelah itu, maka pada 2-3 hari kemudian, terlur ikan discus tersebutpun akan mulai menetas dan Andapun akan mendapati larva atau anakan discus ini beterbangan di kolam. Lalu kemudian, anakan tersebut nantinya akan menempeli tubuh ikan discus betina untuk mengisap lendirnya sebagi sumber pakan pertama dari larva tersebut.

Nah, larva tersebut akan menempel pada tubuh induknya selama kurang lebih 1 bulan, maka setelahnya larva tersebut akan berkembang menjadi benih sehinga siap untuk Anda pindahkan ke kolam terpal yang terpisah. Nah, pada saat benih tersebut dipisahkan, Anda perlu memberikan pakan berupa kutu air dan artemia.

7. Proses Pembesaran Benih

Pada saat proses pembesaran benih tersebut, Anda pun perlu melakukan perawatan dengan optimal pula agar pertumbuhan dari benih discus tersebut bisa berlangsung dengan baik tanpa adanya kendala. Proses perawatanya tersebut mislana dengan memberikan naupli artemia sejumlah 50 ml hingga benih berukuran 1 bulan.

Selain itu, Anda pun perlu memberikan pakan pada benih ikan ini sebanyak 3 kali 1 hari dengan jumlah 100 ml tiap-tiap pemberian per kolam. Anda pun juga perlu melakukan penggantian air setiap pagi hari dengan jumlah penggantian air lebih kurang 40 persen.

Analisis Usaha Budidaya Ikan Discus

Seperti yang kita ketahui dan dibahas juga diawal bahwa melakukan budidaya ikan misalnya ikan hias yaitu ikan discus ini memang memberikan banyak keuntungan dan bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Meskipun begitu, Anda pun juga perlu melalukan perhitungan yag baik agar usaha Anda pun bisa berjalan dengan baik dan juga lancar.

Pada saat Anda berencana untuk melakukan budidaya ikan discus maka perhitungan pertama yang perlu Anda pertimbangan tentu saja yaitu berapa banyak biaa yang akan Anda butuhkan dalam proses budidaya tersebut kan? Dalam hal ini maka yang paling utama sebelum menjalankan usaha ini yaitu dengan mempertimbangkan modal usaha dengan baik dan juga teliti.

Modal yang akan Anda butuhkan untuk menjalankan usaha inipun bisa terbilang bervariasi diantaranya yaitu untuk pembelian bibit ikanya. Pembelian akuarium, kolam, pakan dan lainya sehingga dari awalpun harus Anda persiapkan dengan baik agar nantinya Anda tidak merasa kelabakan atau bahkan tidak sesuai target.

Seperti yang kita ketaui, harga ikan discus yang dijual dipasaran tidaklah murah. Sehingga Anda pun perlu menganggarkan biaya untuk pembelian ikan tersebut. Harga ikan ini yang mahal memang sebanding dengan bentuknya sendiri dimana sangat cantik sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk membudidayakanya. Lalu berapa harga ikan discus tersebut?

Di pasaran, ada beberapa jenis ikan discus yang menjadi favorit dan banyak dipilih untuk dibudidayakan diantaranya yaitu ada ikan discus Red Ribbon yang memiliki harga sekitar 220.000, ikan nagle Blue Diamond harga sekitar 310.000, Pearl Pigeon dijual dengan harga sekitar 300.000, ada juga discus Marlboro Red harga sekitar 280.000 dan masih banyak jenis ikan discus lainya.

Nah, jika sudah mengetahui jenis dan juga harga dari ikan discus ini, maka sebelum Anda berniat untuk membeli perlu pertimbangan juga jangan asal beli. Terutama bagi Anda yang masih pemula. Pasalnya dalam membeli ikan discus ini ada berbagai jenis ikan dengan berbagai kondisi. Jadi, pastikan Anda untuk memilih calon indukan yang baik dan berkualitas.

Anda pun juga perlu tahu bahwa ikan ini akan siap dikawinkan pada usia 12 hingga 18 bulan, Sehingga persiapan tempat pemijahanya pun juga perlu Anda lakukan sejak awal. Nah, ketika ikan discus ini melewati masa pemijahan dan bertelur, jumlah telur yang dihasilkan bisa berjumlah 50-300 butir.

Dalam pelaksanaan budidaya ikan discus ini, selain melakukan perhitungan mengenai pembelian ikan discus nya sendiri, ada juga modal serta investasi lainya yang perlu Anda perhitungkan seperti yang telah dibahas diatas.

Diantaranya yaitu perhitungan modal dalam pembelian peralatan-peralatan yang dibutuhkan misalnya saja kolam akuarium,pompa air, pakan dan lainya. Adapun rincian perhitunganya kurang lebih yaitu sebagai berikut.

Perlatan pertama yang dibutuhkan untuk pembudidayaan ikan discus ini diantaraya yaitu akuarium misalnya saja jika Anda membeli sebanyak 3 buah maka harganya yaitu Rp. 300.000, kolam ukuran 2×2 dengan harga yaitu Rp.100.000, kemudian Anda pun juga membutuhkan jaring dengan harga sekitar Rp.100.0000.

Dalam pembudidayaan ikan discus, Anda juga mebutuhkan pompa air sebagai pengairan harganya sekitar RP.600.000, biaya lainya yaitu untuk pembelian selang yaitu sekitar Rp. 300.000, biaya untuk pengeluaran air atau PDAM serta biaya listrik perbulanya yaitu sekitar Rp.300.000. Andaun juga memerlukan saringan dalam budidaya ikan discus ini, untuk modalna sekitar Rp. 500.000.

Modal yang Anda butuhkan lainya yaitu termasuk untuk pembelian bibit serta pakan ikanya sendiri. Misalnya jika Anda membeli 4 pasang ikan, maka biaya yang akan Anda butuhkan untuk membeli ikan diskus tersebut yaitu sekitar Rp. 2000.000. Sedangkan untuk pakan misalnya untuk 1 bulanya, maka Anda membutuhkan biaya sekitar Rp. 200.000. Adapun biaya tambahan yaitu Rp.400.000.

Dari total jumlah perhitungan tersebut diatas, maka jika kita hitung modal awal yang akan Anda butuhkan untuk memulai bisnis pembudidayaan ikan tawar ini yaitu sekitar Rp. 4.800.000. Biaya tersebut bisa saja berkurang ataupun bahkan bertambah sesuai kebutuhan dan jumlah ikan discus yang akan Anda pelihara tentu saja.

Meskipun modal awal yang akan Anda keluarkan untuk pembudidayaan ikan discus ini cukup tinggi, namun akan sebanding atau bahkan hasilnya pun akan jauh lebih besar dibandingkan modal yang Anda keluarkan ini. Hal tersebut dapat Anda dapatkan dengan syarat pembudidayaan Anda bisa berjalan dengan lancar dan juga berhasil.

Jika pembudidayaan Anda tersebut bisa berhasil sehingga menghasilkan anakan dan indukan ikan discus yang banyak, maka bisa dipastikan kenuntungan yang akan Anda dapatkan sangat besar sekali. Terlebih kita mengetahui bahwa ikan discus ini bisa dibilang memilki banyak penggemar dan banyak sekali dicari untuk dibudidayakan.

Ketika Anda mampu membudidayakanya sendiri, Anda pun nantinya bisa menjual ikan tersebut di pasaran. Dijamin keuntungan yang Anda dapatkan besar terlebih harga ikan discus ini dipasaran tidaklah murah.

Meskipun begitu, untuk melakukan budidaya ikan discus sebenarnya tidak mudah. Terutama bagi Anda yang masih pemula, tentu harus banyak belajar. Pasalnya untuk perawatan ikan inipun harus maksimal dan ada banyak hal penting yang perlu Anda pahami hingga natinya ikan dapat bertelur hingga menjadi benih ikan discus tersebut.

Untuk melakukan perawatan ikan, misalnya dalam hal pengelolaan air hingga pengawasan adanya penyakit harus benar-benar harus Anda perhatikan sekali. Dan juga untuk pengelolaan airnya pun harus dibersihkan setiap hari. Selain itu, pemberian makananya pun harus rutin yaitu setiap 2 kali sehari. Jadi, untuk melakukan budidaya ikan discus ini, Anda harus benar-benar telaten.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Guppy di Aquarium, Ember dan Kolam Terpal

Terlebih lagi seperti yang kita ketahui harga ikan discus ini cukup mahal, sehingga jika sampai perawatan dalam pembudidayaannya kurang dan mengakibatkan ikan mati, maka dipastikan akan rugi sekali. Belum lagi modal yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan yang dibutuhkan juga terbilang tinggi. Jadi, sebelum memulai budidaya ikan ini, Anda perlu mempertimbangkan dengan matang.

Ketika ingin budidaya ikan discus, anda kami sarankan terlebih dahulu mencari relasi. Tujuan relasi suapa jika anda panen dapat menjual anakan discus dengan mudah.

Written by Portal Hewan