46 Jenis Cekakak, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

  • Whatsapp

Artikel kali ini kita akan membahas lebih lengkap dan detil tentang jenis burung cekakak. Burung ini mempunyai banyak sekali nama lain lho, contohnya raja-udang, tengkek, pekaka, kukabura, dan udang-merah. Dilihat dari namanya saja burung ini sudah sangat unik, apalagi jika Anda melihatnya secara langsung dari dekat.

Penamaan burung cekakak yang mengandung unsur kata “udang” tidak lain dan tidak bukan adalah bentuk dan warnanya yang mirip dengan udang. Burung ini ukurannya kecil dengan berbagai kombinasi warna cerah seperti orange, biru, dan putih. Warna dominan tubuhnya lebih banyak dihiasi oleh warna orange, mirip seperti seekor udang segar yang baru ditangkap.

Alasan lain mengapa penyebutan burung cekakak disebut dengan raja-udang yaitu hubungan kekerabatannya dengan burung raja-udang. Burung ini termasuk ke dalam keluarga Alcedinidae atau kelompok burung yang dinamakan dengan kingfisher. Kingfisher sendiri merupakan jenis burung yang cukup banyak ada di Indonesia, hampir 45 spesies bisa Anda temui di tanah air.

Dari 45 spesies tersebut, 18 diantaranya merupakan jenis burung cekakak. Kesemua 45 spesies burung ini tergolong ke dalam jenis burung yang dilindungi oleh hukum di Indonesia. Kemiripan yang paling dominan antar spesies bisa dilihat pada burung cekakak dan burung raja-udang. Kedua burung tersebut hampir mempunyai kebiasaan dan perilaku yang sama, apalagi di alam liar.

Nah, untuk menambah pengetahuan Anda tentang jenis burung cekakak ini, yuk kita lihat jenis-jenisnya di bawah ini. Pastikan Anda juga memperhatikan gambar di tiap masing-masing jenis burung ya, agar bisa lebih mudah dalam membedakan antara satu jenis dengan jenis lainnya.

46 Jenis Cekakak, Ciri Fisik, Warna, Habitat dan Gambarnya

1. Cekakak-pita Bidadari / Fairy Paradise Kingfisher (Tanysiptera nympha)

Cekakak-pita Bidadari / Fairy Paradise Kingfisher (Tanysiptera nympha)

 

Jenis burung cekakak yang perlu Anda ketahui pertama yaitu burung cekakak-pita bidadari. Dari namanya saja kita pasti sudah tahu bahwa burung ini sangat cantik dengan warna pada bulunya. Nama latin burung ini yaitu Tanysiptera nympha dan diklasifikasikan oleh G.R. Gray pada tahun 1840.

Ukuran burung ini tidak terlalu besar ataupun kecil, sekitar 32 cm dari ujung kepala sampai dengan ekornya. Kebanyakan burung cekakak-pita bidadari mempunyai mahkota biru, warna bulu mantel yang cenderung gelap kehitaman, dan bagian bawah tubuhnya berwarna merah muda terang. Warna tunggirnya sendiri lebih terlihat seperti warna merah jambu dengan bulu yang pendek pada bagian ekor tengan serta ujungnya yang putih.

Suara burung cekakak-pita bidadari ini cukup khas dan tidak sama dengan jenis cekakak lainnya. Penyebarannya di Indonesia meliputi wilayah barat sampai utara Papua. Tempat hidupnya di alam liar merupakan hutan yang berada di area perbukitan dan juga hutan mangrove. Anda akan menemukannya bertengger di pohon dalam hutan yang cukup teduh.

2. Cekakak-pita Dada-jingga / Buff-breasted Paradise Kingfisher (Tanysiptera sylvia Gould)

 Cekakak-pita Dada-jingga / Buff-breasted Paradise Kingfisher (Tanysiptera sylvia Gould)

 

Jenis burung cekakak yang kedua yaitu burung cekakak-pita dada-jingga. Sudah bisa dipastikan jika jenis burung yang satu ini mempunyai warna bulu yang indah, terutama bagian dadanya yang berwarna jingga. Nama latin dari burung ini yaitu Tanysiptera sylvia dan ditemukan oleh Gould pada tahun 1850.

Ukuran burung cekakak-pita dada-jingga bisa dikatakan cukup besar karena mencapai 37 cm. Bagian tengah dari punggungnya berwarna cerah cenderung putih. Sedangkan bagian bawah tubuhnya didominasi oleh warna jingga, putih, sampai dengan ke bagian ekornya. Ketika umur burung ini masih muda, penampilannya akan tampak seperti burung cekakak biasa.

Burung cekakak-pita dada-jingga mempunyai jenis suara yang getarannya mengeluarkan efek gemerincing dengan nada yang menurun. Burung ini sendiri dibagi lagi ke dalam 4 spesies khusus dengan persebaran yang berbeda.

sylvia : Gould, 1850. Daerah Australia timur-laut sampai dengan Papua bagian selatan.

salvadoriana : E. P. Ramsay, 1879. Daerah Papua utara sampai dengan S. Kemp Welch.

nigriceps : P. L. Scalter, 1877. Daerah Duke of York dan New Britain.

leucura : Neumann, 1915. Daerah Gugus Kepulauan Bismarck.

3. Cekakak-pita Kecil / Little Paradise Kingfisher (Tanysiptera hydrocharis)

Cekakak-pita Kecil / Little Paradise Kingfisher (Tanysiptera hydrocharis)

 

Cekakak-pita kecil merupakan salah satu jenis burung cekakak yang ukurannya lebih kecil, yaitu sekitar 31 cm sampai ke ekornya. Jenis cekakak yang satu ini mirip seperti burung cekakak biasa pada umunya namun dengan ukuran yang lebih kecil. Hampir semua bulu ekornya berwarna biru.

Ada beberapa kawasan daerah penyebaran burung cekakak-pita kecil, yaitu di Kepulauan Aru sampai dengan kawasan Trans-Fly Merauke. Habitat burung ini hampir sama dengan burung cekakak lainnya namun cekakak-pita kecil lebih memilih untuk tinggal di kawasan yang lebih kering.

Anda bisa menemukan burung cantik ini di hutan dengan dataran yang rendah dengan aluvial yang alami. Pada tahun 1858, G. R. Gray merupakan orang yang pertama kali mengkalisifikasikan burung ini.

4. Cekakak-pita Numfor / Cobalt Paradise Kingfisher (Tanysiptera carolinae Schlegel)

Cekakak-pita Numfor / Cobalt Paradise Kingfisher (Tanysiptera carolinae Schlegel)

Jenis burung cekakak selanjutanya dinamakan burung cekakak-pita numfor. Nama numfor diambil dari nama pulau habitatnya di kawasan Teluk Cendrawasih, Papua. Schlegel mengklasifikasikan burung ini pertama kali pada tahun 1871 dengan nama latin Tanysiptera carolinae.

Ukuran burung cekakak-pita numfor sekitar 36 cm sampai dengan 38 cm. Ukuran yang cukup besar untuk jenis cekakak. Perbedaan burung ini dengan cekakak biasa yaitu warna tubuhnya yang ada di bagian bawah. Hampir semua bulu di bagian bawah tubuh burung ini berwarna biru. Kaku dan tungkainya berwarna kuning terang.

Penyebaran burung ini ada di kawasan endemik Pulau Numfor, Teluk Cendrawasih, Papua. Di pulau indah ini, burung cekakak-pita numfor biasanya akan mendiami kawasan vegetasi pantai.

5. Cekakak-pita Kofiau / Kofiau Paradise Kingfisher (Tanysiptera ellioti)

Cekakak-pita Kofiau / Kofiau Paradise Kingfisher (Tanysiptera ellioti)

Burung cekakak-pita kofiau adalah jenis burung cekakak yang pertama kali di klasifikasikan oleh Sharpe pada tahun 1869 dengan nama Tanysiptera ellioti. Ukuran burung ini sangat besar, sekitar 33 cm sampai dengan 43 cm sampai dengan ekornya.

Bagian mahkota burung ini berwarna biru terang dengan bagian tubuh bawah bercoret putih fan biru. Tunggirnya putih dengan bulu ekor yang juga berwarna putih. Burung cekakak muda akan berwarna coklat pirang dengan ekor yang pendek.

Tempat penyebaran burung ini ada di Pulau Kofiau di kawasan Kepulauan Papua Barat. Burung cekakak-pita kofiau akan lebih banyak bertengger di bawah kanopi hutan jenis rawa dan pamah. Sifatnya cukup agresif dan teritorial.

 

6. Cekakak-pita Biak / Biak Paradise Kingfisher (Tanysiptera riedelii)

Cekakak-pita Biak / Biak Paradise Kingfisher (Tanysiptera riedelii)

Satu lagi jenis burung cekakak cantik yang perlu Anda ketahui, namanya burung cekakak-pita biak. Diklasifikasikan oleh Verreaux pertama kali pada tahun 1866 dengan nama Tanysiptera riedelii, burung cekakak ini merupakan salah satu cekakak dengan jenis ekor yang memanjang.

Panjang tubuhnya berkisar 36 cm sampai dengan 40 cm sampai ekornya. Warna biru muda menempel pada burung ini hampir di semua bagian tubuh, terutama bagian atas mulai dari mahkota sampai dengan leher dan punggung. Bagian bawah tubuhnya berwarna putih sampai ke bagian ekor.

Anda bisa menemukan buruk cekakak-pita biak ini di daerah hutan rawa di sekitar kawasan Pulau Biak, Pulau Supiori, dan juga Telu cendrawasih. Perilaku burung ini soliter dan sangat agresif terhadap wilayahnya. Makanannya berupa jangkrik, laba-laba dan beberapa jenis serangga hutan.

7. Cekakak-pita Biasa / Galatea Paradise Kingfisher (Tanysiptera galatea)

Cekakak-pita Biasa / Galatea Paradise Kingfisher (Tanysiptera galatea)

Burung cekakak-pita biasa merupakan cekakak dengan jenis suara yang lembut dan merdu. Diklasifikasikan pertama kali oleh G.R. Gray dengan nama Latin Tanysiptera galates di tahun 1859. Keunikan cekakak-pita biasa bisa dilihat dari warna paruhnya yang indah.

Ukurannya sekitar 33 sampai dengan 43 cm dengan warna paruh yang merah. Mahkotanya berwarna biru terang dengan tunggir yang berwarna putih. Bagian bawah tubuhnya berwarna kecoklatan dengan bulu yang memanjang. Kelengkapan warna di bagian tubuh burung ini membuatnya terlihat sangat cantik.

Suara burung cekakak-pita biasa dimulai dari nada menurun yang lembut sampai ke nada tinggi secara perlahan. Nadanya akan terdengar semakin merdu ketika burung ini merasa gembira. Ada sekitar 15 spesies burung ini yang tersebar di banyak daerah yang berbeda.

8. Cekakak-hutan Dada-sisik / Scaly-breasted Kingfisher (Actenoides princeps)

Cekakak-hutan Dada-sisik / Scaly-breasted Kingfisher (Actenoides princeps)

Cekakak-hutan dada-sisik merupakan jenis burung cekakak dengan ciri khas bagian tubuh dadanya yang bersisik. Reichenbach di tahun 1851 mengklasifikasikan burung ini dengan nama actenoides princeps. Dengan ukuran yang besar, burung ini mampu menarik perhatian siapa saja yang melihatnya.

Ukurannya sekitar 26 sampai dengan 28 cm dengan paruh coklat yang agak kekuningan dan kepala berwarna biru. Khusus untuk burung cekakak-hutan dada-sisik betina, terdapat kumis dan alis bungalan yang terlihat cantik. Khusus untuk ras regalis, hampir semua bagian tubuh bagian atas dan bawah tidak bersisik.

Penyebaran burung ini ada di daerah endemik di Sulawesi dan tidak bisa selalui dijumpai dengan mudah. Biasanya burung ini hidup di kawasan yang cukup tinggi sekitar 900 sampai dengan 2000 meter.

9. Cekakak-hutan Tunggir-hijau / Green-backed Kingfisher (Actenoides monachus)

Cekakak-hutan Tunggir-hijau / Green-backed Kingfisher (Actenoides monachus)

Sama seperti namanya, burung cekakak-hutan tunggir-hijau mempunyai warna hijau di beberapa bagian tubuhnya. Burung ini diklasifikasikan oleh Bonaparte pada tahun 1850 dengan nama acteniodes monachus. Burung ini merupakan jenis burung cekakak dengan tipe ukuran yang cukup besar.

Ukuran tubuhnya bisa mencapai 31 cm sampai dengan 33 cm. Warna perutnya merah dengan bagian kepala yang berwarna biru atau hitam. Punggungnya berwarna zaitun polos dengan ekor yang kehiajuan. Bagian perutnya berwarna merah sampai ke bagian belakang tubuh.

Penyebaran burung ini ada di kawasan endemik Sulawesi dengan 2 sub spesies yang berbeda. Kemungkinan besar Anda tidak akan bisa menemukan burung ini dengan mudah karena memang tidak umum untuk ditemui. Habitatnya yang paling utama ada di kawasan hutan primer sampai dengan ketinggian 900 meter.

10. Cekakak-hutan Melayu / Rufous-collared Kingfisher (Actenoides concretus)

Cekakak-hutan Melayu / Rufous-collared Kingfisher (Actenoides concretus)

Burung cekakak-hutan melayu mempunyai nama latin actenoides concretus. Burung ini diklasifikasikan oleh Temminck di tahun 1825. Cekakak-hutan melayu bukan merupakan jenis burung yang berukuran besar karena tubuhnya hanya bisa mencapai ukuran sekitar 23 cm saja dibandingkan dengan burung cekakak lainnya.

Burung ini mempunyai warna khas, yaitu warna hijau di bagian mahkotanya dengan merah karat dan biru di bagian tubuh lainnya. Matanya berhiaskan strip hitam dengan tubuh bagian bawah berwarna jingga gelap.

Suara siulan burung ini terbilang cukup keras dan tinggi. Sifat burung ini pemalu dan cukup sulit untuk ditemui karena suka bersembunyi. Tempat tinggalnya ada di kawasan perbukitan di daerah Sumatera, termasuk Bangka-Belitung dan Mentawai.

11. Cekakak Tunggir-putih / Glittering Kingfisher (Caridonax fulgidus)

Cekakak Tunggir-putih / Glittering Kingfisher (Caridonax fulgidus)

Burung cekakak tunggir-putih adalah jenis burung cekakak yang bagian tunggir tubuhnya bewarna putih. Burung ini pertama kali dikenalkan oleh Gould di tahun 1857 dengan nama latin caridonax fulgidus. Untuk ukurannya sendiri cukup besar, sekitar 30 cm.

Warna paruh burung cekakak tunggir-putih yaitu merah dengan bagian kepala yang berwarna hitam. Sedangkan warna punggung burung ini biru dengan hampir seluruh bagian bawah tubuhnya berwarna putih. Warna burung ini bisa berbeda tergantung jenis kelamin dan umur burung.

Penyebaran ras burung cekakak tunggir-putih ada di kawasan endemik Nusa Tenggara Timur. Terdiri dari dua spesies utama yaitu fulgidus dan gracilirostris, keduanya hidup di sekitar Lombok dan Sumbawa. Burung ini akan dengan mudah ditemukan di hutan orimer dan hutan basah sekunder.

12. Cekakak Pantai / Beach Kingfisher (Halcyon saurophaga)

Cekakak Pantai / Beach Kingfisher (Halcyon saurophaga)

Burung cekakak pantai merupakan jenis burung cekakak yang cukup unik karena habitatnya yang ada di tepi pantai. Burung ini mempunyai nama Latin Halcyon saurophaga dan diklasifikasikan pertama kali oleh Gould di tahun 1843. Walaupun panjang tubuhnya tidak mencapai 30 cm, namun burung ini mempunyai ukuran yang besar.

Hampir semua bagian tubuhnya berwarna putih, terutama bagian punggung, bagian bawah, dan kepalanya. Bagian sayap dan ekornya berwarna biru cantik. Semua jenis burung jantang dan betina cekakak pantai mempunyai kemiripan tubuh yang sama.

Persebaran burung ini ada di beberapa tempat, seperti Maluku Utara, Papua Barat, New Britain, dan New Ireland. Tidak semua burung cekakak pantai hidup berpasangan di sepanjang pesisir pantai karena ada juga yang hidup menyendiri tanpa pasangan.

13. Cekakak Talaud / Talaud Kingfisher (Halcyon enigma)

Cekakak Talaud / Talaud Kingfisher (Halcyon enigma)

Burung cekakak talaud atau talaud kingfisher adalah jenis burung cekakak yang mempunyai nama latin halcyon enigma atau nama lainnya todiramphus enigma. Pada tahun 1904, Hartert adalah orang yang pertama kali mengklasifikasikan burung ini sebagai burung cekakak. Ukuran burung ini cukup kecil, yaitu hanya sekitar 21 cm saja.

Secara umum, burung cekakak talaud merupakan burung yang mirip dengan cekakak sungan tapi ukurannya lebih kecil. Warna punggungnya cenderung kehijauan dengan mahkota yang berwarna hampir sama. Tempat penyebaran burung ini ada di daerah Endemik di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Anda bisa dengan mudah menemukan burung ini di daerah hutan dan tepi hutan. Selain itu, burung ini juga bisa dilihat di sepanjang kawasan sungai. Burung cekakak talaud biasa menunggu mangsanya di tengah hutan, di kanopi bagian tengah.

14. Cekakak Sungai / Collared Kingfisher (Halcyon chloris)

Cekakak Sungai / Collared Kingfisher (Halcyon chloris)

Burung cekakak sungai atau collared kingfisher merupakan jenis burung cekakak yang ukurannya sedang. Boddaert mengklasifikasikan burung ini di tahun 1783 dengan nama todiramphus chloris. Sesuai dengan namanya, burung ini tinggal di kawasan hutan yang dekat dengan sungai. Itulah mengapa burung ini dinamai dengan nama cekakak sungai.

Dengan ukuran tubuh mencapai 24 cm, burung cekakak sungai merupakan jenis burung yang tidaklah terlalu besar. Warna dominan dari burung ini adalah putih dan biru. Bagian ekor, sayap, punggung, dan mahkota berwarna biru kehijauan. Bagian kerah dan beberapa tubuh bagian bawah berwarna putih bersih.

Ada sekitar 49 sub spesies burung cekakak sungai yang menyebar di beberapa kawasan. Habitat burung ini ada di daerah terbuka, terutama pinggir pantai dan sungai. Makanannya berupa udang, katak, siput, ikan kecil, dan juga serangga. Burung ini juga berburu di sekitar perkebunan dan masuk sampai dengan daerah hunian manusia.

15. Cekakak Murung / Sombre Kingfisher (Halcyon funebris)

Cekakak Murung / Sombre Kingfisher (Halcyon funebris)

Burung cekakak murung mempunyai nama lain todiramphus funebris. Pada tahun 1850, burung ini diklasifikasikan oleh Bonaparte dengan nama latin halcyon funebris. Ukuran burung ini tidaklah besar jika dibandingkan dengan burung cekakak jenis lainnya karena ukurannya hanya sekitar 19 sampai dengan 22 cm.

Bagian penutup kepala dan mahkota di tubuhnya berwarna hitam dengan strip putih panjang dari bagian alis sampai dengan tengkuk. Bagian bawah tubuhnya berwarna putih dengan corak hitam. Bagian atas tubuhnya berwarna hijau-zaitun. Untuk burung cekakak murung betina, bagian atas tubuhnya berwarna coklat zaitun tua.

Penyebaran burung ini ada di daerah endemik Maluku Utara sampai dengan Ternate dan Tidore. Anda kemungkinan besar tidak akan mudah menemukan burung ini karena tempat hidupnya lebih banyak menempati hutan rawa bagian dalam. Makanannya antara lain kadal, ular, dan belalang.

16. Cekakak Australia / Sacred Kingfisher (Halcyon sancta)

Cekakak Australia / Sacred Kingfisher (Halcyon sancta)

Burung cekakak auatralia mempunyai nama lain Todiramphus sanctus. Pada tahun 1827, Vigors & Horsfield mengklasifikasikan burung ini dengan nama latin Halcyon sancta. Ukuran burung ini sedang dan tidak besar, sekitar 22 cm. Untuk bentuk tubuh dan warnanya lebih mirip ke burung cekakak sungai.

Warna burung cekakak australia yang biru putih bisa terlihat dengan jelas hanya dengan melihatnya saja. Bagian tubuh atas dari mulai kepala sampai ekor berwarna biru sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna putih. Perbedaan burung ini dengan cekakak sungai yaitu terletak di bagian ukurannya. Burung ini lebih kecil dan mungil.

Suara burung cekakak australia cuiup khas namun tidak selalu bisa terdengar karena burung ini cukup jarang berkicau. Ada 5 sub spesies berbeda dari burung ini dengan lokasi persebaran yang berbeda. Mulai dari Australia sampai dengan Selandia Baru. Anda akan dengan mudah menemukannya dengan mudah di hutan mangrove.

17. Cekakak Kalung-coklat / Cinnamon-banded Kingfisher (Halcyon australasia)

Cekakak Kalung-coklat / Cinnamon-banded Kingfisher (Halcyon australasia)

Dengan nama latin Halcyon australasia, burung ini pertama kali diklasifikasikan oleh Vieillot di tahun 1818. Jika dibandingkan dengan semua jenis burung cekakak, cekakak kalung coklat mempunyai ukuran sedang, tidak besar dan tidak kecil. Ukurannya hanya mencapai 21 cm.

Bagian mahkota burung ini dihiasi dengan warna merah karat warna hitam di bagian mata sampai ke belakang lehernya. Bagian bawah tubuhnya berwarna kuning dengan sayap berwarna biru. Penyebaran burung ini ada di kawasan endemik Nusa Tenggara dengan 5 sub spesies yang hidup di daerah yang berbeda.

Burung cekakak kalung coklat bukan merupakan jenis burung umum yang mudah ditemui karena habitatnya berada di kawasan hutan primer dan sekunder tinggi. Habitatnya di hutan bisa mencapai ketinggian 600 m dari permukaan laut.

18. Cekakak Torotoro / Yellow-billed Kingfisher (Halcyon torotoro)

Cekakak Torotoro / Yellow-billed Kingfisher (Halcyon torotoro)

Nama latin burung ini halcyon torotoro. Lesson adalah orang pertama yang mengklasifikasikannya dengan nama tersebut di tahun 1827. Burung cekakak torotoro juga mempunyai nama lain yaitu syma torotoro. Burung ini adalah jenis burung cekakak yang ukurannya sangat kecil dan juga imut. Panjang tubuhnya hanya mencapai 18 sampai dengan 20 cm.

Bagian punggung dan sayapnya berwaran hijau kebiru-biruan sedangkan bagian tunggir dan ekornya berwanra biru. Kepalanya cenderung berwarna coklat dengan paruh kuning dan bercak hitam pada bagian tengkuk untuk burung jantan. Sedangkan burung cekakak torotoro yang masih remaja mempunyai paruh berwarna hitam.

Burung ini mempunyai ciri khas suara siulannya yang merdu seperti sebuah peluit. Penyebarannya ada di daerah Papua sampai dengan Australia. Ada lebih dari 3 sub spesies dari burung dengan daerah persebaran yang berbeda. Tempat tinggalnya ada di kawasan hutan pamah dan juga hutan sekunder.

19. Cekakak Gunung / Mountain Kingfisher (Halcyon megarhyncha)

Cekakak Gunung / Mountain Kingfisher (Halcyon megarhyncha)

Burung cekakak gunung mempunyai nama lain yaitu Syma megarhyncha dan nama latin Halcyon megarhyncha. Burung ini merupakan jenis burung cekakak yang berukuran sedang sekitar 22 cm dan secara umum hampir sama dengan burung cekakak torotoro. Perbedaannya hanya terletak di bagian paruh.

Bagian atas paruh burung cekakak gunung terdapat tanda berwarna hitam yang panjangnya sampai ke bagian ujung paruh. Bagian punggung dan sayap berwarna hijau biru dengan kepala berwarna kuning kecoklatan. Suaranya hampir mirip dengan burung cekakak torotoro namun burung ini cenderung lebih parau.

Persebaran burung ini ada di sekiat Papua, tepatnya di Pegunungan Adelbert. Tempat hidup burung ini di sekitar pegunungan dengan ketinggian yang mencapai 2100 meter. Saat bertengger di atas pohon, burung ini mencari mangsa yang ada di atas tanah.

20. Cekakak Rimba / Forest Kingfisher (Halcyon macleayii)

Cekakak Rimba / Forest Kingfisher (Halcyon macleayii)

Nama lain dari burung cekakak rimba yaitu Todiramphus macleayii. Jardine dan Selby memberinya nama latin Halcyon macleayii di tahun 1830. Burung cekakak rimba merupakan jenis burung yang ukurannya agak kecil, sekitar 20,5 cm. Bagian bawah dan kerahnya berwarna putih sedangkan mahkotanya berwarna biru.

Beberapa spesies dari burung cekakak rimba mempunyai jenis warna yang berbeda. Untuk ras penetap berwarna biru terang di bagian punggungnya sedangkan ras migran dari Australia berwarna biru. Suara burung ini bisa dibilang cukup merdu dan mirip dengan suara burung cekakak suci.

Ada tiga daerah persebaran burung cekakak rimba berdasarkan spesiesnya yaitu Papua, Australia dan juga Semenanjung Cape York Peninsula. Burung ini bisa hidup secara berpasangan atau individual di kawasan terbuka. Mangsanya berupa kodok, reptilia, dan beberapa antropoda yang berukuran besar.

21. Cekakak Lazuli / Lazuli Kingfisher (Halcyon lazuli)

Cekakak Lazuli / Lazuli Kingfisher (Halcyon lazuli)

Ukuran burung cekakak lazuli adalah ukuran burung cekakak yang sedang, sekitar 20 cm. Burung dengan nama lain todirmphus lazuli ini diklasifikasikan oleh Temminck di tahun 1830. Warna kepala burung ini biru hitam, bagian tunggir dan punggung berwarna biru-perak.

Penyebaran burung cekakak ini ada di kawasan Endemik Maluku Selatan, Haruku, Ambon, dan juga seram. Tempat hidupnya ada di tepi hutan dan biasanya tidak umum untuk dijumpai. Burung ini juga bisa dijumpai di kawasan hutan mangrove dan rawa.

22. Cekakak Biru-putih / Blue-and-white Kingfisher (Halcyon diops)

Cekakak Biru-putih / Blue-and-white Kingfisher (Halcyon diops)

Burung cekakak biru putih mempunyai nama lain todiramphus diops atau blue and white kingfisher. Pada tahun 1824, burung ini diberi nama latin halcyon diops oleh temminck. Ukuran burung ini sedang, sekitar 19 sampai dengan 21 cm.

Warna kepala burung ini biru kehitam-hitaman dengan bintik kekang yang putih dan besar. Bagian tunggir dan punggung berwarna biru terang. Bagian lain tubuhnya dihiasi dengan warna putih terang. Untuk burung betinanya, bagian leher dan dada biasanya berwarna biru besar dan melintang.

Tempat penyebaran burung ini ada di kawasan Endemik Maluku Utara, Tidore, Ternater, Halmahera, Damar, dan Norotai. Burung ini cukup umum untuk ditemui dengan habitat di sekitar tepi hutan mangrove. Mangsanya reptil kecil contohnya kadal.

23. Cekakak Biru-hitam / Blue-black Kingfisher (Halcyon nigrocyanea)

Cekakak Biru-hitam / Blue-black Kingfisher (Halcyon nigrocyanea)

Satu lagi jenis burung cekakak unik dan cantik dengan warna bulunya, yaitu burung cekakak biru hitam atau blue black kingfisher. Burung ini diklasifikasikan dengan nama Halcyon nigrocynea oleh Wallace di tahun 1862. Ukuran burung cekakak biru hitam sekitar 23 cm, yaitu ukuran sedang untuk jenis cekakak.

Bagian muka, paruh dan punggung berwarna hitam. Bagian tunggir, sayap, dan mahkota berwarna biru. Warna bagian tubuh bagian bawah dan tenggorokannya bermacam-macam sesuai dengan subjenisnya. Ada jenis jantan nigrocynea, jantan stictollaema, dan jantan quadricolor.

Suara burung ini cukup jernih dan merdu. Nada suaranya memanjang dan juga disertai dengan variasi pendek. Tempat persebaran burung ini berbeda berdasarkan sub jenisnys. Namun Anda bisa menemui burung ini dengan mudah di kawasan Papua, di tepi sungai kecil di hutan.

24. Cekakak Jawa / Javan Kingfisher (Halcyon cyanoventris)

Cekakak Jawa / Javan Kingfisher (Halcyon cyanoventris)

Burung cekakak jawa mempunyai nama latin halcyon cyanoventris. Ukuran burung ini sedang, sekitar 25 cm dan berwarna cukup gelap. Untuk burung cekakak jawa dewasa, warna kepalanya coklat dan biru-ungu untuk bagian punggung dan perutnya.

Bagian sayap burung ini berwarna hitam dengan bercak putih pada sayapnya. Burung ini mempunyai suara yang cukup jernih berdering. Dari namanya saja kita tahu bahwa habitat burung ini ada di Pulau Jawa dan juga Bali.

Burung cekakak jawa bisa ditemukan dengan mudah di lahan atau kawasan terbuka. Biasanya bertengger di pohon yang rendah dengan memangsa serangga. Burung ini bukan jenis burung yang beburu di tepi air karena jauh lebih pendiam.

25. Cekakak Cina / Black-capped Kingfisher (Halcyon pileata)

Cekakak Cina / Black-capped Kingfisher (Halcyon pileata)

Burung cekakak cina mempunyai nama lain black capped kingfisher atau halcyon pileata. Burung ini merupakan jenis burung cekakak yang berukuran cukup besar, sekitar 30 cm. Warna utama dari bulu burung ini yaitu hitam, biru, dan juga putih. Ciri khasnya yang paling menonjol yaitu warna kepalanya yang hitam.

Suara burung ini lumayan keras dan melengking. Lengkingan ini muncul ketika burung ini memberi tanda adanya bahaya disekitarnya. Tempat penyebarannya ada di negara India, Korea, Taiwan, dan juga Cina. Burung ini juga menyebar ke kawasan Laos dan Myanmar. Di Indonesia sendiri, cekakak cina bisa ditemukan di Sulawesi.

Burung cekakak cina banyak tinggal di daerah hutam mangrove dengan sungai besar. Burung ini lebih sering bertengger di pohon dan berburu di padang rumput yang berawa.

26. Cekakak Belukar / White-throated Kingfisher (Halcyon smyrnensis)

Cekakak Belukar / White-throated Kingfisher (Halcyon smyrnensis)

Burung cekakak belukar merupakan jenis burung cekaka dengan nam alain white-throated kingfisher. Di tahun 1758, Linnaeus menamakan burung ini dengan nama latin halcyon smyrnensis. Ukuran burung ini cukup besar, yaitu sekitar 27 cm dengan warna utama coklat dan biru.

Bagian dagu, tenggorokan dan dada berwarna putih. Sedangkan sisa tubuh lainnya berwarna coklat, terutama bagian bawah. Warna terang yang berkilau di burung ini ada di bagian sayap dan juga ekornya. Untuk suaranya, hampir mirip dengan burung cekakak Jawa yang dikeluarkan saat burung ini terbang atau bertengger.

Penyebaran burung cekakak belukar ini berbeda antara satu spesies dengan spesies lainnya. Ada yang didaerah Turki sampai ke Mesir, ada pula yang berada di kawasan India, Filipina, dan juga Sumatera. Tempat hidupnya kebanyakan merupakan kawasan hutan terbuka yang terdapat aliran sungainya.

27. Cekakak Batu / Banded Kingfisher (Lacedo pulchella)

Cekakak Batu / Banded Kingfisher (Lacedo pulchella)

Burung cekakak batu adalah jenis burung cekakak yang ukurannya sedang sekitar 20 cm. Nama lain burung ini yaitu banded kingfisher. Bagian tubuhnya didomiansi oleh warna dan pola yang mencolok. Baik burung dengan jenis kelamin jantan atau betina dan juga spesiesnya.

Walaupun ukurannya sedang, burung cekakak ini mempunyai jenis siulan yang cukup keras dengan nada yang panjang. Daerah persebarannya ada di Myanmar, Thailand, dan juga Kalimantan. Burung yang cukup aktif ini biasanya hidup di kawasan hutan perbukitan. Makanan burung cekakak batu yaitu serangga besar dan kadal kecil.

28. Cekakak Merah / Ruddy Kingfisher (Halcyon coromanda)

Cekakak Merah / Ruddy Kingfisher (Halcyon coromanda)

Sesuai dengan namanya, burung cekakak merah merupakan jenis burung cekakak yang mempunyai warna merah pada hampir semua bagian tubuhnya. Burung ini mempunyai nama lain ruddy kingfisher. Ukurannya sedang sekitar 25 cm dengan beberapa warna merah karat dan lembayung di tubuhnya.

Bagian atas tubuh didominasi oleh warna merah lembayung terang, kecuali bagian tubuh tunggirnya yang biru pucat. Bagian bawah tubuhnya diwarnai dengan warna merah karat dengan iris yang coklat dan kaki yang berwarna jingga merah.

Suara burung cekakak merah cukup merdu dan didominasi dengan nada bersuku yang bertingkat. Biasanya burung ini akan berkicau saat sebelum fajar atau setelah petang. Ada 10 jenis spesies burung ini yang menyebar di tempat yang berbeda, seperti Cina, Nepal, Filipina dan juga Sulawesi. Tempat hidupnya yaitu hutan rawa dan juga hutan mangrove.

29. Raja-udang Pipi-ungu / Lilac Kingfisher (Cittura cyanotis)

Raja-udang Pipi-ungu / Lilac Kingfisher (Cittura cyanotis)

Burung cekakak selanjutnya yang perlu Anda ketahui yaitu burung cekakak raja-udang pipi-ungu. Sesuai dengan namanya, burung cekakak ini mempunyai ciri khas yang terletak pada bagian pipinya yang berwarna keunguan. Burung ini mempunyai nama lain lilac kingfisher dengan ukuran yang cukup besar sekitar 28 cm.

Warna paruhnya merah dengan tubuh bagian atas yang berwarna zaitun. Bagian sayapnya berwarna biru hitam dengan bagian mahkota depan yang berwarna hitam. Burung ini tersebar di kawasan endemik Sulawesi dengan 3 sub spesies yang berbeda.

Burung cekakak raja-udang pipi-ungu bukan merupakan jenis burung yang umum ditemui. Burung ini biasanya hidup di kawasan primer dan juga sekunder dengan ketinggian sekitar 850 sampai dengan 1000 meter.

30. Raja-udang Paruh-kait / Hook-billed Kingfisher (Melidora macrorrhina)

Raja-udang Paruh-kait / Hook-billed Kingfisher (Melidora macrorrhina)

Burung cekakak raja-udang paruh-kait adalah jenis burung cekakak yang berukuran sedang. Burung ini mempunyai nama lain hook-billed kingfisher. Ukuran sedangnya bisa mencapai 25 cm dengan tubuh bagian bawahnya yang berwarna putih.

Untuk jenis burung cekakak raja-udang paruh-kait jantan, mahkotanya berwarna biru bersisik. Untuk betina, ada bagian kehitaman dan pita biru pada bagian tengkuknya. Paruhnya termasuk jenis paruh yang kokoh jika dibandingkan dengan burung cekakak jenis lainnya.

Burung ini hanya akan bersuara ketika musim berbiak saja, selebihnya tidak bisa didengarkan. Siulannya cukup merdu dengan nada yang bisa mencapai nada tinggi. Burung ini tersebar di kawasan Papua Barat dengan 4 sub spesies berbeda. Sering menghuni daerah hutan perbukitan dan hutan pamah.

31. Raja-udang Paruh-sekop / Shovel-billed Kingfisher (Clytoceyx rex)

Raja-udang Paruh-sekop / Shovel-billed Kingfisher (Clytoceyx rex)

Burung cekakak raja-udang paruh-sekop adalah jenis burung cekakak dengan jenis yang berukuran besar. Nama lainnya yaitu shovel-billed kingfisher. Burung ini bisa mencapai ukuran 32 cm dengan dominasi warna coklat di tubuhnya.

Warna tunggirnya biru pucat dengan tenggorokan yang berwarna putih. Paruhnya gemuk dan juga penel. Ekornya kebiruan untuk burung jantan sedangkan untuk betina, ekornya berwarna merah karat. Burung ini biasana akan bersuara menjelang fajar. Dengan nada suara yang menyaring menandakan adanya tanda-tanda bahaya.

Burung cekakak jenis ini banyak ditemukan di daerah Papu dengan 2 sub spesies. Biasanya burung ini akan lebih sering mencari makanan di tanah yang dekat dengan aliran sungai. Mangsanya yaitu berupa cacing tanah dan tempayak.

32. Raja-udang Kecil / Little Kingfisher (Alcedo pusilla)

Raja-udang Kecil / Little Kingfisher (Alcedo pusilla)

Burung raja-udang kecil atau little kingfisher berukuran sangat kecil atau hanya sekitar 11 cm. Bagian tubuhnya yang bawah berwarna putih dengan biru tua pada bagian atasnya. Paruhnya cukup tebal dengan ekor yang pendek.

Ada bercak putih yang bisa ditemukan pada bagian mata dan sisi lehernya. Warna paruh dan kakinya hitam. Suaranya lebih mirip burung cekakak suara burung cekakak udang-merah kerdil. Jenis suaranya cukup kerasa dan tinggi.

Anda bisa menemukan burung ini di dataran rendah Australia, Maluku, dan juga Papua. Burung ini terdiri dari 9 sub spesies dengan tempat persebaran yang berbeda. Burung ini juga bisa dengan mudah ditemukan di daerah perairan hutan hujan, hutan mangrove, dan hutan rawa.

33. Raja-udang Biru / Cerulean Kingfisher (Alcedo coerulescens)

Raja-udang Biru / Cerulean Kingfisher (Alcedo coerulescens)

Burung cekakak raja-udang biru merupakan jenis burung cekakak yang hampir semua bagian tubuhnya berwarna biru. Nama lain burung ini yaitu cerulean kingfosher. Burung ini merupakan jenis burung cekakak yang sangat kecil karena hanya mencapai ukuran sekitar 14 cm.

Selain didominasi warna biru, burung cekakak raja-udang biru ini juga dihiasi dengan warna putih. Tubuh bagian atas dan dadanya biru mengkilap. Tenggorokan dan perutnya berwaran putih. Paruhnya berwarna hitam dan kakinya berwarna merah.

Suara burung ini cukup tinggi dengan cicitan dua nada yang nyaring. Umumnya, burung cekakak raja-udang biru bisa ditemukan di Sumarea Selatan, Bali, Jawa, dan juga Lombok. Tempat tinggalnya ada di kawasan pesisir muara sungai dan hutan mangrove.

34. Raja-udang Kalung-biru / Blue-banded Kingfisher (Alcedo euryzona)

Raja-udang Kalung-biru / Blue-banded Kingfisher (Alcedo euryzona)

Burung cekakak raja-udang biru dengan nama lain blue-banded kingfisher adalah jenis burung cekakak yang berukuran 18 cm atau sedang. Burung ini didominasi oleh warna putih dan juga biru tua. Warna burung ini bisa berbeda tergantung jenis kelamin dan juga tenmpat persebarannya.

Suara burung raja0udang biru mirip seperti raja-udang erasia. Burung ini bukan burung yang umum, terutama di kawasan Kalimantan dan Sumatera. Di Pulau Jawa pun burung ini jarang ditemui. Burung ini terdiri dari 2 sub spesies yang hidup di kawasan Myanmar, Thailand, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Burung ini adalah jenis burung cekakak yang pemalu. Bukan burung yang bisa Anda temukan dengan mudah. Biasanya hidup di kawasan sungai di dalam hutan tropis yang lembab. Beberapa diantaranya bahkan bisa ditemukan di hutan mangrove.

35. Raja-udang Biru-langit / Azure Kingfisher (Alcedo azurea)

Raja-udang Biru-langit / Azure Kingfisher (Alcedo azurea)

Burung cekaka jenis raja-udang biru-langit ukurannya kecil, hanya sekitar 16 cm. Nama lain burung ini yaitu azure kingfisher. Bagian tubuhnya yang atas berwarna biru tua sedangkan bagian bawahnya berwarna coklat keemasan. Paruhnya berwarna hitam dan juga kokoh dengan mahkota yang berwarna biru tua paket.

Suara burung ini mirip dengan suara burung cekakak udang-merah kerdil namun cenderung lebih bergetar dan lebih tinggi. Persebarannya ada di daerah Papua, Maluku, dan juga Australia. Ada 7 sub spesies yang berada di daerah persebaran yang berbeda, bahkan sampai ke daerah NTT dan Kepulauan Halmahera.

Tempat hidup burung ini yaitu hutan mangrove, hutan daratan rendah yang mencapai ketinggian sekitar 1000 meter. Biasa ditemukan bertengger di tepi hutan yang dekat dengan sungai. Makanannya yaitu berupa ikan kecil.

36. Raja-udang Meninting / Blue-eared Kingfisher (Alcedo meninting)

Raja-udang Meninting / Blue-eared Kingfisher (Alcedo meninting)

Burung cekakak dengan nama raja-udang meninting merupakan jenis burung cekakak yang ukurannya kecil. Sekitar 15 cm dengan punggung berwarna biru terang atau metalik. Burung ini punya nama latin alcedo meninting yang diklasifikasikan oleh Horsfield di tahun 1821.

Warna punggungnya cenderung lebih gelap daripada jenis burung cekakak raja-udang erasia. Bagian bawah tubuhnya didominasi oleh warna merah-jingga yang terang. Bagian kaki burung ini berwarna merah. Nada suaranya cenderung tinggi dan nyaring saat terbang maupun saat bertengger.

Burung cekakak raja-udang meninting ini terdiri dari 6 sub spesies dengan lokasi penyebaran yang berbeda. Biasanya akan dengan mudah ditemukan di daerah yang banyak sungai dengan aliran air tawar. Burung ini juga lebih menyukai tinggal di kawasan yang lebih banyak tumbuh pepohonannya.

37. Raja-udang Erasia / Common Kingfisher (Alcedo atthis)

Raja-udang Erasia / Common Kingfisher (Alcedo atthis)

Dengan nama latin alcedo atthis, burung raja-udang erasia merupakan jenis burung cekakak yang ukurannya cukup kecil hanya sekitar 15 cm. Warna burung ini didominasi oleh warna merah menyala dan warna biru bata di beberapa bagian tubuhnya. Ada beberapa bintik putih di sekitar bagian lehernya.

Suara burung ini bernada tinggi ketika terbang dan cenderung lembut ketika bertengger. Tempat penyebarannya ada di daerah Erasia, Papua, Asia Tenggara, dan Indonesia. Ada sekitar 7 sub spesies yang berbeda dengan tempat persebaran yang berbeda pula. Burung ini lebih sering menempati daerah dengan air tawarnya.

Burung raja-udang erasia juga merupakan salah satu jenis burung cekakak yang dengan mudah ditemui di daerah hutan mangrove. Makanannya berupa ikan dengan cara menyambar mangsanya tersebut di air. Burung ini juga sering bertengger di batu atau dahan pohon.

38. Kukabura Perut-merah / Rufous-bellied Kookaburra (Dacelo gaudichaud)

Kukabura Perut-merah / Rufous-bellied Kookaburra (Dacelo gaudichaud)

Dacelo gaudichaud merupakan nama latin dari burung cekakak jenis kukabura perut-merah. Sesuai dengan nama burung ini, beberapa bagian tubuhnya dihiasi dengan warna merah. Terutama bagian perutnya. Ukurannya cukup besar yaitu sekitar 28 cm. Paruhnya termasuk jenis paruh yang panjang.

Suara burung ini lebih terdengar seperti menyalak yang diulang beberapa kali. Suaranya juga lebih mirip seperti burung Kukabura sayap-biru namun lebih kering jenisnya. Ciri khas burung ini ketika bersuara yaitu menjetikkan ekornya ke atas ketika mulai bersuara. Kepulauan Aru dan Papua merupakan tempat persebarannya.

Burung kukabura perut-merah dapat ditemukan di daerah kanopi hutan bawah dan hidup berpasangan. Biasanya akan bersarang di sarang rayap di hutan perbukitan dan hutan pamah.

39. Kukabura Aru / Spangled Kookaburra (Dacelo tyro)

Kukabura Aru / Spangled Kookaburra (Dacelo tyro)

Burung cekakak jenis kukabura aru merupakan jenis burung cekakak yang berukuran cukup besar, sekitar 39 cm. Bagian kepala dan punggung burung ini berwarna hitam dengan bintik bungalan dan berekor biru. Sayapnya campuran antara warna biru dan hitam.

Suara burung kukabura aru lebih mirip seperti suara kumur-kumur yang diikuti dengan suara seperti tawa yang bergemerincing dengan satu nada. Jenis suaranya juga tidak bervariasi seperti burung kukabura sayap-biru. Ekornya juga sering dijentikkan ketika burung ini sedang mengeluarkan suaranya.

Tempat penyebaran burung ini ada di wilayah Kepulauan Aru dan Papua. Denan 2 sub spesies yang berbeda, burung ini tinggal di daerah hutan monsun, tepatnya di semak-semak. Hidup dengan berkelompok dan sering mengeluarkan suara.

40. Kukabura Sayap-biru / Blue-winged Kookaburra (Dacelo leachii)

Kukabura Sayap-biru / Blue-winged Kookaburra (Dacelo leachii)

Kukabura sayap-biru mempunyai warna sayap biru yang indah. Burung ini merupakan jenis burung yang terbesar di wilayah Papua dengan ukuran 39 cm. Bagian punggungnya berwarna hitam dan warna putih untuk bagian lehernya. Corak warna biru burung ini cukup mencolok sehingga mudah untuk ditemukan.

Suaranya menyalak dan berulang-ulang mirip dengan jenis burung cekakak kukabura lainnya. Biasanya beberapa individu dari burung ini akan mengeluarkan suara bersamaan dengan bernyanyi. Ada juga bagian suaranya yang terdengar cukup nyaring dan melengking dengan tajam.

Tempat persebaran burung ini terdiri dari Papua dan Australia dengan beberpa jenis sub spesies yang berbeda. Huniannya yaitu daerah savana yang ketinggiannya mencapai 400 meter lebih. Jika burung ini bertengger, burung ini akan lebih banyak diam tanpa mengeluarkan suara sambil menunggu mangsanya.

41. Pekaka Bua-bua / Great-billed Kingfisher (Pelargopsis melanorhyncha)

Pekaka Bua-bua / Great-billed Kingfisher (Pelargopsis melanorhyncha)

Burung cekakak jenis pekaka bua-bua adalah jenis burung yang berukuran besar, 35 sampai dengan 37 cm. Nama latin burung ini Pelargopsis melanorhyncha yang diklasifikasikan oleh Temminck di tahun 1826. Ukurannya yang besar menyebabkan beberapa bagian tubuhnya juga besar, salah satunya yaitu bagian paruh.

Bagian bawah tubuhnya cenderung berwarna bungalan krem. Muka burung ini lebih gelap dengan bagian tunggir yang berwarna putih. Tempat penyebarannya ada di daerah Endemik, tepatnya di Kep. Sulu dan juga Sulawesi. Burung ini terdiri dari 3 sub spesies dengan tempat persebaran yang berbeda.

Burung pekaka bua-bua juga bukan merupakan jenis burung yang akan dengan mudah ditemukan. Burung ini tinggal di kawasan hutan mangrove, anak sungai pesisir, dan juga beberapa pulau dengan pohon yang rimbun. Untuk Sulawesi, Anda bisa menemukannya di kawasan berlumpur dan lembab.

42. Pekaka Emas / Stork-billed Kingfisher (Pelargopsis capensis)

Pekaka Emas / Stork-billed Kingfisher (Pelargopsis capensis)

Dilihat dari namanya saja Anda pasti sudah mengetahui burung dengan warna tubuh apa ini. Burung cekakak jenis pekaka emas merupakan burung yang ukurannya sangat besar, 35 cm. Nama latinnya yaitu Pelargopsis capensis.

Ciri khas yang paling mencolok dari burung ini yaitu punggungnya yang berwarna biru dengan paruhnya yang besar berwarna merah. Tubuh bagian bawahnya cenderung lebih dihiasi oleh warna jingga kemerahan.Burung ini akan mengeluarkan suara tanda bahaya jika terganggu.

Suaranya juga keras dan lebih terdengar seperti suara tawa kemudian diakhiri dengan suara yang lembut. Daerah persebarannya yaitu Sunda Kecil dan Sunda Besar. Ada lebih dari 15 sub spesies burung pekaka emas ini. Lebih sering hidup berpasangan dan juga menempati hutan mangrove.

43. Udang-merah Sulawesi / Sulawesi Dwarf Kingfisher (Ceyx fallax)

Udang-merah Sulawesi / Sulawesi Dwarf Kingfisher (Ceyx fallax)

Burung udang-merah sulawesi mempunyai nama latin Ceyx fallax atau nama lainnya yaitu Sulawesi Dwarf Kingfisher. Sesuai dengan namanya, burung ini merupakan jenis burung cekakak yang berasal dari Sulawesi. Burung ini bukan jenis burung besar karena ukurannya hanya 12 cm.

Warna paruhnya merah menyala dengan mahkota biru hitam dan bagian punggung yang berwarna coklat kemerahan. Warna tunggirnya biru terang dan bagian bawah tubunya dihiasi oleh warna jingga merah karat. Persebarannya ada di kawasan Endemuk Sulawesi dengan 2 sub spesies.

Burung ini merupakan burung umum untuk warga lokal. Huniannya yaitu hutan primer atau hutan tebang pilih yang ketinggiannya sekitar 1000 meter.

44. Udang Punggung-merah / Rufous backed Kingfisher (Ceyx rufidorsa)

Udang Punggung-merah / Rufous backed Kingfisher (Ceyx rufidorsa)

Ceyx rufidorsa merupakan nama latin dari burung cekakak jenis udang punggung-merah. Ukurannya sangat kecil yaitu 14 cm. Warna tubuhnya kemerahan dengan bagian bawah yang berwarna kuning dengan ungu di bagian punggung sampai ke ekornya.

Suara siulan burung ini bernada tinggi dan akan lebih sering terdengar ketika burung ini terbang. Daerah persebarannya ada di kawasan Sumatera, Malaysia, Kalimantan, Jawa dan Bali. Udang punggung-merah adalah burung cekakak yang mempunyai 3 sub spesies berbeda.

Bukan burung umum yang bisa ditemukan di hutan primer dan sekunder. Burung ini merupakan jenis burung pemalu. Kawasan hutan yang dihuninya merupakan kawasan hutan lebat yang banyak dialiri oleh aliran sungai kecil.

45. Udang Api / Oriental Dwarf Kingfisher (Ceyx erithaca)

Udang Api / Oriental Dwarf Kingfisher (Ceyx erithaca)

Burung udang api adalah burung cekaka jenis kecil karena ukurannya hanya 14 cm. Nama latinnya yaitu Ceyx erithaca. Warna burung ini lebih dihiasi oleh warna merah dan juga kuning. Ciri khasnya yaitu bagian bawah tubuhnya berwarna kuning sedangkan sayapnya hitam kebiruan.

Walaupun tubuhnya kecil, burung cekakak jenis udang api mempunyai jenis suara nada tinggi yang bisa didengarkan ketika terbang. Penyebarannya ada di daerah Filipina, Sumatera, Malaysia, dan juga Kalimantan. Burung ini ada 3 sub spesies yang beda dengan habitat yang beda pula.

Tempat tinggal burung cekakak udang api yaitu hutan dataran rendah yang ketinggiannya mencapai 1500 meter. Burung ini bukan jenis burung umum. Terbangnya dengan jenis kecepatan yang cukup cepat untuk berburu serangga dan mangsa lainnya.

46. Udang-merah Kerdil / Chameleon Dwarf Kingfisher (Ceyx lepidus)

Udang-merah Kerdil / Chameleon Dwarf Kingfisher (Ceyx lepidus)

Burung cekakak udang-merah kerdil dengan nama latin Ceyx lepidus merupakan burung cekakak jenis kecil. Burung ini hanya mempunyai ukuran badan yang mencapai 12 cm. Bagian bawah tubuhnya didominasi warna kuning keemasan. Bagian dagunya lebih pucar dan bagian tubuh atasnya berwarna biru kehitaman.

Burung cekakak jenis ini bukanlah jenis burung yang mempunyai ekor yang panjang karena ukuran ekornya cenderung pendek. Kakinya berwarna jingga dengan mahkta yang berwarna biru agak pucar. Jenis suara burung ini cenderung lebih tenang dan merdu. Suaranya akan terdengar ketika bertengger di pohon.

Papua, Filipina, Kep. Aru, Kep. Solomon, dan Kep. Bismarck merupakan daerah persebaran burung cekakak ini. Sub spesies burung ini cukup banyak, terdiri dari 14 sub-spesies yang berbeda. Anda akan dengan mudah menemukan burung ini di kawasan hutan primer dengan kolam atau sungai kecil. Buruannya yaitu berupa artopoda dan lebih banyak bersarang di lubang dekat tepi sungai.

Semua jenis burung cekakak di atas merupakan jenis burung cekakak dengan ciri khas masing-masing yang bisa dengan mudah Anda bedakan. Mulai dari warnanya, jenis suaranya, sampai dengan tempat tinggalnya. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda menambah wawasan serta ilmu pengetahuan tentang burung, terutama untuk jenis burung cekakak. Semoga bermanfaat.

Daftar Isi

Related posts